Happy Reading guys^^
.
.
.
.
.
"Youre mine, my dear. Remember that."
Kini kedua serigala itu berada dalam posisi tumpang tindih di mana Justin wolf silver Jarvis menahan pergerakan serigala coklat dalam kungkunganya. Setelah melihatnya dari dekat Justin dapat melihat iris gold mate~nya berpadu dengan bulu coklat yang tebal dan lembut. Jauh dari citra buruk rogue yang biasa di temuinnya. Elok bagai bunga tratai yang hidup di danau berlumpur.
Lengah, sebuah cakaran mendarat di pipi Justin diikuti tendang dengan dari dua kaki belakang hingga Justin terpaksa mundur. Memanfaatkan celah kecil itu, serigala coklat segera berlari mencoba meloloskan diri. Namun, ia tidak tau sedang berhadapan dengan siapa sehingga dalam waktu singkat dirinya kembali terjebak dalam kungkungan serigala silver yang enggan melepaskannya.
"Kita adalah sepasang mate yang di takdirkan bersama. Tidaklah kau senang berjumpa denganku." Justin menggeram.
"Persetan dengan ikatan mate atau apalah itu. Aku hanya akan hidup bebas sesuai keinginanku dan tak ada seorangpun yang bisa menghalanginya." Balas Serigala coklat dengan tatapan permusuhan.
Dengan berbagai upaya, serigala coklat itu kembali melepaskan diri dari kungkungan Justin. Berbeda dari sebelumnya, serigala itu tidak lagi melarikan diri namun lebih memilih untuk melakukan perlawanan yang agresif. Dengan brutal serigala coklat menyerang Justin. Serigala yang tumbuh besar dan kuat di alam liar dengan serigala yang tumbuh di pack memang berbeda. Kerasnya tantangan alam yang menempanya menjadikannya sosok serigala tangguh yang cerdas dan kuat demi menghadapi selesai alam yang ketat.
Justin lebih sering menghindar dari pada menyerang saat menghadapi perlawanan mate~nya. Justin tak ingin melukai mate yang telah ia tunggu dan sebut dalam doanya di siang dan malam kepada Moon Goddess. Bahkan Justin rela membiarkan tubuhnya menderita beberapa cakaran dan goresan dalam dan menyakitkan yang di torehkan oleh mate~nya. Namun di sisi lain Justin harus segera kembali karena Siera dan Alexa, adik kesayangan Alpha dan calon lunanya sedang dalam bahaya. Jadi Justin harus menyelesaikan urusannya secepatnya.
"Cukup, hentikan. Jika kebebasan yang kau inginkan maka aku akan memberikannya." Mendengar ucapan Justin membuat Serigala coklat berhenti menyerang lalu mundur mengambil jarak aman.
"Dengan cara apa?" Tanya Serigala coklat waspada.
"Rejection." Balas Justin.
"Bagus sekali, tapi yakinkan aku kalau ini bukan hanya sekedar trik."
Justin melakukan shift dengan Jarvis. Kini semuanya bergantung pada he~nya.
"Ini bukan trik. Jika bertarung sekarang kemungkinan bagiku untuk menang sangatlah tipis. Jadi mari buat kesepakatan. Biarkan she~mu mengambil alih dan beritahu aku nama lengkapnya agar aku bisa merejeckmu." Jarvis memulai negosiasi.
"Beritau saja namamu, biarkan she~ku yang merejeckmu."
"Kau akan tau namaku begitu aku memulai sumpah penolakan. Sekarang biarkan she-mu mengambil alih." Balas Jarvis tersenyum menyeringai seolah-olah mengucapkan rejection bukanlah apa-apa.
"Trik yang bagus tapi aku tak akan tertipu."
"Kau pikir kau ini siapa? Kau hanya rogue liar berkasta rendah, seorang omega bahkan lebih baik dari mu. Bukan hanya kau satu-satunya shewolf di dunia ini. Setelah merejeckmu aku akan mencari gadis lain yang lebih baik dari pada rogue seperti dirimu!" Kali ini Jarvis berteriak marah. Kesal karena usahanya bernegosiasi baik-baik tak juga membuahkan hasil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Half Blood Mate
Manusia SerigalaAlexa Smith seorang shewolf malang dengan darah campuran yang mengalir dalam nadinya. Lebih menyedihkan lagi dia sering di siksa dan di perlakukan lebih buruk dari pada pelayan oleh para omega di pack yang menjadi satu-satunya rumah. Alexa tidak ber...
