21

3.5K 484 46
                                        

Bismillah...

Pdf TERIKAT LUKA dah ready ya guyssssss... ada versi pdf, ebook jgtersedia..

Sudah bisa di pesan via wa me 089633021705 dg harga 50k 😁

Pembayaran bisa tf atau via shopeepay, ya... promo bayar 100k dpet 12 judul, ss promo ini dan kirimkan ke aku yaaa...  bebas pilih judul, d kirim versi tamat /ending sama seperti ebook...

Happy Reading...

***

Intan di tawari uang senilai 250 juta jika berhasil membawa Langit ke hadapannya. Apalagi kalau ia berhasil membuat Namima memberikan Langit pada orang lain.

Ponselnya berdering nyaring, panggilan dari Namima sengaja ia abaikan.

"Angkat saja..  buat kesepakatan dengannya!" Perintah Evran.

Intan memang gila dengan uang. Ia menurut, mengangkat panggilan tersebut.

"Hallo..."

"Mama dimana?" Namima bertanya dengan cepat, kekhawatiran dalam suaranya tidak bisa di tutupi.

"Kenapa?"

"Langit sama mama kan?"

"Iya, Langit sama mama..."

"Mama dimana? Aku jemput ya? Aku udah di rumah papa Erlangga tapi mama nggak ada. Kenapa mama nggak bilang kalau mau main? Kenapa mama nggak izin dulu mau bawa Langit?"

Evran bisa mendengar getar ketakutan dalam suara Namima. Jelas, wanita itu khawatir jika putranya terluka!

"Langit akan mama bawa ke panti asuhan!"

"Ma," teriak Namima histeris. "Mama jangan gila, Ma! Dia cuma anak bayi dan nggak ngusik mama kan? Kenapa mama tega?"

"Karena anak ini, mimpi kamu terabaikan, Namima. Apanya yang nggak mengusik? Kuliahmu bagaimana? Mimpimu sebagai designer ternama bagaimana? Mama jelas harus menjauhkan kamu dari anak ini, supaya kamu bisa meneruskan apa yang menjadi mimpimu!"

"Iya, Ma... mima akan kuliah. Mima akan meneruskan mimpi mima. Tapi, Ma.. jangan.. jangan jauhkan aku dari Langit. Aku janji, semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana mama, tapi.. jangan pisahkan aku dengan Langit."

"Keputusan mama sudah bulat, Mima. Langit akan di adopsi oleh pasangan muda yang menginginkan bayi! Mereka setuju setelah melihat bayimu..."

"Mama...." tangis histeris Namima terdengar di telinga Evran, pria itu menyeringai. Rasa sakit atas kehilangan putranya sebanding dengan apa yang ia rasakan bukan?

Ia juga kehilangan Zoya dan bayi mereka!

"Atau mama berikan saja ke panti asuhan. Panti yang nggak akan kamu ketahui dimana?"

"Nggak, Ma..  jangan, Ma... tolong..." 

"Kalau begitu, lebih baik setujui usul mama. Keluarga yang mengadopsi langit bukan sembarang keluarga. Mereka dari keluarga terpandang, anakmu pasti di jaga dengan baik, di fasilitasi hidupnya dengan kemewahan. Yang terpenting, dia tidak akan kekurangan kasih sayang. Ingat Namima, anakmu pasti merasa malu karena lahir dari ibu tunggal sepertimu, dia akan menanyakan siapa ayahnya, kenapa dia terlahir tanpa ayah? Apa kamu sanggup jika suatu saat nanti anakmu bertanya seperti itu? Pikirkan baik-baik dengan tawaran mama.. oiya, nggak perlu di pikirkan, karena mama akan membawa surat perjanjian dimana kamu harus menandatanganinya di atas materai!"

Namima terkulai lemas dengan tatapan kosong saat panggilan terputus. Saat itu juga, nyawanya seperti di cabut dari raga. Bagaimana bisa ia di pisahkan dari belahan jiwanya?

Terikat Luka Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang