Selamat malam
Pdf Terikat Luka sudah ready yaa... bisa di pesan via wa di 089633021705 / 0889-7368-9642
Harga 50k saja..
Ebook & Kbm tersedia juga..
***
Evran masih menatap wajah Namima yang terlelap damai. Waktu masih menunjukan pukul 2 dini hari.
Dia tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Kenapa ia bertindak hingga sejauh ini untuk mengikat Namima? Apalagi menjadikan wanita itu istrinya. Dalam benaknya, Evran tidak pernah mempunyai angan-angan tersebut. Dia hanya ingin membalaskan dendamnya. Dia hanya ingin Namima tahu bagaimana rasanya terluka. Hingga akhirnya mereka terikat dengan luka itu sendiri. Bagaimana bisa?
Evran tidak tahu akan seperti apa pernikahannya?
Yang dia tahu, ini akan menjadi hal baru untuknya dan Namima.
Evran mendesah keras. Sejauh ini, dia terlalu banyak mengambil keputusan tanpa berpikir ulang. Tindakannya selalu di luar kendali jika itu berkaitan dengan Namima.
***
Namima terbangun saat matahari sudah menerobos masuk melalui jendela kamar yang telah di buka sepenuhnya oleh asisten di rumah tersebut. Ia mendesah sambil memegang kepalanya yang berdenyut nyeri. Ketika ia sedang meraba tubuhnya, Namima menyadari satu hal—bahwa ia telah berganti pakaian. Kemudian ingatannya kembali pada semalam, ketika ia bertengkar dengan Evran hingga akhirnya pandangannya gelap gulita.
"Pagi Non Namima... bapak sama ibu sudah menuggu non di bawah!"
Namima menoleh saat di lihatnya asisten di rumah mereka menyapa wanita itu.
"Oh, iya bi... nanti aku turun. Eh bi, yang ganti baju saya siapa? Semalam saya pingsan?"
"Semalam non namima pingsan. Mas Evran nyuruh saya gantiin bajunya non terus Mas Evran yang jagain non sampai pagi..."
Apa? Kak Evran menjaganya?
Masa sih? Itu terdengar tidak mungkin.
"Yasudah, nanti saya turun..." Namima mencoba bangkit dari posisinya meski kepala wanita itu masih terasa pusing. Apa dia demam semalaman?
***
Suasana di ruang makan begitu canggung sejak Namima turun dan bergabung. Bagaimana tidak, pernikahan yang berlangsung kemarin sangat membuat mereka shock bukan main.
Evran bersikeras menikahi Namima sementara menolakpun akan membuat masalah menjadi runyam. Akan tetapi, terikat pernikahan seperti ini bukankah sangat membuat canggung?
Hal yang sebelumnya tidak terbayangkan saat ini terjadi di depan matanya. Benar, takdir memang hanya milik Tuhan. Kita bahkan tidak bisa menghindarinya apalagi menolaknya. Seperti pernikahan antara Namima dan Evran, siapa yang menyangka bahwa ini semua terjadi?
"Siang ini aku pamit pulang ke apartement, Ma..." Namima mulai bicara.
"Aku akan ikut," sahut Evran. "Sekarang aku suamimu, kemanapun kamu pergi, aku akan ikut."
"Tapi, Kak... pernikahan kita kemarin itu..." Namima siap membantah sebelum Evran kembali menimpali ucapan wanita itu.
"Sah, secara agama dan negara. Kamu lihat sendiri kan? Kamu bahkan tanda tangan disana..." kata Evran tegas. Suaranya terdengar berat dan tak terbantahkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Terikat Luka
Roman d'amourSimpul luka yang sempat terikat, semakin mengikat mereka dengan erat. Semakin menyakitkan, semakin melukai. Bagaimana jadinya saat engkau mati-matian melupakan seseorang yang telah menghancurkanmu, namun kini pria itu hadir dan memporak porandakan...
