36

3.2K 552 77
                                        


Nayra yang malang. Hidupnya tidak di inginkan oleh siapapun, termasuk kedua orang tuanya..
Kehadirannya menjadi lara bagi orang-orang terdekatnya. Nayra hanya ingin berguna bagi orang di sekitarnya. Termasuk, bagi orang tua yang telah merawatnya sejak bayi.

Sebagai balas budi, Nayra menerima tawaran menjadi ibu pengganti dari adiknya yang berprofesi sebagai model. Karena tidak ingin tubuhnya berubah, Nadira memutuskan untuk menggunakan rahim kakaknya sebagai tempat bagi bayinya tumbuh.

Naka, sang suami awalnya menolak dengan keras. Namun Nadira memaksanya, karena karirnya sedang melejit, mau tak mau Nadira harus mengunakan metode ibu pengganti karena Naka menginginkan bayi bagi kehidupan rumah tangganya.

Sementara itu, Naka tidak setuju jika itu adalah Nayra-kakak dari istrinya. Ya, Naka membenci wanita naif itu, membenci kebodohan Nayra. Membenci apapun yang ada pada Nayra, bahkan untuk menatapnya saja, Naka enggan. Kenapa?

Ada alasan di balik kebencian Naka...

Izin promo cerita baru ya gaes, judulnya TERIKAT JANJI yang mau mampir boleh bgt ;)

Gimana yg kemaren?

Gas lagi nih?

Happy reading...

***
Evran berdiri dengan gelisah menatap Namima yang masih belum sadarkan diri. Bagaimana kalau Namima tahu bahwa dirinya hamil? Evran mengkhawatirkan kondisi wanita itu.

"Kenapa kamu gelisah? Bukankah seharusnya kamu senang?" Pertanyaan Evelyn membuatnya menoleh.

"Apa yang sebenarnya terjadi?"

"Apalagi? Dia pingsan..."

"Dia nggak mungkin pingsan atau sesuatu pasti terjadi padanya kan?"

"Kami bertengkar!" Kata Evelyn jujur.

"Eve, sudahlah..." Ben mendekat untuk menenangkan wanita itu yang terlihat siap meledakan emosinya.

"Biar saja dia tahu, Ben. Bukankah mereka datang ke kehidupanku untuk mengusik ketenangan kami? Dia yang membuang anaknya, kenapa juga aku harus merasa takut?"

"Apa maksudmu, Eve? Kamu tahu betul, kita saling mengenal!"

"Benar! Langit adalah anakmu, Vran. Aku tahu itu, tapi untuk apa kalian datang ke kehidupanku? Sebagai teman? Apa kalian akan seperti pagar yang makan tanaman?"

"Oke, aku mengerti arah pembicaraan kita, sebaiknya kita bicara di luar, Eve..." pinta Evran melihat kondisi Namima belum juga sadarkan diri.

Evelyn mendengkus keras, ia terlihat kesal ketika mengikuti langkah Evran. Begitupun dengan Ben.

"Jadi, kalian semua sudah tahu?"

"Bangkai mau di tutupi sampai kapanpun akan tercium juga baunya!" tutur Evelyn sengit.

"Oke, aku bisa mengerti kalau kamu marah, Eve... tapi Namima sama sekali tidak bersalah dalam kasus ini."

"Oiya? Lalu tanda tangan yang ada pada kertas adopsi itu?"

"Aku nggak perlu menjelaskannya padamu. Jangan memperumit keadaan. Aku dan Namima sedang dalam proses perceraian karena dia menggugatku! Jadi, jangan menambah beban pikirannya. Dia sedang hamil, kuharap kalian juga bisa diam sebentar agar kondisinya membaik."

Semua orang tercengang disana. Tapi tidak dengan Evelyn. "Aku nggak peduli. Yang kuharapkan adalah kalian enyah dari hidupku dan Langit. Dia anakku!" Evelyn tidak berhenti mengklaim bahwa Langit adalah putranya.

Terikat Luka Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang