Setelah lewat dua mata pelajaran kini waktunya untuk istirahat, Varel dan temannya menjemput Zania di kelasnya sebelum ke kantin. Belum sempat Varel memasuki kelas Zania, kedua sahabatnya keluar dari kelas secara bersamaan.
"Nyari Zania?" Tanya Alika.
"Hm" angguk Varel.
"Zania masih belajar sama Bu Sri di ruangan Laboratorium, kan Senin depan ada olimpiade" jawab Alika.
"Ini kita mau kesana, mau ikut?" Tanya Maira.
"Hm" Varel mengangguk pelan.
Kemudian Varel mengikuti Alika dan Maira dari belakang tak lupa dengan temannya juga pasti ikut.
Varel langsung menghampiri Zania di ruangan di sana Zania duduk bersebelahan sama Bagas."Ehem, permisi ini udah waktunya istirahat jadi saya mau bawa pacar saya pergi" ucap Varel lalu memeluk Zania dari samping.
Bagas dan Yunita tentunya kaget akan kedatangan Varel beserta teman-temannya.
"Yu sayang kita ke kantin, kalo belajar terus nanti kamu lupa makan ntar yang ada kamu sakit, kalo kamu sakit kan aku juga yang khawatir" ucapan Varel membuat Bagas terbakar api cemburu serta membuat beberapa temannya geli mendengar ucapan Varel. Sementara Zania hanya mengangguk kecil dan tersenyum.
"Ini penampakan apalagi ya ampun" lirih Maira.
"Sosweet banget ya, kasihan yang JOMBLO" ucap Noval dengan menekankan kata jomblo sembari menatap Bagas.
Mereka akhirnya pergi ke kantin sementara Bagas hanya diam di tempat tanpa bicara sepatah kata pun. Yunita menatap Bagas seolah ada emosi pada dirinya.
"Anjing!" Umpat Bagas sembari mengepalkan kedua tangannya.
"Lo suka sama Zania?" Tanya Yunita menatap Bagas pelan.
"Enggak, gue cuma... Cuma malas aja kalo ketemu mereka" kesal Bagas.
"Bukannya Varel itu saudara Lo?" Tanya Yunita.
"Hm ya gitu deh" jawab Bagas singkat.
Sementara itu Varel dan Zania melewati koridor kelas Di susul oleh temannya di belakang, mereka sudah seperti bodyguard saja. Tentunya banyak sorot mata yang melihat kearah mereka. Banyak yang merasa patah hati karena Varel kini sudah mempunyai pacar. Dan ada juga banyak yang mengatakan mereka berdua good couple.
Dari kejauhan terlihat Kenia mengepalkan kedua tangannya dengan penuh emosi menatap Zania.
"Awas Lo!" Gumam Kenia.Di kantin Mereka memesan minuman dan makanan sepuasnya karena di traktir oleh Varel sebagai pajak jadiannya.
"Eh gue boleh bawa gebetan gue ga?" Tanya Noval pada semuanya.
"Boleh aja sih, sekalian Lo ngenalin ke kita" Jawab Varel. Sementara yang lainnya hanya mengangguk saja.
Noval pergi sebentar kemudian kembali ke kantin.
"Dea?" Kaget Zania.
Dea adalah teman sekelas Zania, dia dudul di sebelah Maira sedangkan Alika di sebelah Zania.
"Siapa?" Tanya Varel heran.
"Namanya Dea, dia sekelas sama kita bertiga" jawab Zania.
"Ouh ini gebetan Lo?" Tanya Angga.
"Yoi bro" jawab Noval dengan bangganya.
"Hai semuanya" sapa Dea dengan canggung.
"Jadi kapan pacarannya nih?" Tanya Agus.
"Eh Lo ngomong ga ada di filter anjing" ucap Noval.
"Ya kan lagi PeDeKaTe anjing" ketus Noval.
"Udh langsung jadian aja" sambung Angga.

KAMU SEDANG MEMBACA
VARELZA (END)✔️
Ficção Adolescente21+ 🔞⚠️ free gif 😌 (semua cerita lengkap) "Hei kamu! Jangan bunuh diri! Aku tau pasti kamu lagi banyak masalah, tuhan akan marah jika kamu sampai nekat lakuin hal ini" teriak Varel. Zania menoleh ke arah samping menatap anak laki-laki yang seumura...