Chapter 16

13.2K 498 19
                                    

Kini hari-hari Zania di sibukkan dengan  belajar, karena olimpiade akan di laksanakan seminggu lagi. Akhir-akhir ini Zania terus bersama Bagas dan Yunita. Untuk belajar bersama.

"Nanti ke kantin bareng yuk" ajak Bagas.

"Kalian berdua aja, gue sama doi" ucap Yunita.

"Pacaran mulu lu" ketus Bagas.

"Ya dari pada lu, emang lu punya pacar?" Tanya Yunita hingga membuat Bagas terdiam.

"Hmm ya lagi usaha, doain bentar lagi" jawab Bagas.

"Siapa? Ceritain dong" ujar Zania.

"Nanti, kalian bakal tau" jawab Bagas tersenyum manis.

"Yaelah lu" ketus Yunita.

Beberapa saat kemudian jam istirahat pun sudah tiba,  Zania dan Bagas pergi menuju kantin, dalam perjalanan menuju kantin Mereka bertemu Varel and the geng. Varel hanya menatap dengan tatapan dingin.

"Mau ke kantin juga? Kita duluan ya bye" ujar Bagas kemudian menggenggam tangan Zania dan menariknya perlahan menjauh dari hadapan Varel.

"Tu anak maunya apa?" Kesal Agus.

"Semua yang berkaitan dengan Varel di rebut semua njir" sambung Noval.

"Ga ada otak emang ya" timpal Angga.

"Ga apa-apa, kita lihat aja permainannya lebih dahulu"  ucap Varel kemudian tersenyum miring.

Sepanjang jalan menuju kantin Bagas terus menggenggam tangan Zania, sehingga banyak sorot mata yang tertuju ke arah mereka berdua.

"Eh Zania pacaran sama Bagas?"

"Ihh kok cocok?"

"Lah? Bukannya Zania Deket sama Varel?"

"Mereka ko gandengan?"

"Wah info baru nih, fotoin ahh"

"Itu kak Bagas gandeng Kak Zaniaa"

"Aaa kak Bagass"

"Dasar caper"

"Njir keduanya di embat"

"Murahan banget si"

"Yang bener Varel apa Bagas si, keduanya di embat bangsat"

Varel melewati koridor kelas menuju kantin, banyak Sorot mata yang melihat kearahnya.
Varel mendengar semua bisikan dan gosip tentang Zania dan Bagas, perasaannya kacau bercampur jadi satu. Ia tak tau perasaan apa ini sehingga membuat hatinya menjadi tak karuan.

"Kalo Lo suka sama Zania, kejar dong, nanti keburu di ambil Bagas" ucap Angga.

"Apaan si, siapa juga yang suka" balas Varel kesal.

"Udah ga usah gengsi, kita semua juga tau kalo Lo suka sama Zania" sambung Noval.

"Bener tuh, kita juga tau kalo Lo cemburu lihat Zania sama Bagas" timpal Agus.

"Berisik!" Ucap Varel kemudian pergi meninggalkan temannya.

"Rel, gengsi bakal kalah sama yang pemberani" teriak Angga.

Varel kemudian menoleh kebelakang langsung mengacungkan jari tengahnya kepada teman-temannya.

"Lah? Tu anak di bilangin malah What the fuck man" ucap Noval sembari menggelengkan kepalanya.

VARELZA (END)✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang