haii, i'm back! siapaa kangen papa Axton dan mama Anne? HAHAHA.
Anw nanti di bagian akhir ada info penting ya. Juga ada part mature, walau ga explisit, tapi takut kalian ga nyaman aja. bisa di skip ya, aku bakal tandain kok.
Oke deh, happy reading.
Vote and coment yaaa!
***
Ruang rapat tampak sesak, seluruh kursi diruang rapat kini hampir penuh diisi oleh para petinggi pack. Hanya dua kursi lagi yang belum diduduki, yaitu kursi pimpinan dan tangan kanannya.
Semua orang tampak siap di dalam sana. Terdapat ambisi disetiap jiwa yang sedang duduk disana menunggu sang pemimpin masuk. Lalu ketika seseorang mengabarkan bahwa sang Alpha sudah datang, semuanya berdiri, bersiap menyambut.
Dengan stelan jas hitam dan sebuah pin berlambangkan silvermoon pack di dada kanannya, Axton masuk dan mendapatkan hormat dari seluruh petinggi dengan cara menunduk.
Axton berdiri tepat di depan kursi yang memang dimaksudkan untuk sang pemimpin. Matanya menyorot kedepan tanpa ekspresi dan semua orang menegakkan tubuh ketika Axton berkata, "rise!" Axton akhirnya duduk dan seluruh petinggi pun melakukan hal yang sama.
Rapat pada saat itu dibuka dengan topik persiapan peperangan yang sudah berjalan delapan puluh persen. Dari persenjataan hingga pangan yang harus disediakan jika saja peperangan harus berlangsung lebih lama dari yang dibayangkan. Warrior juga sudah mendapat pelatihan lebih bahkan oleh Axton sendiri. Hingga tibalah saatnya membahas tentang ajuan perdamaian.
Menang ataupun kalah, saat perang, pihak manapun akan dirugikan. Banyak orang akan kehilangan keluarga saat peperangan. Walau Axton sebenarnya tak mau berdamai sebab apa yang telah dilakukan pihak lawan pada belahan jiwanya, tapi Axton tidak boleh egois, Ia harus memikirkan rakyatnya. Pack ini bukan hanya tentang dirinya.
"Alpha, pihak kita akan mengirimkan utusan untuk pengajuan perdamaian. Tapi jika pihak lawan menolak, maka peperangan akan dilanjutkan."
Axton menatap kedepan beberapa saat. Pikirannya tertuju pada belahan jiwa serta puteranya yang baru saja lahir. Ada resiko yang harus Ia tanggung. Puteranya, pewaris tahta nya akan sangat bahaya selama peperangan.
Axton akhirnya berdiri dan menatap semua orang disana. "Lanjutkan apa yang harusnya dilakukan sebelum peperangan. Rapat saya tutup sampai disini." Lalu Axton bergegas keluar di ikuti kedua tangan kanannya, Andrew dan Jason.
****
Utusan perdamaian sudah dilakukan dari pihak silvermoon pack menuju blackmoon pack. Pack yang dipimpin oleh Alpha Latino yang ternyata menaruh dendam padanya.
Walau sebenarnya Axton benci melakukan itu, tapi Ia harus. Mereka tidak bisa melewatkan kesempatan untuk berdamai karena ibu menyangkut nyawa orang orang di packnya.
Sebenarnya ini semua akan sangat mudah jika saja Blackmood pack tidak menggunakan black witch di balik pasukan mereka. Bagaimana pun Axton adalah pimpinan dari pada Alpha. Kekuatan militer pack nya lebih tinggi dari pack manapun.
Tapi tidak apa, Axton yakin pada kekuatan dan kekompakan pack nya. Axton yakin akan dapat memenangkan peperangan sialan ini.
Axton menoleh saat mendengar ketukan pintu diruang kerjanya. Ia memerintahkan siapapun yang disana untuk masuk melalui mindlink.
"Alpha! Anda harus melihat ini."
***
Axton menggeram marah. Tangannya terkepal dengan sangat kuat melihat kondisi warrior yang pulang sudah seperti mayat hidup.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Predicted Luna
Fantastik"Layak nya anak mu yang mewarisi kedudukan sebagai Alpha dari segala Alpha, begitu pula belahan jiwa nya akan menjadi Luna dari segala Luna, bijak dari segala yang bijak, hebat dari segala yang hebat, dan cantik dari segala yang cantik. Semua kaum i...
