"Dia siapa?"
"Bukan siap siapa!"
Bintang terkekeh sinis sambil terus menatap Arsyah yang sedang sibuk menatap ke arah lain tanpa berminat untuk melihat ke arahnya.
Posisi mereka saat ini saling berhadapan hanya saja Arsyah berdiri sambil menyandarkan belakang nya pada sisi tembok sedangkan Bintang hanya berdiri santai menatap ke arahnya.
"Jadi bang Bintang ngajakin gue ke gudang ini cuman buat nanya hal nggak penting kek gini?"
"Nggak penting!"
"Iyah.. Karna gue tau isi pikiran lo pasti mikirin yang enggak enggak"
"Lo tau kan apa alasan kenapa lo bisa di pindahin sampai ke sekolah gue kek sekarang! Atau lo lupa?"
"Nggak!.. Gue sangat amat ingat! Sangat ingat gimana papa lebih percaya sama omongan orang lain tentang gue yang buruk ini sampai gue ada disini!"
"Itu juga karna kebodohan lo kan? Udahlah kalo salah yah salah aja! Lagian lo harusnya tau diri! Dan enggak deket sama cewe lagi setelah kejadian bangsat itu terjadi di hidup lo ngerti! Jadi gue minta jauhi semua cewe yang ada disini kalo mau berteman yah cari cowo aja.."
"Enggak! Gue nggak mau!"
"Nurut bisa nggak sih!"
"Nggak bisa!"
"Lo itu adek gue.."
"Adik angkat kalo lo lupa!"
Bintang terdiam setelah Arsyah mengatakan itu lalu pergi setelah merasa Bintang hanya diam menanggapi nya.
"Tapi gue sayang sama lo!"
...
"Bintang mana sih?"
Ia terus berjalan menelusuri lorong itu setelah mencari sedari tadi.
Hingga pandangannya tertuju pada sosok pria yang sedang berdiri sendirian di pojokkan sambil memegang ponsel miliknya dengan raut wajah yang sesikit cemas.
Dia mulai membawa kakinya melangkah mendekat.
Hingga tepat berada di samping pria itu dan seketika rasa gugup mulai menyerangnya.
Sesekali ia menelan saliva nya sedikit sulit untuk menetralkan debaran jantungnya saat ini.
Sedangkan pria itu masih enggan untuk mengubah posisinya dan tetap seperti semula.Entah ia menyadari keberadaan seseorang di samping nya saat ini atau tidak?
"Ekhem.. Hai"sapanya sedikit terdengar gugup.
Dan sontak yang di sapa pun menoleh kearahnya hingga pandangan mereka beradu. Tapi secepat mungkin ia memutuskan aye contact mereka karna gugup namun tidak dengan pria itu.
Karna merasa terus di tatap namun tanpa suara membuatnya seperti tidak nyaman berlama lama dalam keheningan itu.
Ingin saja ia menyanyikan lagu mengheningkan cipta kalo bisa saat ini juga.
"Lo sendirian aja?"
Bodoh!
Udah tau dia sendirian pake di tanya lagi!
Memalukan!
Ingin rasanya ia menghilang saat ini juga setelah melontarkan pertanyaan tidak berfaedah menurutnya.
"Kan udah liat kenapa di tanya?"
Tuhkan!
Udahlah mending pergi saja sebelum rasa malu makin membuatnya ingin pingsan sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR AKU,RAGU!
Romance"Tapi lo nggak pernah menghargai gue sebagai cowo lo!!" "Maaf.." Kisah Cinta Segitiga terumit antara pacar dan musuh?💔 WARNING!!! Ini bukanlah cerita dengan anak geng motor. Cerita ini memiliki alur konflik tentang cowo yang terjebak akan cinta p...
