33

3.1K 515 47
                                        

Pdf, ebook & kbm aplikasi tersediaaa yaa

Pdf bisa di order melalui wa di 089633021705

Promo pdf masih ada loh, byr 100k dpt 12 judul novel favorit kalian... yuk segera di order paket hemat baca cepatnya via wa... no tipu2 no php yach.. d kirim versi ebook/tamat

Kuota terbatas, berlaku sampai tgl 15 oktober saja

Tq

Seminggu setelah ulang tahun Langit, Namima sibuk dengan pekerjaan yang menyita waktunya. Ada beberapa pameran dan klien juga  memintanya agar ia segera menyelesaikan pesanan gaun.

Hari ini Namima berniat mampir ke kediaman Evelyn sambil membawa cemilan berupa donat. Eve pernah bilang kalau Langit menyukai makanan ini. Sebelum datang, Namima sempat menghubungi Evelyn via telepon, namun sama sekali tidak mendapatkan jawaban apapun dari wanita itu. Akhir-akhir ini juga Evelyn tidak pernah mengabarinya perihal Langit, entah karena sibuk atau apa?!

Bahkan ketika ia sampai disana, Evelyn yang ia kira sempat melihatnya sama sekali tidak menyambut kedatangan Namima.

"Maaf, Bu. Den Langit nya mau tidur siang dulu... ibu Evelyn mau ngelonin den Langit, jadi kalau berkenan menunggu silahkan, tapi kalau enggak... ibu bisa pulang!"

Namima tercenung sambil menggigit bibirnya. Padahal Eve sempat melihat ia datang, tapi tidak menyapanya. Bahkan wanita itu terlihat tidak menyukai kedatangannya.  "Kalau begitu saya pulang saja, Mbak. Sampaikan salam saya buat ibu Evelyn, ya?"

Namima meninggalkan rumah Evelyn dengan benak bertanya-tanya, kenapa Evelyn terlihat tidak menyukai kedatangannya?

Sementara itu, di kamarnya Langit siap untuk tidur siang.

"Kenapa mami nggak mau ketemu sama tante Namima?"

"Kan mami mau nemenin Langit tidur siang. Adik udah bobo duluan sama sus, sekarang gantian Langit yang mami temenin bobo, ya?"

Langit mengangguk patuh. "Tapi kasian tante Namima, Mi..."

"Biarin aja. Kalau dia kesini, kamu juga jangan dekat-dekat sama tante Namima, ya?"

"Memangnya kenapa, Mi?"

"Mami nggak bisa jelasin banyak hal sama kamu, sayang. Mami cuma nggak suka terlalu dekat dengan orang-orang yang berniat mengambil apa yang menjadi milik mami!"

"Apa yang mau di ambil, Mi?"

"Sesuatu yang berharga... mami nggak suka sama tante mima karena dia sedang mengincar apa yang menjadi milik mami hari ini. Mami nggak suka, jadi.. Langit jangan terlalu dekat dengan tante Namima, ya?"

Langit mengangguk patuh, meski dalam hatinya ia bertanya-tanya tentang alasan mami yang sekarang melarangnya bertemu dengan tante Namima. Alih-alih bertanya kenapa, Langit mulai memejamkan matanya. Sementara Evelyn, wanita itu terpaksa melakukannya agar Langit menjaga jarak dengan Namima. Ia ingin mendorong Namima menjauh dari hidupnya!

***

Evran sering kali menghindarinya, atau bahkan pura-pura tak mengenalnya jika di depan Namima.  Itu terjadi sejak mereka bertemu di rumah sakit, ketika anaknya tertimpa musibah. Sakti tidak peduli, siapa sebenarnya ayah atau ibu kandung Langit, tapi akhir-akhir ini, Evelyn sering bermimpi bahwa ibu Langit datang untuk mengambil putra mereka. Awalnya, Sakti pikir itu hanya bunga tidur. Bahkan sejak lama, mereka tidak memiliki firasat apapun. Toh, mereka mengikuti prosedur adopsi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Jikapun ibu Langit benar ingin menemuinya secara langsung, Sakti atau Evelyn tidak masalah jika tidak ada niat untuk mengambil alih hak asuh. Tapi, jika ternyata orang tua Langit adalah orang yang berada dan bisa saja menggugat lewat jalur hukum, itulah yang di khawatirkan oleh Evelyn. Mereka pikir, ibu Langit atau ayahnya berasal dari kalangan biasa, selain tidak mampu menanggung aib keluarga, wanita itupun tidak mampu secara finansial menghidupi anaknya. Tapi, jika sebaliknya, perasaan Evelyn tidaklah salah.

Terikat Luka Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang