TPL IX : first kiss

37.9K 2.8K 14
                                        

Sebelum baca, tekan bintang nya dulu Yuk!

Maaf kalau ada typo yaaa.
Happy reading!!

****

Anne belum sadarkan diri sejak kejadian sore tadi. Mata indah gadis memilih untuk tidak menampakan diri terlebih dahulu.

"Tidak terjadi apa apa pada tubuh nya. Menurutku ini bukan soal kesehatan Alpha. Tapi aku telah menyiapkan obat jika memang perlu. Menurut ku, hanya healer tradisional yang mengerti tentang ini"

Begitulah kira nya yang dikatakan dokter pack sebelum meninggalkan semua orang dari kamar sang Luna.

"Andrew"

"Yes Alpha?"

"Perintahkan para maid untuk mengantar semua barang barang Anne ke kamar ku,"

"Baik Alpha"

****

Anne mengerjapkan mata nya menyesuaikan dengan cahaya lalu membuka nya dengan penuh. Ia mengerutkan dahi saat tau ini bukan kamar yang selama ini ia tempati.

Mata Anne menangkap dua orang pria tengah berbincang. Satu adalah soulmate nya, dan satu lagi adalah pria tua yang Anne tak kenal sama sekali. Anne melihat raut wajah serius di wajah Axton, namun ada raut khawatir yang luar biasa di wajah itu.

"A-axton?"

Pria yang di panggil itu menoleh bersama pria Tua yang bersama nya. Axton dengan sigap mengambil posisi duduk di samping tubuh Anne yang berusaha untuk bangkit duduk, membantu nya lalu menatap gadis itu penuh khawatir.

"Bagaimana keadaan mu? Apa kau merasa sakit?"

Anne menatap Axton dengan bingung. "Badan ku hanya sedikit pegal. Aku dimana? Kenapa aku disini?"

"Apa kau mengingat sesuatu?" Pria Tua itu langsung bertanya membuat Anne menoleh.

"Tentu. Aku sedang melukis di taman, lalu.. Layla menganggu ku, kami berkelahi dan.." Anne berusaha mengingat.

"Apalagi mate?" Tanya Axton penasaran.

"Aku tidak ingat.."

Axton dan pria Tua itu bertatapan cukup lama. kedua mata mereka terlihat kosong dan Anne tau mereka sedang melakukan mindlink.

"Saya pamit dulu Alpha dan Luna" ujar Pria itu tiba-tiba membuat Anne mengerutkan dahi nya namun tak urung juga ia mengangguk kecil.

"Axton apa yang terjadi?"

Axton menghembuskan nafas nya. "Aku sudah mengatakan pada mu untuk sarapan dengan baik Anne, kau tidak menurut dan akibat nya kau pingsan"

"Benarkah? Hanya karena itu?" Tanya Anne tidak percaya.

"Cukup sekali saja ini terjadi, lain kali kau harus menurut kepada ku" ujar Axton tegas membuat Anne mengangguk kecil.

"Dan ini dimana?"

"Kamarku"

"Hah?!"

Axton menatap Anne dengan mengkerutkan dahi nya. Haruskah se kaget itu?

"Aku akan meminta maid menyiapkan air hangat untuk mu" ujar Axton.

"Di kamar ku?"

"Disini"

"Axton jangan bercanda"

"Apa aku terlihat bercanda?"

Anne menatap wajah Axton, berusaha mencari kebohongan di wajah pria itu. Namun nihil.

The Predicted LunaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang