"Tapi lo nggak pernah menghargai gue sebagai cowo lo!!"
"Maaf.."
Kisah Cinta Segitiga terumit antara pacar dan musuh?💔
WARNING!!! Ini bukanlah cerita dengan anak geng motor.
Cerita ini memiliki alur konflik tentang cowo yang terjebak akan cinta p...
Sebelumnya Author mau bilang terima kasih buat yang udah Baca + Komen + Vote Karna itu sangat berhaga buat Author sebagai semangat untuk melanjutkan Part selanjutnya.. ☺🙏
*** Semoga nggak bosen sama ceritanya kalo ada typo atau kesalahan lain bisa tolong di tandai karna Author juga manusia biasa jadi pasti aja kesalahannya☺🙏🙏
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
💗💗💗
"Shhh.. Aduhhh"
Rintihan itu terdengar dari sosok Reyfan yang sudah terbangun dari tidur nyenyaknya.
Rasa nyeri itu sangat terasa saat ia hendak menggerakkan tangan kanannya pelan.
Kedua matanya perlahan terbuka sempurna lalu melirik ke arah tangannya yang terasa sakit.
Ia menghembuskan nafasnya berat saat melihat perban itu melingkar sempurna di area tangannya.
Sejenak ingatan beberapa jam yang lalu berputar di kepalanya.
Dimana saat dirinya sedang bertanding basket dengan Bintang hingga ia terjatuh dan juga kejadian dimana Sandrinna dan Bintang putus.
Tunggu?
Putus?
Apakah mereka benar putus?
Namun tiba tiba saja Reyfan merasakan lengannya yang di perban seperti menyentuh sesuatu?
Ia sontak menoleh hingga terlihat sosok Sandrinna yang sedang tertidur pulas dengan wajah yang di tempelkan di samping lengannya.
Senyuman hangat terlihat jelas di bibir Reyfan saat ini saat melihat keberadaan Sandrinna.
Tapi senyuman itu luntur saat merasakan perutnya yang berbunyi seolah meminta asupan makanan yang sedari siang tadi ia tunda.
Kedua netranya mengamati seluruh penjuru ruangan yang hanya ada dirinya dan Sandrinna berdua di dalam kamar rawatnya.
Tatapannya pun terhenti pada nakas yang berada di samping brankar nya terlihat ada kantong kresek putih yang berukuran sedang berada di atasnya.
Bisa ia tebak kalo itu adalah kantong yang berisi makanan terlebih warnanya berwarna putih membuat ia melihat jelas ada 2 makanan di dalamnya beserta 2 botol minuman.
Ingin sekali ia menyantap makanan itu karna dia tau itu pasti untuknya karna hanya dirinya di ruangan itu dan juga mungkin untuk Sandrinna.
Namun sayang rasa sakit pada tangannya membuat ia pasrah dan hanya diam menunggu apakah ada yang berbaik hati masuk lalu memberikannya makanan.