Obsession and Vengeance (5)

196 52 0
                                        

ㅤㅤ"Aelia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


ㅤㅤ
"Aelia."

"Mmh."

"Sayang."

Gadis itu membuka matanya. Dia melihat iris biru safir milik suaminya. Aelia mengerjap malas, tangannya terangkat untuk membelai wajah Kenric yang begitu dekat dengan wajahnya. Jarinya tidak sengaja menyentuh bekas luka di pipi pria itu. Aelia bisa merasakan tubuh Kenric menegang ketika jarinya menelusuri bekas luka itu.

"Aelia," desah Kenric.

Aelia memandang pria itu dengan seksama. Kenric bertelanjang dada. Dia membelai pundak suaminya dengan lembut. Tangannya membelai turun menuju dada Kenric. Dengan penuh keingintahuan, jarinya membelai puting pria itu, membuat napas Kenric tercekat.

Gadis itu mendorong bahu Kenric untuk berguling ke samping, sehingga kini gadis itulah yang berada di atas tubuh sang suami. Aelia menyadari jika dirinya hanya memakai gaun tidur, sebuah sabuk di mana belatinya bersarang melekat di paha kanannya.

Kenric terlihat tak berdaya di bawahnya. Mata pria itu terlihat sayu dipenuhi hasrat. Aelia menciumnya. Tangan pria itu seketika menggerayanginya. Di pinggang Aelia, pantatnya, dan dadanya. Napas mereka berderu.

Tangan Aelia meraba dada telanjang suaminya. Dia bisa merasakan jantung pria itu berdegub kencang. Untuknya. Perut Aelia melilit oleh rasa bersalah, karena dia harus melakukan ini.

Sementara dia mencium Kenric untuk mengalihkan perhatiannya, Aelia meraba pahanya. Tangannya menemukan gagang belati itu. Dia mencengkram benda tersebut dan mengeluarkannya dari sarung dengan perlahan.

Ciuman Aelia turun ke dada suaminya. Pria itu begitu terlena. Kedua tangannya terentang di kasur, membiarkan gadis itu melakukan semaunya.

Kenric mendesah. "Aelia," bisiknya.

Tangan gadis itu berhenti. Dia memejamkan mata erat-erat, air mata bergumul di pelupuknya, dan jatuh menetes ke dada telanjang Kenric. Aelia menyarungkan belatinya kembali.

"Aelia? Kau baik-baik saja? Kau menangis?" Kenric memandangnya cemas.

Aelia menghapus air matanya diam-diam. "Tidak." Tangan Kenric terulur ke arahnya. Gadis itu memejamkan mata ketika tangan kasar Kenric membelai pipinya dengan begitu lembut.

Kenric menumpu tubuhnya dengan satu tangan, sebelah tangannya melingkari pinggang istrinya sembari dia bersandar ke papan ranjang. Tangan Aelia meraba celana pria itu dan menemukan kancing celananya.

"Sayang, kita bisa berhenti kalau--"

"Aku ingin melakukannya, Kenric," kata Aelia bersikeras.

Kenric membiarkan gadis itu melakukan apa yang dia mau. Dia terkesiap ketika Aelia menurunkan tubuhnya, penisnya memasuki gadis itu dengan mudah.

Gadis itu terlihat begitu cantik berada di atasnya, dadanya bergerak naik turun sembari gadis itu berusaha menggapai kepuasannya. Perhatian Kenric tertuju pada dada Aelia. Dia menjilat bibir dan meremas payudara sang istri.

OneshotsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang