37

3.7K 533 59
                                        

Selamat pagiiiii...

Selamat beraktifitas ya temen2 semuanya.. semoga harinya lancar... 🤗

Author masih open promo pdf ya, bayr 100k dpet 12 judul... bagi yang mau bisa langsung chat melalui wa di 088973689642 / 089633021705

Happy reading

***

Namima tahu, ini bukan kehamilan pertamanya. Dokter bilang bahwa ia hamil dengan usia janin 4 minggu. Ketika ia keluar dari klinik, Evran masih memperlakukannya dengan lembut.

Pria itu terlihat senang dengan kabar kehamilannya. Berbeda dengan Namima yang nampak gelisah mengetahui bahwa dirinya hamil.

Kepulangannya ke rumah di sambut oleh pembantu mereka. Entah apa yang di katakan Evran, mereka terlihat khawatir ketika tahu dia datang.

"Mulai besok, sediakan makanan yang lebih sehat untuk istriku, ya? Bayiku harus makan makanan yang sehat!"

"Bayi, tuan? Non Namima hamil?" Tanya si mbok, kali ini matanya berbinar senang menatap kedua majikannya itu. Berbeda dengan Namima yang nampak memijat kepalanya yang tiba-tiba pusing.

"Betul. Kalian harus membantuku menjaganya. Oke?"

"Siap, tuan!" Sahut mereka bersamaan.

Namima melongo melihat kebahagiaan yang terlihat dari wajah-wajah yang ada disana.

"Kalau begitu siapkan teh hangat, ya mbok!" Perintah Evran yang langsung di laksanakan. "Kita ke kamar ya?" Bujuk Evran.

"Aku mau ke kamarku saja kak..."

"Oke," jawab Evran tanpa membantah. Bahkan ketika pria itu menuntunnya, Namima sedikit melihat pria itu dengan tatapan aneh. Evran berbeda dengan yang ia kenal sebelumnya.

"Duduklah... berbaring juga boleh. Kamu harus banyak istirahat!" Beritahu Evran saat Namima sudah duduk di tepi ranjang dengan pria itu yang ikut duduk di sampingnya. Namima yang sedikit risih menggeser tubuhnya. Dan gerakan itu membuat Evran terdengar mendesah. "Aku tahu kamu pasti menganggapku aneh..." di tatapnya Namima yang kini beradu pandang dengan alis bertaut. "Aku minta maaf," kata Evran lagi. "Mungkin masih belum terlambat untuk kita memperbaiki semuanya kan?"

"Maksud kakak?"

"Pengacaramu sudah menemuiku. Aku menolak gugatan cerai tersebut. Dan ya, kita masih bisa melakukan mediasi sendiri. Aku menolaknya, Namima. Tidak ada perceraian... apalagi kamu sedang hamil!"

"Kehamilanku bukan alasan! Kita bisa bercerai dengan menutupi kehamilan ini!"

"Please!" Evran terlihat mengiba. "Aku akan memperbaiki sikapku, Namima. Ada bayi kita dalam rahimmu!"

Namima memalingkan wajahnya karena enggan menatap mata Evran yang mengiba. Perasaannya lebih sakit dari kata maaf itu sendiri meski ia telah berdamai dengan rasa sakit itu. Tetap saja, baginya... rasa sakit itu tetap tinggal di sudut hati yang paling dalam. Perasaan yang tidak bisa hilang meski beribu maaf di ucapkan!

Sentuhan di jemari Namima serta posisi Evran yang telah bersimpuh di hadapannya membuat Namima mau tak mau menatap Evran.

"Aku tahu kamu butuh waktu... akupun sama. Ada di titik ini, aku butuh waktu 7 tahun untuk berdamai dengan keadaan. Butuh waktu yang lama untuk aku sadar, bahwa bukan kamu yang seharusnya mendapatkan kebencianku!" Namima hendak menarik jemarinya, namun Evran tetap memegangnya erat. "Aku hanya minta satu kesempatan, satu saja... setelah kamu memastikan bahwa satu kesempatan itu nggak layak aku dapatkan karena sikapku, kita akan berpisah!"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 22, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Terikat Luka Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang