21. Half Blood Scandal

1K 94 6
                                        

Happy Reading Guys...

*

*

*

*

*

Malam itu masih belum begitu larut. Hewan malam melolong sahut menyahut dan bulan bersinar terang di dampingi jutaan bintang. Waktu seperti ini biasanya banyak di gunakan penghuni pack untuk jalan-jalan melihat keramaian pertokoan atau hanya sekedar menghirup dinginnya udara malam.

Di tengah keramaian terlihat sosok ganjil berjalan di antara orang-orang yang berlalu lalang. Seluruh tubuhnya tertutup dari ujung kaki hingga ujung kepala menyisakan sepasang mata yang menatap tajam. Tujuannya ialah pusat informasi yang terletak tak jauh dari alun-alun Eclipse Pack.

Begitu masuk, bau debu dan kertas-kertas tua yang menolak pelapukan menyengat hidungnya. Tempat itu pun dapat di katakan ramai mengingat pusat informasi yang merangkap menjadi perpustakaan. Terlihat staf yang bekerja sedang sibuk bertransaksi informasi dengan kertas dan koin emas sebagai upah. Informasi memang mahal, karena informasi adalah pengetahuan, jika memiliki pengetahuan maka segera akan berubah menjadi kekayaan yang otomatis merangkap menjadi kekuatan. Begitulah dunia bekerja. Betapa besar dan mengerikannya dampak dari sebuah informasi.

Setelah seseorang selesai bertransaksi sosok itu mendekati salah satu staf yang tidak sibuk. Wajah-wajah lelah yang tidak terlalu ramah terpantul dari iris hitamnya yang tajam.

"Aku datang untuk menjual informasi."

Beberapa staf yang sedang bekerja mengalihkan fokusnya pada pelanggan tak biasa yang baru saja datang. Orang-orang datang ke pusat informasi untuk mendapatkan informasi dan bukan sebaliknya.

"Silahkan lewat sini." Salah satu staf membimbingnya ke sebuah ruangan tertutup yang jauh dari jangkauan orang-orang.

Ruangan itu cukup luas di dominasi warna coklat tua. Rak-rak penuh buku memenuhi nyaris di seluruh bagian ruangan. Bau apek dari buku-buku tua begitu menyengat meskipun tak semua buku yang ada di sana termasuk dalam jajaran buku lama.

"Informasi macam apa yang anda inginkan?" Kata seorang pria paruh baya yang nyaris tak memiliki rambut di tengah kepalanya. Pria itu tampak culas meskipun suaranya terdengar ramah.

"Aku kesini untuk menjual dan bukan membeli."

Detik berikutnya beberapa lembar kertas diletakkan dengan kasar di atas meja. Pelanggan misterius itu mengangkat dagu dengan angkuhnya.

"Aku dapat memastikan bahwa informasi ini akan mendatangkan keuntungan dengan harga yang pantas."

***

Pagi menyapa bersamaaan dengan embun basah yang segar di atas dedaunan. Udara dingin masih sedikit menusuk membuat siapa saja ingin terus tenggelam dalam dekapan lembut selimut di atas ranjang yang nyaman. Seperti Alexa saat ini, buaian bantal yang empuk membuatnya bangun kesiangan.

Biasanya dirinya bangun lebih awal dari Leon, memulai hari dengan mandi kemudian membantu Leon menyiapkan baju. Tak jarang Alexa juga membantu merapikan pakaian Leon yang sengaja tidak di rapikan agar Alexa bersedia membantunya sebelum turun dan sarapan bersama.

Namun pagi ini terasa berbeda. Sesuatu yang tidak mengenakan seperti mengganjal dalam benak Alexa. Berusaha mengusir rasa gelisahnya Alexa memutuskan untuk membersihkan diri sebelum memulai hari. Suara air yang nyaring terdengar diikuti aroma semerbak dari sabun yang Alexa gunakan. Setelah mandi, Alexa baru menyadari ada sarapan tersedia di atas meja juga secarik kertas berisi pesan.

Half Blood MateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang