TPL XVI : storm

32.1K 2.5K 40
                                        

AAAAAAAA!
ga nyangka bangett udah 11k.
Akuu kagettt sshshsh.

Jangan lupaa buatt vote and coment yaa! Follow jugaa kalau ga keberatan hihi. Share jugaa cerita ini ke temen temen kamu okayy?

Happy reading!!

****

Pagi yang cerah, sinar matahari yang mengintip dari balik tirai jendela dan mengusik tidur Anne. Mata gadis itu perlahan terbuka dan ia berusaha mengumpulkan nyawa nya.

Anne menoleh ke samping tapi tidak menemukan Axton di tempat nya. Anne menatap ke arah kamar mandi, namun tak ada suara aktivitas apapun di sana.

Anne menurunkan kaki nya lalu berusaha berdiri. Anne belum terlalu kuat menopang tubuh nya yang seperti kelelahan tapi gadis itu tetap berusaha berjalan ke arah kamar mandi dan melakukan ritual nya.

Dua puluh menit berlalu dan Anne siap dengan gaun simpel nya, rambutnya ia biarkan saja terurai dan hanya pelembab bibir yang ia pakai. Namun aura gadis itu benar benar sangat khas. Gadis itu begitu cantik.

Anne keluar dari kamar nya dan menemukan beberapa warior dan maid menjaga di sekitar. Kenapa semakin banyak penjaga disini?

"Luna, kenapa anda keluar? Apa anda membutuhkan sesuatu?"

Anne menoleh, gadis itu menggeleng kecil.

"Aku tidak apa apa, sarapan pasti akan segera di mulai jadi aku harus segera bergegas"

Maid dan para warior saling pandang. "Luna, kami bisa menghantarkan sarapan mu ke kamar," ucap salah satu maid.

Anne menggeleng "aku baik baik saja, aku akan makan bersama anggota pack"

Anne mengerutkan dahi nya ketika melihat ekspresi kedua maid itu. "Ada apa?" Tanya nya.

"Ah tidak Luna, kami akan menghantar anda"

****

Pengawal membukakan pintu ruang makan untuk Anne dan semua orang yang berada disana menoleh pada nya. Entahlah, tapi bagi Anne tatapan tatapan mereka sangat aneh. Seperti sedang ada yang di sembunyikan.

Tidak terkecuali Axton, pria itu langsung berdiri dan menatap khawatir ke arah nya.

"Anne, kemarilah"

Anne mendekat ke arah Axton dan duduk di samping nya.

"Aku harap tak ada yang membahas masalah kemarin, tak ada satu pun dari kalian yang boleh memancing amarah Anne. Dan raja Christian, aku meminta mohon pada mu untuk tidak mengatakan apa apa. Nanti, setelah Anne pulih, aku berjanji akan mengatakan semua nya pada nya"

Axton mengingat perkataan nya pada semua orang. Axton bernafas lega karena tidak terlambat mengatakan itu semua.

"Bagaimana keadaan mu sweet mate?"

Anne menoleh "aku baik baik saja Axton, tidak masalah."

Axton memperhatikan wajah Anne, dirinya lega melihat wajah gadis itu tidak pucat seperti kemarin.

Sedangkan raja Christian terus menatap khawatir adik nya. Ingin sekali pria itu memeluk Anne dan berkata bahwa Christian adalah kakak nya. Namun Ia Tahan, Christian tidak boleh egois.

Setelah nya, sarapan di hidangkan di meja. Tak ada pembicaraan lagi, semua sibuk dengan makanan di depan mereka. Aneh.

****

Hari ini tidak begitu cerah, awan awan hitam menutupi kehadiran matahari.

Anne berdiri di taman depan pack house. Semilir angin menerpa wajah nya dan membuat beberapa helai rambut gadis itu menari nari melewati wajah nya.

The Predicted LunaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang