Part 38 (Merasa Bersalah?)

368 54 12
                                        

                            💗💗💗

Raqeela tersenyum manis pada kakak kelas di depannya ini dan menoleh sejenak pada Arsyah yang di samping nya masih dengan senyum tipisnya.

Senyuman menggoda terbit begitu saja di bibir indah Sandrinna kala keheningan melanda.

"Cie.."

Mendengar itu dari Sandrinna membuat Raqeela menyeritkan keningnya bingung.

"Tenang aja.. Kakak udah tau kok status kalian" ucap Sandrinna.

Raqeela sontak menoleh pada Arsyah yang malah menampilkan senyuman tak berdosanya.

Tatapan tajam terlihat jelas dari kedua netra indah itu namun terlihat menggemaskan di mata Arsyah ia malah terkekeh geli menatapnya.

"Sshh.. Aww!" pekiknya kala cubitan cepat begitu saja di berikan Raqeela.

"Aw.." ledek cewe itu.

Dasar nggak bisa jaga rahasia!

Raut wajah yang kesal itu seketika memudar kala merasa usapan lembut pada rambut panjangnya.

Ia menoleh menatap Sandrinna yang masih tersenyum sembari mengelus rambutnya.

"Nggak usah marahin Arsyah dia nggak salah kok.. Cuman kurang pintar nyari alasan buat bohong aja makanya kakak gampang nebak"

"Kalian jalanin aja hubungan ini tapi masih tetap jaga batasan dan--"

Ia menjeda ucapannya dan menatap bergantian pada kedua adik kelas di depannya ini.

"Secepatnya nyari solusi buat hubungan kalian biar dapat restu dari kedua abang keras kepala itu" sambungnya yang membuat keduanya tertawa.

"Iyah kak pasti!" jawab Arsyah dan Raqeela kompak sembari tersenyum pada Sandrinna.

"Yaudah.. Kalian masuk kelas gih udah masuk kayaknya" ucap nya sembari menatap beberapa siswa dan siswi yang berlarian kecil dan ada yang berjalan memasuki kelasnya.

"Iyah kak.. Dahh" Pamit keduanya.

Setelah kepergian Arsyah dan Raqeela ia mulai berjalan menuju kelas.

Namun baru beberpaa langkah ia malah mendengus kesal karna lagi lagi perkataan Reyfan terngiang di telinganya.

"Kalo gitu sekarang gue ajak lo pacaran mau?"

"Lo selingkuh sama gue di belakang Bintang gimana? Lo kan suka sama gue berarti mau dong"

"Kenapa sih? Emang kalo gue jahat lo nggak mau? Cewe rendahan kayak lo yang suka manfaatin situasi harusnya nggak punya malu dong.."

Ia menggelengkan kepalanya cepat sembari memijit pangkal hidung.

Rasanya seperti mimpi saat mengingat perkataan Reyfan tadi itu seperti bukan sosok cowo yang ia kagumi sejak 3 bulan lalu.

Itu bukanlah Reyfan yang cuek, dingin dan tak tersentuh dengan cewe manapun.

Itu juga bukan Reyfan si bucinnya Saskia yang selalu tidak pernah menyikiti wanita mau fisik juga
non - fisik.

Lalu tadi pagi itu siapa? Siapa yang berada di depannya? Berbicara seolah merendahkan Sandrinna dan menyamakan dia dengan cewe di luaran sana yang suka menggota ganti laki laki demi kepuasaannya sendiri dengan tega berselingkuh?

Sejahat jahatnya dirinya dia juga tidak akan mampu untuk melakukan itu apalagi saat ini Bintang begitu membuatnya nyaman dan sayang.

Mungkin ada sedikit penyesalan di benaknya karna telah membiarkan Perasaanya pada Reyfan tumbuh semakin jauh hingga tiba tiba ia merasa sesak saat di jatuhkan mentah mentah oleh lelaki itu.

TAKDIR AKU,RAGU!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang