Chapter 27

9.3K 387 3
                                    

"anak-anak silahkan barang bawaannya di letakkan di atas mobil" ucap Bu Sri.

"Iya Bu" jawab Zania.

Semua barang sudah tertata rapi di mobil, mereka pergi menaiki bus milik sekolah. Jarak dari sekolah ke tempat lokasi sekitar satu jam.
Setelah sampai, mereka langsung mendirikan tenda perkelompok, dan tenda cewek di pisahkan dengan tenda cowok.

Untuk makanan, mereka akan masak masing-masing perkelompok. Kali ini para cewek membuat makan malam untuk anggota kelompoknya, sementara yang cowok mendirikan tenda.

Setelah selesai mereka istirahat sejenak.
Kawasan tenda kelas XI dan X di pisahkan.
Setelah tenda selesai, mereka semua kembali menata barang bawaan mereka di tenda masing-masing. Selesai makan malam, semuanya berkumpul di lapangan yang sudah di siapkan api unggun.

"Semuanya duduk perkelompok ya" ucap Bu Sri.

Kenapa cuma Bu Sri? Karena Bu Sri yang menghandle seluruh angkat kelas XI, tak hanya Bu Sri guru yang lainnya juga ikut berpartisipasi di sana. Setelah duduk perkelompok para guru memberikan arahan dan sepatah kata untuk pertemuan kali ini. Mereka akan menginap di perkemahan hanya dua malam saja.

"Malam ini, para murid di perbolehkan untuk bersantai dan besok baru mulai untuk ujian.
Tentunya yang punya pacar duduknya bersamaan, kalo yang jomblo entah lah.

"Eh kita bakar ayam yu" ajak Alika.

"Tadi beli ayam?" Tanya Zania.

"Iya" balas Alika.

"Gue sih gass aja, gimana yang lain? Setuju ga?" Sambung Maira.

"Setuju!" Jawab semuanya dengan semangat.

"Za, bumbunya Lo yang ngeracik ya" ucap Dea.

"Iya tenang aja" balas Zania tersenyum.

"Biar gue potong ayam nya jadi kecil-kecil" timpal Agus.

"Gue yang tusukin" sambung Varel.

"Gue cuciin ayamnya" timpal Agus.

"Gue yang bakar ayamnya deh" ucap Angga.

"Gue yang makan"sambung Noval.

"Dih apaan lu enak banget tinggal makan doang, kalo gitu gue juga mau" celetuk Alika.

"Enak banget ya tuan raja" ucap Dea.

"Masing-masing harus ada tugasnya" sambung Zania.

"Haha rasain lu, di serang" timpal Varel.

"Iya deh iya maaf, bercanda doang bestie" balas Noval.

"Idih najis" ucap Agus.

"Sejak kapan Lo manggil bestie?" Tanya Maira.

"Sejak temenan sama kalian haha" balas Noval.

"Ini siapa yang bawa pengaruh buruk sih, kenapa Noval jadi lemah gemulai" ucap Angga.

"Lemah gemulai ga tuh" sambung Agus.

Mereka semua bercerita dan tertawa riang, terlihat sangat bahagia, terlihat seperti tidak ada beban yang mereka rasakan. Beberapa menit kemudian mereka selasai membakar beberapa ayam lalu menyantapnya dengan lahap. Tak lupa mereka juga memberikannya pada kelompok yang ada di dekat mereka untuk mencicipi masakannya.

Setelah selesai Varel dan Zania duduk bersama di dekat api unggun dan juga beberapa anak yang lain memainkan gitar.

"Makasih" ucap Varel sembari menggenggam tangan Zania.

"Makasih buat apa?" Tanya Zania heran.

"Makasih udah mau jadi pacar aku" balas Varel tersenyum.

"Hmm" Zania tersenyum.

VARELZA (END)✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang