TPL XX : the truth

32.1K 2.3K 36
                                        

Yang kemarin minta part nya di panjangin, nih nih udah aku kasih

Jangan lupa vote duluu!

Maaf typo bertebaran!

Happy reading!!!

*****

Anne mengerutkan dahi nya. Ia menatap wajah Axton bingung.

"Aku terpaksa Anne, aku harus melakukan nya untuk menyelamatkan nyawa mu. Aku harap kau mengerti, maafkan aku," ujar Axton.

Anne semakin di buat bingung. Ia mengelus pelan pipi Axton dan menatap pria itu, "apa yang kau maksud Axton?" Tanya nya dengan suara lemah.

Axton menatap Anne, "aku telah mengklaim mu Anne, maafkan aku," ujar nya.

Anne terdiam sesaat, "apa karena itu aku merasa penuh sekarang? Tapi untuk perubahan ini? Aku--"

"Ya, mungkin itu karena klaim ku. Tapi untuk perubahan mu, aku pun tak tahu pasti, Anne"

Anne menatap Axton, ada rasa penyesalan di mata pria itu walau pasti rasa puas juga menghantui nya. Mengklaim belahan jiwa nya pasti membuat setiap he wolf merasa senang kan?

"Terima kasih," ujar Anne membuat Axton bingung.

"Kau telah menyelamatkan ku, terima kasih," sambung Anne.

Axton merasa sangat senang dan lega. Di peluk nya gadis itu dengan erat. Membayangkan akan kehilangan Anne membuat dada nya sangat sesak.

Axton mencium pucuk kepala Anne, "aku akan menceritakan semua nya pada mu setelah kau membaik nanti, aku berjanji Anne," ujar nya.

****

Anne sibuk menatap penampilan nya di depan cermin. Benar benar bukan seperti dirinya. Kenapa semua ini bisa terjadi??

Anne sudah berusaha bertanya tadi pada Axton tapi pria itu bilang dirinya belum cukup baik untuk mengetahui segala nya. Memangnya hal apa yang mampu membuat kesehatan Anne memburuk lagi?

"Anne"

Anne langsung saja menoleh saat nama nya di panggil. Lagi lagi ia mencium aroma memabukkan yang timbul dari Axton.

"Apa kau mengganti parfum mu?" Tanya Anne begitu polos.

Axton terkekeh, ia berdiri di belakang kursi rias lalu memandang Anne dari cermin.

"Kenapa? Aroma seperti apa yang kau hirup?"

Anne berfikir sebentar, "sulit di deskripsikan, tetapi seperti aroma vanila bercampur dengan sedikit aroma lavender." Kombinasi yang aneh, tapi cukup membuat candu untuk Anne.

Axton terkekeh, tubuh nya merunduk sedikit, "itu lah yang aku hirup selama ini saat bertemu dengan mu. Setelah kau mendapat klaim ku, kau akan merasakan segala sesuatu yang aku rasakan. Mate Bond kita menguat Anne," jelas nya.

Anne memasang wajah takjub, "benarkah?"

Axton terkekeh, ia mengecup pelan rahang Anne, "aku merindukan mu," ujar nya.

Anne tersenyum, dia berdiri dan segera menghadap pada Axton, dengan pelan dia merengkuh pria itu dan menenggelamkan kepalanya di dada Axton, tempat favorit nya.

Axton tersenyum dan membalas pelukan itu. Di cium nya pucuk kepala Anne penuh sayang lalu di elus nya surai Anne.

Axton menangkup pipi Anne lalu menatap mata gadis itu. Setelah nya tatapan Axton turun pada bibir merah muda alami yang di miliki Anne. Lalu dengan pelan Axton mengecup nya, mendiami nya beberapa saat lalu mulai melumat bibir gadis itu pelan.

The Predicted LunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang