"Ih lihat itu kan yang namanya Zania?"
"Ohh dia orangnya yang foto sama Varel?"
"Hmm oke juga sih"
"Dih cantikan gue kali"
"Dia mah biasa aja"
"Palingan mau porotin Varel"
"Tapi Kak Zania cocok kok sama kak Varel"
"Ihh pake pelet apa sih tu cewek"
Ketika Zania mulai memasuki pekarangan sekolah,sudah banyak siswa yang menggosipi Zania, namun ia hanya berjalan lurus tanpa menggubris orang-orang di sekitarnya.
"Heh cewek jalang!"
Zania terdiam sejenak, lalu terus berjalan menuju koridor kelas. Karena ia merasa itu bukan panggilan untuknya.
"Lo budek apa gimana?" Tanya seseorang dari arah belakang.
"Sini Lo" orang itu langsung menghentikan Zania hingga Zania menoleh kebelakang.
"Ada perlu apa?" Tanya Zania dengan wajah dinginnya.
"Lo siapanya Varel?" Tanya Diva yaitu kakak kelas sekaligus mantannya Varel.
"Kenapa Lo harus tau? Bukan urusan Lo" jawab Zania kemudian pergi.
Belum sempat ia pergi tangan Zania di cekal oleh Diva, Diva tak sendiri tentunya ia bersama anggota gengnya.
"Lo butuh apa? Butuh gue klarifikasi? Lo tanya aja sama Varel. Kenapa malah neror gue?" Kesal Zania.
"Dasar jalang!"
"Plak!!"
Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Zania.
"Plak!"
"Tamparan di balas tamparan" ucap Zania kesal.
"Berani Lo sama gue?!" Maki Diva.
Byurrr....
Byurrr.....
Byurrr.....
Tiga gelas teh hangat di siram ke tubuh Zania, rambut dan seragam nya basah kuyup.
Zania hanya diam tertunduk melihat air yang menetes di lantai."Stop!" Suara itu menghentikan aktivitas mereka yang ada disana.
"Varel" gumam Diva.
"Buat kalian semua di sini stop gangguin pacar gue, jika ada, kalian bakal berurusan sama gue!" Peringat Varel pada semuanya yang sedang menonton, bahkan ada yang sempat merekam juga dan mempostingnya di grup sekolah.
"Buat Lo Diva, jangan pernah muncul lagi di sekolah ini! Gue yang ngeluarin Lo dari sini!" Ucap Varel dengan nada suara yang meninggi.
"Rel, gu-gue ga sengaja. Please jangan keluarin gue dari sekolah ini" mohon Diva.
Varel diam tak menggubris perkataan Diva kemudian menarik tangan Zania dan pergi.
Varel membawa Zania ke ruangan ganti baju."Ganti dulu baju Lo" pinta Varel.
Zania langsung masuk keruangan untuk mengganti baju, tentunya di dalamnya sudah di sediakan baju sekolah mereka. Setelah selesai Zania keluar menghampiri Varel.
"Ayo" Varel menggenggam tangan Zania kemudian pergi.
"Kemana?" Tanya Zania heran.
"Rooftop" ucap Varel singkat.

KAMU SEDANG MEMBACA
VARELZA (END)✔️
Teen Fiction21+ 🔞⚠️ free gif 😌 (semua cerita lengkap) "Hei kamu! Jangan bunuh diri! Aku tau pasti kamu lagi banyak masalah, tuhan akan marah jika kamu sampai nekat lakuin hal ini" teriak Varel. Zania menoleh ke arah samping menatap anak laki-laki yang seumura...