Part 44 ( Kecelakaan Kecil)

398 53 11
                                        


                            💗💗💗

"SANDRINNA!"

"Duh gimana ini?"

Arsyah menggaruk tekuknya yang tak gatal saking bingungnya.

"Kakak percayakan semuanya sama Arsyah yah? Biar Arsyah yang samperin okey?"

Sandrinna menatap Arsyah lamat mencoba untuk percayakan segalanya pada Arsyah.

"Yaudah kak Sandrinna mendingan pergi sana cepetan!"

"Okey.. Titip dia yah Arsyah!"

"Iyah kak.."

Tap..

Tap..

Tap..

Langkah kaki itu terdengar semakin jelas saat mendekati pintu kamarnya.

Bintang menatap lamat pintu itu berharap sosok yang ia inginkan akan masuk.

Ceklek..

"San?"

Bruk!

Tubuh kekar milik Reyfan jatuh begitu saja di samping jalan saat berhasil menyampingkan motornya.

Ia memegang lengannya yang terdapat darah.

Lukanya sangat perih membuatnya harus mati matian menahannya.

"Aarrgghh!.. Tau gini mending gue nggak usah ngebut tadi!" gumamnya kesal sembari mengusap wajahnya frustasi.

Ia mengambil ponselnya dengan gerakan hati hati takut malah membuat lengannya tambah perih.

"Ck! Nggak ada satupun yang bisa gue mintain pertolongan! Kiesha sama Clay lagi molor dan gue nggak mau gangguin mereka si Raqeela di telfon malah nggak ada yang di angkat!"

Ia menekan satu chat wa yang ia kirimkan 15 menit lalu terlihat tidak tidak ada balasan namun sudah di baca membuatnya mendengus kesal.

"Harusnya nggak usah gue mintain tolong sama ni manusia! Di baca doang tolongin kagak!"

"Gue harus pulang! Ini udah mau magrib lagi"

Ia berusaha untuk bangkit melihat sekeliling terlihat sepi.

Namun saat mencoba untuk menaiki motornya tiba tiba saja lengannya terhentak lumayan kencang pada sisi motornya.

"Aakh!" rintihnya dan tanpa dihindari tubuhnya oleng begitu saja ke samping sembari memejamkan matanya bersiap merasakan sakit kedua kalinya.

Hap!

"Eh?" gumamnya bingung saat merasakan punggungnya malah terasa seperti di tahan oleh seseorang.

Ia sontak membuka kedua matanya dan menatap orang itu membuat keningnya menyatu bingung.

"Kok lo disini?"

"Ayo gue bantuin bang"

"Bang beng lo! Lo kata gue abang abang tukang jualan--arrgh!"

Ia merintih kala lengannya malah kembali terasa nyeri setelah berdiri total.

"Kok lo yang disini? Dan tau dari mana lo kalo gue disini?"

"Nanti gue jelasin ayo bang gue anterin dulu ke rumah lo"

"Akh! Jawab dulu bocah!"

"Gue--"

"Eh bentar nama lo siapa lagi tuh gue lupa?.. Aryan? Arsyah?"

"Iyah nama gue Arsyah bang"

Yap!

Ternyata Arsyah yang datang untuk membantu Reyfan.

TAKDIR AKU,RAGU!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang