Part 71 - ( Pernyataan Cinta & Kabar Buruk?)

453 52 51
                                        

Note : Ini part menuju ending yah☺
Tolong di part ini bacanya pelan pelan aja biar bisa di resapi emosinya🤧😭

***

Bismillah..

Sebelumnya terima kasih buat yang udah baca + komen+vote
Karna itu berharga banget buat Author..☺🙏

***
Semoga nggak bosen sama ceritanya sampai ending yah..
Kalo ada typo atau kesalahan lain bisa di tandain aja dan mohon maklum karna namanya juga manusia tidak luput dari kesalahan😁🙏..

***

💗💗💗

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

💗💗💗

H

ening...

Canggung..

Bingung?

Itulah yang di rasakan Sandrinna saat ini ia benar benar bingung dengan sikap cowok di depannya saat ini.

Sedari dalam kelas Reyfan sama sekali tidak membuka pembicaraan padanya bahkan hanya untuk sekedar menegurnya saja tidak.

Ia terus menatap intens pada Reyfan yang sedang duduk di depannya sembari fokus memakan bakso miliknya..

Meski tidak saling berbicara namun Sandrinna tetap mengikuti Reyfan yang berjalan ke kelas Raqeela lalu makan bersama di kantin.

Namun saking fokusnya menatap Reyfan ia sampai tersentak saat Raqeela menepuk pelan pundaknya sebelum pergi bersama Bulan.

Kini tinggal mereka berdua di meja tersebut yang membuat Sandrinna semakin tak nyaman.

Ia sibuk memikirkan kesalahan apa yang dia buat hingga cowok itu seolah menghindar darinya.

"Ekhem.." deheman Sandrinna sama sekali tidak di gubris oleh cowok itu.

"Uhuk! Ekhem!" ia sengaja melantangkan suara batuknya namun tetap saja tidak membuat Reyfan bergeming bahkan menoleh pun tidak.

Rasa kesal mulai menyerang Sandrinna membuatnya menatap Reyfan dengan wajah yang di tekuk kesal sembari mengunyah kasar makanan di dalam mulutnya.

Tanpa berkata apapun dengan keberanian yang penuh percaya diri.

Sandrinna langsung menarik paksa mangkok berisi bakso milik Reyfan dan menjauhkan dari jangkauan cowok itu.

Dan berhasil!

Reyfan sontak menatap ke arahnya dengan tatapan kesal begitupun dirinya.

"Balikin bakso gue!"

"Enggak!"

"B-a-l-i-k-i-n!" ucap Reyfan penuh penekanan.

Ia ingin meraih kembali mangkok itu tapi dengan gercep Sandrinna kembali menjauhkannya dari jangkauan cowok itu.

TAKDIR AKU,RAGU!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang