💗💗💗
Bugh!
Bugh!
Brak!
"Bintang.." Gumamnya pelan.
Bunyi itu terdengar begitu lantang saat tubuh kekar Bintang di tendang kencang hingga mengenai tempat sampah besar yang berada di samping jalan berumput itu.
Suasana yang cukup sepi itupun membuat 5 orang preman berbadan besar dan kekar itu tak henti hentinya menghajar Bintang hingga tepar.
Sandrinna sedari tadi hanya bersembunyi di balik rumput yang cukup banyak hingga memungkinkan tubuh kecilnya tertutup aman.
Sedangkan Bintang Ia rela memasang badan untuk melindungi sang pacar saat keduanya di hadang tepat saat melewati jalanan sepi itu ketika hendak pulang.
Ia segera memerintahkan Sandrinna berlari sebelum terlihat oleh semua preman dan alhasil hanya dia yang di hajar karna tidak mau memberikan uang serta motornya.
Aksi baku pukul itu pun berlangsung cukup lama hingga tubuh Bintang tepar di atas aspal.
Tangisannya terus berusaha ia pelankan karna takut ketahuan namun rasa cemasnya terus tidak mau hilang.
Pasca menghubungi Reyfan barusan Sandrinna terus berdoa dalam hati agar cowo itu cepat datang dan membantu mereka terutama Bintang.
"Hiks.."
"Eh?"
"Siapa disitu!?" pertanyaan lantang itu membuat Sandrinna membelalakkan kedua matanya kaget.
Ia segera membengkap mulutnya erat merutuki kebodohannya.
Salah satu preman itu berjalan mendekat ke arah persembunyian Sandrinna membuat Bintang yang melihatnya pun berusaha untuk bangkit meski sulit.
"Ja-jangan mendekat!" ucap Bintang sembari menahan sakit.
Preman itu tersenyum smrik menatap Bintang dan terus memerintahkan anak buahnya untuk mencari sumber suara itu.
"Lepasin!" teriak Sandrinna saat tengannya di tarik paksa dan di genggam erat hingga menimbulkan rasa nyeri pada lengannya.
Tubuh Sandrinna pun di tolak paksa hingga berada tepat di tengah tengah lebih tepatnya berhdapan langsung dengan ketua preman itu yang menatapnya dari atas sampai bawah membuat Sandrinna merinding.
Sedangkan Bintang ia tidak bisa melakukan apapun karna kedua tangannya di pegang erat oleh anak buah lainnya.
"Jangan apa apakan cewe gue!"
Bintang terus berontak hingga preman itu menonjok keras perutnya membuat Bintang meringis lagi.
"Please.. Udah cukup jangan pukulin cowo gue lagi" ucap Sandrinna sembari menatap dengan tatapan yang berlinang air mata.
"Kalo gue nggak mau?"
"Kalian mau uang kan? Okey.. Akan gue kasih uangnya mau berapapun tapi tolong lepasin Bintang! Lepasin kita berdua dan gue janji masalah ini nggak akan ada yang tau" ucap Sandrinna sungguh sungguh.
"Uhuk.. Akhh!" rintihan Bintang terus terdengar nyaring di kedua gendang telinga Sandrinna membuat rasa cemas itu semakin besar.
Para preman itu tertawa mengikuti ketuanya yang sudah maju menatap Sandrinna tajam.
"Gue bakal lepasin tapi gue nggak mau dengan imbalan uang"
Ucapan preman itu membuat Bintang cemas setengah mati rasa sakit di tubuhnya seketika mati rasa detak jantungnya berpompa sangat cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR AKU,RAGU!
Storie d'Amore"Tapi lo nggak pernah menghargai gue sebagai cowo lo!!" "Maaf.." Kisah Cinta Segitiga terumit antara pacar dan musuh?💔 WARNING!!! Ini bukanlah cerita dengan anak geng motor. Cerita ini memiliki alur konflik tentang cowo yang terjebak akan cinta p...
