Part 39 (Bayi Gedenya Bintang?)

390 46 10
                                        

                             💗💗💗

"Reyfan.." gumam Sandrinna pelan.

Deg!

Senyuman manis itu pudar seketika dari bibir Bintang di sertai dengan Sandrinna yang terdiam dan merasa tubuhnya menegang saat ini.

"Jadi dari tadi kamu liat aku sebagai Reyfan!"

Dengan cepat Sandrinna menggeleng sembari menarik kembali telapak tangan Bintang dan menempelkan pada pipi kanannya.

"Enggak kok!"

Bintang hanya diam menatapnya datar sedatar nya dan lebih terkesan dingin membuat Sandrinna susah payah menelan salivanya.

"Bintang.." panggilnya lirih.

"Jangan ihh!" pekik Sandrinna saat Bintang hendak menarik tangannya dari pipi Sandrinna.

"Lepasin!"

"Enggak!"

"Ck! Lepasin Sandrinna!" ucapnya dengan nada dingin.

"enggak mauuu!" rengeknya.

Bintang mengalihkan pandangannya dengan wajah yang terlihat jelas sangat kecewa.

Sandrinna menatapnya dengan kedua mata yang sudah berkaca kaca.

Hap..

Tanpa mengatakan apapun Sandrinna langsung memeluk erat tubuh tegap milik Bintang dan menyembunyikan wajahnya di ceruk lehernya.

Tidak ada gerakan tambahan sama sekali dari Bintang ia hanya diam membiarkan Sandrinna.

Namun sejenak ia menoleh saat merasakan kedua bahu kekasihnya ini terasa bergetar.

Hikss

Suara isakan dari Sandrinna membuatnya perlahan mengusap pelan punggung nya dengan lembut.

Semarah marah dan kecewanya dia tapi tetap ia tidak akan tega mendengar suara tangis dari pacarnya ini.

"Ma--Maafin akuuu" ucap Sandrinna di sela sela tangisannya.

Ia mendusel wajahnya pada leher Bintang sembari mengeratkan pelukannya mencari kenyamanan.

Hanya keheningan yang terjadi di antara keduanya tanpa ada lagi yang berniat membuka suara.

Sandrinna dengan fikiran yang buntu hendak mengatakan apa?

Dan Bintang yang sama sekali tidak berniat untuk berbicara karna hatinya masih terasa sulit untuk menerima yang terjadi tadi.

...

"BURUAN QEELA!"

"Sabar napa!"

"Kesabaran gue udah abis!"

"Dih!"

"Dah dih lo!.."

"Woilah ni anak berdua dari tadi ribut mulu"

"Tau tuh anak lo tuh"

Dengan gercep Ratu menabok lengan Laura dengan kesal yang menumpuk.

"Sakit nyet!"

"Lagian mulut lo aneh banget!"

"Kok jadi kak Ratu sama kak Laura sih yang ribut?" tanya Raqeela dan Bulan polos membuat Laura seketika mengelus pundak Ratu pelan.

"Sabar yah.. Ini resiko nya kalo kita ngajakin bocil jalan" bisiknya pelan.

Ratu hanya mengusap jidatnya frustasi sembari menatap Bulan dan Raqeela bergantian.

TAKDIR AKU,RAGU!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang