TPL XXV : positive

31.8K 2.1K 24
                                        

Sebelum membaca, ayo teman bintang nya dulu.

Happy reading ya!

(Komen aja kalau ada typo)

****

Axton menegakkan tubuh nya yang awal nya bersandar di kursi. Rahang pria itu menegang sambil menatap ke arah Adena.

Anne bahkan menatap bibi nya tak percaya. Apa bibi nya sedang malantur?

"What do you mean?" Tanya Axton.

Jantung pria itu berdebar dengan keras. Axsa bahkan meraung raung di pikiran nya mendengar hal itu dari bibir Adena.

"Kenapa kalian terlihat terkejut? Bukan kah kalian sudah tahu?" Adena malah membalas dengan bingung.

Blair mengerjapkan matanya tak percaya. Oh Dewi, secepat ini?

"Tahu apanya bibi?" Tanya Anne seperti orang bodoh.

"Tentu saja kehamilan mu!"

"Luna hamil?" Tanya Jason.

Adena mengangguk. "Jadi kalian semua belum tahu hal ini?!"

WHAT?!

Jantung Anne seperti berpacu dua kali lipat. "tidak bibi, aku juga seorang angel. Seharusnya aku tahu---"

"Seorang angel tak bisa mengetahui kehamilan nya sendiri, sayang." Jelas Adena.

"Tapi kakak--"

"Christian sendiri yang memberi tahuku sebelum aku disini. Dia mengatakan untuk tidak mengajarkan mu hal yang berat karena kau sedang mengandung."

Bibir Anne terasa kelu. Kenapa Christian tak memberi tahunya?

"Oh astaga, kenapa kalian hanya diam?! CONGRATULATION!!"

Blair terlihat heboh. Senyum merekah hadir di setiap wajah para anggota pack yang hadir di meja makan itu.

Penerus mereka akan hadir.

****

Kini semua tengah hadir di kamar sang Alpha. Dimulai dari Alpha, pasangan Beta, Jason, dan Adena hadir untuk mengetahui keadaan sang Luna.

Jantung Axton berpacu dua kali lebih cepat menunggu dokter memeriksa keadaan Anne. Takut apa yang sudah ia harapkan hanya kebohongan semata.

Stella-- pack doctor yang memeriksa Anne tersenyum. "Kandungan nya sudah berumur dua minggu. Kalian tahu pertumbuhan janin werewolf dua kali lebih cepat dari pertumbuhan manusia biasa. Jadi perubahan akan terjadi begitu cepat. Aku ucapkan selamat pada kalian, Alpha dan Luna."

Rasa bahagia menyebar ke seluruh relung hati Axton dengan cepat. Ia mulai merasakan Bond antara dirinya dan Anne perkuat dengan kehadiran bayi itu.

"Usia kandungan Luna masih sangat rentan. Aku mohon untuk menjaga pola makan Luna. Ia tak boleh banyak pikiran yang akan mengakibatkan dia setress. Luna juga tak boleh lelah dan melakukan hal-hal berat." Ucap Stella yang di dengarkan dengan baik oleh orang orang disana.

"Saya akan mengirimkan segala kebutuhan Luna selama masa kehamilan nya. Saya juga akan datang dua Minggu sekali untuk memeriksa nya. Saya pamit dahulu, Alpha."

Setelah kepergian Stella, Axton memerintahkan semua orang untuk meninggalkan mereka dan memberikan privasi.

Setelah terdengar suara pintu yang terkunci, Axton mendekat pada Anne. Setiap langkah nya sangat pasti membuat Anne yang merasakan aura pria itu menunduk.

Axton duduk di sisi ranjang yang ditiduri oleh Anne. Tangan nya terulur memegang telapak Anne dan menarik nya pelan. Pria itu mengelus pelan punggung tangan Anne dan mencium nya.

The Predicted LunaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang