30

3.9K 568 79
                                        

Namima mengangkat panggilan Evran setelah berulang-ulang pria itu menghubunginya.

"Aku di rumah," jawab Namima begitu panggilannya tersambung.

"Oke, tunggu aku di rumah. Jangan kemana-mana..." perintah Evran. Begitu panggilan terputus, Namima juga baru sempat membuka video yang pria itu kirim padanya. Wanita itu mengulas senyum saat melihat kebahagiaan di wajah putranya. Rasanya baru kemarin Namima melahirkan Langit dengan segala drama yang terjadi, sekarang anaknya telah tumbuh besar serta hidup berkecukupan.

Evran segera pulang ke rumah untuk menemui Namima.

"Apa yang terjadi?" Evran bertanya begitu ia sampai di kamar mereka.

Namima menatapnya sejenak. "Aku bertemu klien," jawab wanita itu santai.

"Angel bilang kamu pergi ke acara, bukan bertemu klien."

"Iya, aku memang ke rumah Evelyn sebentar untuk melihat Langit. Setelah itu kembali mengatur jadwal pertemuan kami..."

Mata Evran memicing curiga. "Kamu nggak sedang berbohong kan?"

"Sejak kapan kakak mempedulikan kegiatanku sehari-hari? Bukankah akan lebih nyaman kalau kita hidup masing-masing..."

"Kita sudah menikah, apa salahnya kalau sekarang kita saling peduli satu sama lainnya?"

"Itu bagi mereka yang saling mencintai. Tidak berlaku untuk kita berdua," sahut Namima santai yang di balas oleh Evran yang menatap geram wanita itu.

"Apa bedanya. Kita sama-sama menikah. Ikatan ini sakral, akan lebih bagus jika kita saling memperbaiki..."

Namima memutar bola matanya jengah. "Ada apa kakak mencariku?"

"Ada apa?" Evran bertanya dengan tampang bodoh. "Kamu lupa kalau aku mengajakmu makan malam?"

"Oiya," jawab Namima santai.

"Bersiaplah... aku tunggu di bawah," perintah pria itu.

"Kalau aku menolaknya bagaimana?" Meski melihat sendiri ekspresi marah dari suaminya, Namima tetap memasang wajah tak bersalah.

"Kamu tahu, aku menyiapkan ini supaya lebih terasa istimewa. Kalau kamu menolak pergi bersamaku, itu artinya kamu nggak menghargai kerja kerasku!" Alih-alih mencebik atas ucapan Evran, wanita itu sedikit terpana dengan kesungguhan di mata pria itu.

Ada yang aneh, pikir Namima. Kenapa Evran berubah sejauh dan secepat ini?

***

Evran sudah memikirkan apa yang di katakan oleh Papa sebelumnya. Seharusnya bukan Namima yang menjadi sasaran kebencian Evran. Bukan pula Langit yang harus merasakan akibat kemarahan yang menguasai hati dan pikirannya. Dulu, ia memisahkan Namima dari Langit karena kebencian yang menguasai hatinya. Sekarang, ia menyesali segala perbuatannya. Namima tidak seharusnya mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan darinya. Namima seharusnya tidak mendapatkan luka-luka yang ia ciptakan secara sengaja.

Tapi, apa kata maaf saja cukup untuk menebus segala dosa-dosanya?

Entahlah, Evran akan mencoba menebusnya dengan segala cara.

Sepanjang perjalanan mereka menuju tempat yang telah di siapkan oleh Evran. Baik Namima atau Evran tidak terlibat perbincangan apapun. Sesampainya disana, barulah Namima bertanya dengan perasaan sedikit aneh.

"Kenapa tempat ini sepi?" Tanya wanita itu. Tidak ada pengunjung satupun disana. Hanya ada mereka berdua yang duduk di kursi yang telah di siapkan sebelumnya. Meja lainnya kosong tanpa pengunjung.

"Aku menyewa secara pribadi untuk makan malam kita."

"Kakak terlalu berlebihan," cibir Namima. 

"Ini hari istimewa kan?" Jeda sejenak untuk melihat respon Namima yang hanya mengangkat sebelah alisnya. "Ini adalah hari ulang tahun anak kita, berhubung kita nggak bisa merayakannya secara nyata bersama Langit, akan lebih bagus jika kita merayakan ulang tahunnya secara diam-diam."

Namima tercenung, lagi... sikap Evran yang berubah seperti ini membuatnya takut.

"Apa yang kakak rencanakan?"

"Maksudmu?"

"Kenapa Kakak berubah sejauh ini?"

"Apa aku nggak boleh berubah?"

"Bukan. Ini terlalu cepat untuk kakak berubah pikiran. Rasanya baru kemarin Kakak mengancamku untuk hidup tidak baik-baik saja. Dan membuat hidupku tidak nyaman? Lalu sekarang? Apa caranya telah berubah? Apa kakak diam-diam akan menyakitiku?"

"Aku minta maaf," ucap Evran lirih.

"Apa?"

"Aku minta maaf karena membuat hidupmu tidak nyaman, Namima..."

Namima terdiam sejenak lantas tertawa lirih sambil menutup mulutnya. "Apa aku nggak salah dengar?" Tawanya berhenti, matanya terus memindai wajah tampan di depannya itu. "Kakak minta maaf sama aku setelah apa yang sudah Kakak lakukan atau karena kakak menyesali apa yang telah terjadi?"

Meski Evran merasa geram karena di tertawakan oleh Namima, pria itu tetap bersikap tenang di depan wanita itu agar Namima percaya bahwa ia tidak sedang bercanda.

"Aku minta maaf atas segalanya..."

Kali ini, senyum di wajah Namima berganti dengan ekspresi dingin.

"Apa yang Kakak rencanakan? Apa kakak sedang merayuku agar aku mengizinkan Kakak menikahi perempuan lain yang sedang Kakak cintai? Ariana atau Zoya?" Namima berhenti sejanak. "Ahhh... atau kakak sedang memintaku agar aku mau menandatangani surat perceraian kita karena Kakak ternyata belum resmi bercerai dengan Kak Zoya? Tenang saja... aku sudah bicara pada pengacaraku untuk mengatur sidang perceraian kita!"

"Apa?" Evran mendelik mendengar penuturan Namima.

"Iya, sore tadi sebelum aku pulang. Aku sempat bertemu dengan pengacaraku untuk mengatur gugatan cerai yang aku layangkan untuk Kakak. Aku juga baru tahu kalau kalian belum resmi bercerai. Jadi, sebenarnya pernikahan kita tidak seharusnya terjadi kan? Jika kakak ingin kembali pada Kak Zoya, ya silahkan..."

Evran menelan ludahnya kelu.

"Aku menerima permintaan maaf dari Kakak... terima kasih atas usahanya. Ini terlalu romantis untuk kita yang tidak saling mencintai..." Namima berdiri, menutup pembicaraan mereka. Meraih tasnya, kaki Namima melangkah pergi—ekspresi dinginnya lebih mendominasi wajah wanita itu. Ia tahu, hanya ini yang bisa ia lakukan untuk mengurai luka di antara mereka. Bagus jika Zoya memberitahunya bahwa mereka belum resmi bercerai.

Sementara Evran masih terdiam di tempat duduknya. Semua yang telah ia siapkan terasa sia-sia.

***

Nah lho.... di gugat kan?

Gimna tuh...

Minta cere namima 😢😢😢

Cere aja lah yaaa.. biar Namima sama yg laen aja. Evran sama Zoya😅

Btw... makasih banyak2 buat yg sudah order pdf d aku.

Yang mau beli pdf bayar 100k dpet 12 judul chat wa 089633021705 yaw....

Minggu ini full update ya? 🙄 bosen nggak?

Kalau bosen aku minggir dlu hahhaaa mau istirahat sambil dikit2 garap Mbak Arin dan Mas Rio. Dah mampir belum nih? (Bittersweet Marriage)

See you minggu depan 😉

Terikat Luka Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang