TPL XXIV : cupcake

31.1K 2.3K 52
                                        

TPL UPDATE!

sebagai permohonan maaf karena lama update, akuu buat cerita dengan 3k word pada bab inii!! YEYYY!

Semogaa suka yaa, happy reading!

****

(Komen aja kalau kalian Nemu typo ya!)

****

"Dia adalah anak seorang black witch."

Axton mengeraskan rahang nya mendengar fakta yang keluar dari bibir Andrew.

Seminggu telah berlalu, seakan tak terjadi apa apa setelah itu, namun ternyata Axton bergerak untuk menyelidiki semua yang terjadi. Tentu saja tak bisa di biarkan begitu saja. Jangan lupa bahwa ayah dari wanita itu masih menjabat di tahta nya. Tak ada yang bisa memberatkan Alpha itu, kecuali satu hal..

"Bagaimana bisa, yang aku tahu mate nya adalah seorang manusia? Hal itu sangat hangat di perbincangkan dulu," Jason bertanya bingung.

"Ya, tak terima dengan sosok mate nya, ia memilih untuk menjalin hubungan dengan seorang black witch lalu memiliki seorang Puteri dari nya. Itulah mengapa Agatha bisa melakukan hal yang tak terduga," terang Andrew.

"Lalu.. bagaimana dengan mate nya?"

"Tidak ada yang tahu kabar wanita itu, mati atau pun hidup," ucap Andrew lagi.

Axton tersenyum miring, sesuatu yang tak terduga tiba tiba muncul di kepala nya mendengar penjelasan Andrew.

"Kirimkan mata mata untuk mencari tahu keberadaan mate Alpha Latino, aku membutuhkan nya," titah Axton.

****

Sedangkan Anne sekarang berdiri disini, memakai gaun di atas lutut dengan celana hitam di gunakan di dalam nya. Rambut nya yang berwarna silver di gulung dan menyisakan anak rambut nya yang menambah kesan manis.

Wanita itu berdiri menghadap sang kakak yang sedang melipat tangan nya di dada.

Mereka berdua sedang berdiri di salah satu lokasi pack yang berlapangan luas, di penuhi oleh rerumputan hijau, dan angin yang berhembus dengan tenang.

"Ini adalah hari pertama mu, kita hanya akan mempelajari hal hal mendasar, dan untuk hari ini kau akan mempelajari cara mengeluarkan sayap mu," ujar Christian yang di angguki oleh Anne.

"Pejamkan mata mu dan rasakan kehadiran diri mu sendiri," mulai Christian.

Anne memejamkan matanya, meresapi setiap kehadiran diri nya. Angin yang berhembus dengan tenang menambahkan kesan nyaman.

"Tetap fokus pada diri mu sendiri, rasakan bahwa alam mengizinkan mu untuk melakukan nya."

"Bayangkan kau bisa melakukan nya, bayangkan sayap mu sedang terkepak dan kau sudah menari nari di udara."

Anne mengatur nafas nya yang entah kenapa memburu. Bayangan bayangan sayap yang terkepak indah entah kenapa bisa muncul dengan mudah di kepala nya.

Entah halusinasi atau tidak, Anne merasakan kaki nya tak menapak lagi di rerumputan. Secara reflek ia membuka matanya dan menatap kakak nya yang berada di bawah, memandang nya dengan senyum merekah memperhatikan nya.

Namun kejadian itu tak berangsur lama. Anne kehilangan fokus nya dan tak bisa menggerakkan dengan baik sayap nya. Christian dengan sigap menangkap nya yang perlahan turun.

Anne merengut kecil dan Christian terkekeh di buat nya. "Kau kehilangan fokus mu, Anne."

Anne menghembuskan nafas nya pelan dan memposisikan dirinya untuk berdiri. Entah kenapa, dirinya merasa lelah.

The Predicted LunaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang