26

2.9K 446 15
                                        


Bismillah...

Pdf TERIKAT LUKA dah ready ya guyssssss... ebook sudah tersedia di Playstore....bisa di cek yaaa..

Sudah bisa di pesan via wa me 089633021705 dg harga 50k 😁

Pembayaran bisa tf atau via shopeepay (Dana atau gopay saya ga punya karena terkendala memori penuh😁)

Promo bayar 100k masih ready yaw....

Happy Reading...

***

Maaf sudah merepotkan," ujar Sakti saat datang berkunjung ke rumah Evran untuk menjemput putranya.

"Bagaimana dengan keadaan tante?" Tanya Namima

"Beliau sudah siuman... bersyukur tidak terjadi apapun dengan kesehatannya."

"Namima, kadonya terlalu berlebihan! Ini pasti mahal sekali.. bukan kami nggak mampu membelikan Langit mainan favoritnya, aku ingin Langit berusaha mendapatkannya dengan cara menabung dari uang jajannya." Evelyn nampak sungkan.

"Nggak apa-apa, Eve. Aku ikhlas memberikannya..."

"Langit memang memintanya padaku, tapi aku tidak semena-mena memberinya karena aku mau Langit berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan dengan cara menabung."

"Kalau begitu maafkan aku kalau mengacaukan rencanamu, aku pikir karena dia menyukai koleksi robot Ben, dia ingin memiliki salah satunya..."

"Benar..." ucap Evelyn. "Tapi kado ini terlalu mewah untuk anak seusianya," jelas wanita itu.

"Aku minta maaf, yang kupikirkan hanya dia pasti menyukainya!"

"Sudah, sayang... Namima hanya berusaha menyenangkan anak kita, tidak lebih..."

"Iya, Mas..."

"Yasudah, kita pamit... aku sangat berterima kasih kalau kamu mau membantuku, Namima..."

"Sama-sama, Eve.." mereka mengendurkan pelukannya. 

"Makasih ya tante kadonya.. lain kali, boleh kan Mi aku main lagi ke rumah om sama Tante..."

Sakti dan Evelyn saling pandang kemudian tersenyum.

"Tentu, sayang. Nanti kita minta tante dan om untuk luangkan waktu buat kamu," ucap Evelyn.

"Kabari saja kalau Langit ingin main, aku usahakan meluangkan waktu untuknya..."

Sejenak, Sakti menatap Evran yang hanya berdiri diam tanpa ekspresi, kemudian menatap Namima dengan binar di mata wanita itu. Sakti sedikit merasa janggal dengan sikap keduanya! Tapi haruskah ia merasa curiga pada orang-orang yang telah baik padanya?

***

"Sayang, boleh aku bertanya," pertanyaan Sakti menghentikan tangan Evelyn yang sedang membersihkan wajahnya menggunakan kapas yang sudsh di basahi toner.

Wanita itu menoleh. "Ada apa, Mas?"

"Apa kamu masih memimpikan tentang ibu Langit?"

Terikat Luka Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang