💗💗💗
"Lo mau apa manggil gue?"
"Nggak ada yang manggil lo"
"Yaudah!"
"Kemaren kalo misalkan lo emang nggak niat bantu yaudah nggak usah baca chat gue!"
Langkah kaki Sandrinna terhenti saat mendengar kalimat yang di lontarkan cowo itu.
Ia perlahan berbalik dan menatap netra tajam yang terkesan dingin.
"Bisu lo?" pertanyaan itu membuyarkan lamunan Sandrinna.
Reyfan!
Cowo itu hanya diam menatap keterdiaman Sandrinna di depannya.
"Sorry soal kemaren gue itu mau bantuin cuman gue lagi jagain Bintang di rumahnya makanya gue--"
"Minta bocah buat bantuin gue!" potong Reyfan cepat.
"Karna gue nggak mungkin ninggalin Bintang gitu aja!"
Reyfan menghela nafasnya sejenak ia memejamkan kedua matanya.
Seketika perasaannya tertegun ia seoalah baru sadar jika Sandrinna itu masih punya pacar dan dia bukan siapa siapa yang harus di pentingkan bahkan di bantu seperti kemaren malam dan itu hal yang wajar harusnya.
Tapi..
Entah kenapa ia merasa kesal pada cewe di depannya ini.
Ia membuka kembali kedua matanya dan menatap Sandrinna dengan tatapan tak setajam tadi lagi.
"Gue yang harusnya minta maaf dan harusnya juga gue nggak minta tolong sama lo"
"Reyfan gue--"
"Gue sadar cowo lo lebih penting dan itu wajar sangat wajar gue juga mau makasih sama lo karna udah minta si Arsyah bantuin gue"
Sandrinna terdiam menatap Reyfan ia ingin mendekat namun langkahnya terhenti kala Reyfan mengangkat tangannya tepat di depan wajahnya.
"Lo boleh keluar gue udah nggak butuh lo disini!"
Tatapan Sandrinna beralih ke perban yang melingkar di lengan Reyfan terlihat jelas warna merah yang tercetak di balik warna putih perban itu membuatnya sedikit meringis.
"Gue minta maaf dan sama sama buat ucapan terima kasih lo" ucap Sandrinna tersenyum tipis lalu berbalik dan melangkah keluar meinggalkan Reyfan yang masih terus menatapnya hingga pintu UKS itu tertutup rapat.
Reyfan merebahkan dirinya di atas brankar itu perlahan.
Fikirannya berkelana ke beberapa bulan lalu saat Sandrinna bersikeras ingin membantunya menghilangkan rasa sedih dan galaunya yang ia alami saat kepergian Saskia.
Perhatian Sandrinna bahkan ucapan pernyataan cinta Sandrinna juga kembali berputar di ingatan serta gendang telinganya.
"Bodoh!" umpatnya pelan.
Harusnya dia tidak usah mengingat cewe itu karna di hatinya masih tersimpan rapih nama Saskia.
"Gue harus jaga jarak sama dia sebelum hal lain terjadi tapi.."
Ia mengusap kasar wajahnya saat baru teringat lagi akan rencana yang ia buat beberapa hari lalu.
"Nggak! Gue harus deketin dia sampai gue dapatkan jawaban itu apapun caranya dan kalo sampai bener dia yang udah lakuin itu semua maka gue akan balas sesuai yang dia lakuin ke Saskia"
"Maafin aku Sas.. Tapi nyawa di bayar nyawa dan aku nggak perduli meski dia temen kamu atau bukan!"
"Bang Reyfannnnnn"

KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR AKU,RAGU!
Romance"Tapi lo nggak pernah menghargai gue sebagai cowo lo!!" "Maaf.." Kisah Cinta Segitiga terumit antara pacar dan musuh?💔 WARNING!!! Ini bukanlah cerita dengan anak geng motor. Cerita ini memiliki alur konflik tentang cowo yang terjebak akan cinta p...