Part 42 (Apakah Ini Takdir?)

360 52 20
                                        

                            💗💗💗

Tap..

Tap..

Tap..

Langkah kaki itu terdengar lantang memenuhi ruangan yang serba putih itu membuat tubuh perempuan berambut panjang itu sesekali merinding.

Wajah bingung dan seolah tersesat di hutan belantara itu terus terlihat.

Entah sudah berapa jauh ia berjalan tanpa arah tuju dan lebih anehnya lagi cahaya putih itu terus terlihat di depannya namun tak ada ujungnya.

Ia seperti terperangkap di dalam ruangan putih tanpa ada celah dan jalan keluar sedikitpun seolah hanya berdiri dan berjalan jalan lagi di tempat yang sama!

"Sandrinna!"

Hening..

"San?"

Perlahan tubuh menegang itu mulai berbalik saat mendengar namanya terus menerus di panggil.

Deg!

Kedua bahunya melemas kala melihat sosok perempuan di depannya ini yang sedang tersenyum manis padanya.

Aura bahagia dan damai begitu terlihat jelas di wajah cantiknya.

"Maaf yah gara gara aku jadinya kamu kebingungan sendiri"

Ucap perempuan itu terus tersenyum manis pada Sandrinna yang masih diam tanpa suara seolah sedang mencoba memahami situasi saat ini.

"San?"

"Gu--gue ada dimana sekarang?"

"Kok gue bisa ada di tempat ini?"

Lanjutnya lagi dengan pertanyaan yang terus menerus menumpuk di otaknya.

"Dan lo--"

"Aku yang sengaja bawa kamu kesini"

"Hah?"

Perempuan itu mendekat hingga tepat berada di depan Sandrinna masih dengan senyumannya.

"Masih inget aku kan?"

Sandrinna mengangguk dengan mata yang berkaca kaca.

"Saskia.." lirih Sandrinna sendu.

"Aku pengen menyampaikan sesuatu sama kamu Sandrinna"

"Apa itu?"

"Aku denger semua yang kamu ungkapin setiap ke makam aku.."

Sandrinna terdiam dengan tubuh yang seolah mati rasa.

Ia takut!

Sangat takut jika sampai Saskia membahas soal..

"Soal perasaan kamu sana Rey!"

Gotcha!

Sandrinna menunduk dengan perasaan bersalah.

"Maaf Saskia"

"Nggak perlu minta maaf justru aku seneng karna ada kamu yang menyayangi Reyfan tulus setelah aku sebagai orang yang ada di hati dia"

"Dan aku minta kamu tolong jangan hilangin perasaan itu tetap perduli dan sayangin Rey.."

"Tapi gue punya Bintang!"

"Kamu percaya takdir kan?"

"Sas--"

"Takdir nggak pernah salah dalan memainkan perannya dan rasa nyaman akan mengalahkan segalanya mungkin tapi rasa cinta dan sayang itu di atas segalanya"

TAKDIR AKU,RAGU!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang