3 Jam berlalu..
Suasana ruang tamu saat ini masih tetap hening tanpa ada percakapan dan hanya terdengar suara berisik dari Raqeela yang terus mengunyah krupuk pisang miliknya dengan lantang.
Tatapan matanya masih fokus ke layar ponsel seolah tak memperdulikan keadaan sekitar.
Sesekali matanya melirik malas ke arah dua manusia yang berbeda jenis kelamin itu.
Sedari tadi keduanya hanya diam dan fokus dengan fikiran masing masing membuat Raqeela merasa jengah.
Ia lalu menyimpan ponselnya ke atas meja dan beralih menatap cowo yang sedari tadi diam dan menatap kosong ke arah depan.
Lalu sekilas menoleh lagi menatap wanita yang ada di sebelahnya saat ini yang juga tengah menatapnya dengan sebelah alis terangkat.
"Kalian nggak bosen?"
Pertanyaannya membuat kedua orang itu seolah membuyarkan fikirannya.
"Kalo bosen tidur!" jawab cowo di depannya itu yang sedari tadi diam.
"Oh bisa ngomong ternyata? Kirain udah bisu" ucapnya dengan nada sinis membuat pandangan cowo itu menjadi datar ke arahnya.
"Apa? Mau marah? Bener kan Qeela ngomong apa? Dari tadi abang tuh diem aja kek arca! Habis berantem sama kak Sandrinna trus makan trus di omel omelin sama aku sama bunda habis itu abang diem lagi! Kirain bang Reyfan udah nggak bisa ngomong"
Ia hanya menatap datar ke arah Raqeela jika saja bukan karna ada bunda nya saat ini di rumah sudah di pastikan ia akan membalas mengejek adiknya ini meskipun sang bunda sedang berada di kamar tapi bisa saja cewe mungil di depannya ini akan berulah dan mengadu dengan suara cenprengnya itu.
Tatapannya seketika beralih ke arah wanita yang sedari tadi diam sama sepertinya dan menatap ke arah Raqeela.
Merasa di perhatikan ia pun menoleh ke depan dan tepat pandangannya beradu dengan tatapan datar milik Reyfan.
"Lo kenapa nggak pulang pulang sih?Males tau gue lo disini!" Bentak Reyfan lantang membuat kedua wanita di depannya sentak kaget.
"Heh! Abang ngusir kak Sandrinna?"
"Iyah kenapa? Dia ngapain sih!"
"Nggak boleh! Lagian yang bawa kak Sandrinna ke sini tuh Qeela masih untung ada yang mau jenguk bang Reyfan saat lagi sakit gini bukannya terima kasih malah di usir!"
"Ada Clay sama Kiesha juga yang bakal jenguk gue nggak harus dia! Dan ada Ratu Laura juga yang mau dateng ke sini nanti"
"Oh masih ingat sama orang sekitar ternyata kirain udah amnesia juga karna semaleman berkurung kek anak perawan di kamar"
"Qeela!"
"Apa?"
Reyfan membuang nafasnya kasar lalu menatap sinis Sandrinna yang seolah ragu lagi melihat ke arahnya.
Ia pun berdiri dan hendak menuju kamarnya namun cekalan tangan adik mungilnya itu membuatnya berhenti dan otomatis berdiri berhadapan dengan Raqeela.
"Lepasin!" ucapnya datar.
"Enggak! Bang Reyfan mau ngapain lagi hmm? Ngurung diri di kamar lagi kayak semalem hm? Biar apa coba kayak gitu? Biar tenang? Yang ada abang itu cuman akan nyiksa diri sendiri tau!"
"Terus gue harus ngapain disini hmm? Ngeliat lo makan? Main hp? Atau natap orang yang nggak penting itu iyah?" ucapnya sembari menunjuk Sandrinna tepat di depan wajahnya.
"Raqeela mau ke kamar buat tugas biar ntar malem nggak sibuk lagi jadi sekarang karna Qeela nggak bisa pantau bang Reyfan sesuai ucapan bunda maka dari itu Qeela nitipin bang Reyfan ke kak Sandrinna okey?"
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR AKU,RAGU!
Romance"Tapi lo nggak pernah menghargai gue sebagai cowo lo!!" "Maaf.." Kisah Cinta Segitiga terumit antara pacar dan musuh?💔 WARNING!!! Ini bukanlah cerita dengan anak geng motor. Cerita ini memiliki alur konflik tentang cowo yang terjebak akan cinta p...
