"Aduh San ayo bangun dong" ujar Vio dengan wajah paniknya dan terus mengipas ngipas wajah Sandrinna menggunakan bukunya.
"Iyah.. Bisa berabe urusannya kalo sampai si Bintang tau kondisi lo kayak gini.. Ntar bisa mati muda si Rakanya kan gua belum nikah sama dia masa udah wafat duluan.. " timpal Liyan
Plak!
"Aduh apasih Vio! Sakit bangke!"
Ujar Liyan karna dengan kerasnya Vio menampar lengan nya.
"Yah lagian lo temen lagi kondisi kayak gini masih sempatnya lo bucin norak ama si Rakanam itu!"
"Rakanam apaan?"
"Raka jahanam!"
"HEH MULUT LO!"
"Apa!?"
"Gue Amputasi baru nyaho lo!"
"Coba aja!"
"WOI! "
Keduanya tersentak kaget mendengar bentakan keras dari Reyfan.
Sedari tadi dia hanya diam dan menyaksikan pertengkaran kedua nya yang bikin kepala pusing dan emosi secara bersamaan.
Bagaimana tidak emosi?
Mereka bertengkar di ruangan UKS dan tepatnya di samping orang yang sedang sakit.
"Mikir nggak sih kalian tuh lagi dimana sekarang?"
"Kondisi lagi kayak gini masih sempatnya kalian adu bacot hah!"
"Nih Liyan duluan yang mulai.." lirih Vio pelan sembari menyenggol pelan lengan Liyan sementara yang di senggol hanya diam dan menunduk.
"Ehh bentar... Kok gue malah takut ama lo sih? Wahhh nggak bener nih!"
Vio maju beberapa langkah di hadapan Reyfan dan sontak Reyfan berdiri tegak karna sedari tadi dia hanya menyandar di tembok dan memperhatikan.
"Kenapa? Nggak terima?"
Mendengar dan menatap aura dingin dari Reyfan membuat nyali Vio seketika menciut dan mundur kembali.
"Ngeyel sih lo!" gumam Liyan
Pandangan Reyfan beralih ke arah Sandrinna yang masih setia memejamkan matanya dan ia baru menyadari ada luka gores di samping lengannya dan juga luka memar di atas keningnya.
Mungkin itu benturan yang ia dapat saat terjatuh dari tangga.
Dengan masih tetap di posisinya ia mencoba mencari sesuatu menggunaan sorot mata tajamnya itu hingga terhenti pada lemari kecil.
Dia berjalan pelan dan membuka lemari itu lalu mengambil kotak P3K.
Ia kembali berbalik sembari memberikan kotak P3K itu pada Liyan dan Vio hanya dengan tatapan mata mereka berdua mengerti maksudnya.
Sontak keduanya menoleh pada Sandrinna dan baru menyadari juga ada memar pada wajah sahabatnya itu.
"Kok bisa pingsan?" tanya Reyfan menatap keduanya secara bergantian.
"Di timpuk bola basket tadi" jawab Vio sembari mengobati luka pada wajah dan lengan Sandrinna di bantu Liyan.
Ia hanya mengangguk pelan dan melirik sebentar ke arah pintu.
"Cowo nya tau?"
Pertanyaan terakhir dari Reyfan mampu membuat keduanya terdiam dan saling pandang.
Reyfan mengangkat alisnya sebentar dan mendekat lalu mengamati wajah Sandrinna.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR AKU,RAGU!
Romance"Tapi lo nggak pernah menghargai gue sebagai cowo lo!!" "Maaf.." Kisah Cinta Segitiga terumit antara pacar dan musuh?💔 WARNING!!! Ini bukanlah cerita dengan anak geng motor. Cerita ini memiliki alur konflik tentang cowo yang terjebak akan cinta p...
