Chronoux Picture ^^
Happy Reading Guys
***
Warna kelam dalam kehidupan Alexa perlahan-lahan mulai memudar. Hari-hari yang penuh dengan siksaan tak lagi ia rasakan. Sebaliknya, kini Alexa dikelilingi oleh orang-orang baru yang sangat menyayanginya. Terutama Leon. Perasaan hangat yang menyenangkan selalu ia rasakan setiap berada di sisinya.
Leon sering menghabiskan waktunya di ruang kerja mengurus pack namun hal itu tidak pernah membuat Alexa merasa kesepian karena Siera sering kali datang menemuinya. Perilakunya pun sangat imut seperti kelinci putih yang polos. Namun berbeda lagi jika bersama Jarvis. Beta Eclipse Pack yang notabenenya cerdas dan cekatan dapat di buat kelabakan oleh tingkah Siera.
Banyak hal yang Siera perkenalkan pada Alexa seperti menyulam, merajut, membaca, menggambar, tata krama dan aktivitas lain yang ringan. Bahkan Siera sampai menunjukkan rak-rak khusus di perpustakaan yang di penuhi novel-novel romansa favoritnya.
Tapi Siera tidak bisa mengajarkan hal seperti berkuda maupun bertarung atau olahraga berat lainnya. Tentu saja karena Leon melarangnya. Untuk aktivitas seperti itu haruslah berada dalam pengawasan Leon secara langsung karena khawatir pada Alexa yang sangat ringkih seperti gelas yang dapat pecah sewaktu-waktu bila tidak di jaga dengan hati-hati. Belum lagi, Leon tidak tau apakah Alexa memiliki sisi wolf yang akan melindungi dirinya atau tidak.
Pagi ini Leon akan mengajari Alexa secara langsung cara berkuda. Itu adalah syarat pertama untuk Alexa sebelum belajar mengangkat senjata karena fisik sangat di perlukan. Meskipun Alexa memiliki darah campuran werewolf dan Vampir namun kemampuan fisiknya malah jauh lebih lemah dan nyaris mendekati manusia biasa.
Keberadaan Arantine juga masih Alexa rahasiakan dari Leon. Alexa tidak ingin terus bergantung padanya. Setidaknya dengan memiliki keterampilan menggunakan senjata Alexa dapat melindungi diri tanpa menyusahkan orang lain.
Terdapat istal kuda beserta lapangan pacuan di selatan pack house. Di sanalah Leon membawa Alexa untuk memilih kuda yang akan ia tunggangi.
"Mereka semua, cantik." Itulah yang pertama kali Alexa katakan begitu melihat belasan kuda besar di dalam istal. Setiap kuda memiliki tubuh yang tegap dan berotot serta tinggi punggung yang rata-rata nyaris lebih tinggi di banding tinggi badan Alexa sendiri.
"Carilah kuda yang cocok denganmu." Leon tersenyum seakan memprediksi reaksi Alexa.
"Mencari?"
"Ada yang bilang kuda memiliki ikatan batin dengan penunggangnya. Kalau untuk itu aku tidak bisa membantumu." Leon menjelaskan sambil memberikan sebuah apel pada Alexa yang tampak semakin bingung.
"Untuk kudamu nanti."
Alexa mulai melangkah mendekati setiap kuda yang di pisahkan oleh sekat-sekat tinggi dari kayu yang kokoh. Tidak ada bau tak sedap yang tercium karena istal kuda di sana begitu terjaga kebersihannya. Sebaliknya hanya tercium aroma herbal yang menenangkan dan sangat di sukai kuda.
Setelah nyaris melihat semua kuda di istal Alexa merasa tertarik dengan dua kuda hitam yang terletak bersebelahan. Salah satunya tinggi menjulang, berbadan tegap, memiliki surai yang lebat dan bersih. Sedangkan kuda yang satunya sama hanya saja sedikit lebih kecil dengan sedikit bulu putih di keningnya, dan Alexa menjatuhkan pilihan padanya. Perlahan Alexa mengulurkan buah apel di tangannya dan kuda itu mendekat. Setelah sedikit mengendus akhirnya kuda itu memakan apel yang Alexa bawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Half Blood Mate
WerewolfAlexa Smith seorang shewolf malang dengan darah campuran yang mengalir dalam nadinya. Lebih menyedihkan lagi dia sering di siksa dan di perlakukan lebih buruk dari pada pelayan oleh para omega di pack yang menjadi satu-satunya rumah. Alexa tidak ber...
