👙Part 2👙

9K 95 0
                                        

Haloo, adakah yang menunggu cerita ini?
Ditunggu vote dan komennya biar aku semangat yeay~

Happy reading👙

"Ansel!" Teriakan seseorang bergema di koridor kampus.

Gadis bernama lengkap Anselia Gabriela, atau yang kerap kali dipanggil Gabby oleh orang terdekatnya itu menolehkan kepalanya. Senyumnya terukir di wajah cantiknya dengan tangan yang melambai menyapa sang pemanggil.

"Anselllll, i miss you so much, Baby," ucapnya seraya memeluk Gabby dengan erat dan menggoyangkan tubuh mereka.

Gabby terkekeh seraya membalas pelukan teman dekatnya. "I miss you too, Aleeza."

"Gimana liburan lo di Belanda?" tanya Gabby setelah Aleeza melepaskan pelukannya.

Terlihat raut wajah tak mengenakkan dari Aleeza tatkala Gabby menanyakannya.

"Why? Kayaknya terjadi hal yang nggak menyenangkan selama lo di sana."

Aleeza menjentikkan jarinya. "Great! Lo hebat banget bisa tebak." Gabby terkekeh mendengarnya.

"So, what happened there, Ley?"

Sebelum menjawab, Aleeza memutar bola matanya. "Hari-hari pertama gue di sana sih enjoy, ya kayak liburan biasanya. Tapi 2 hari sebelum gue mau balik ... you know what?" Gabby menggelengkan kepalanya tidak tahu. "Grandpa jodohin gue sama cucu sahabatnya yang ... ewh, culun banget anjingggg."

Melihat kefrustasian Aleeza, Gabby langsung melepaskan tawanya. Ia tergelak mendengar cerita sahabatnya.

"Sumpah, Sel. Lo kalo jadi gue kayaknya bakal stress. Gue rasanya mau bundir aja pas dikabarin itu."

"Tapi ganteng kan, Ley? And, gue yakin keluarga dia keluarga terpandang, right?"

"Yeah, but he sucks."

"Owkay, sekarang apalagi hal yang bikin lo makin nggak suka dia?"

"Dia nggak minum, Anseliaaaa. Cowok mana yang nggak minum di jaman sekarang? Yah oke sih bodo amat dia nggak minum juga, tapi dia larang gue buat minum. Hello??? Di awal ketemu aja dia udah semenyebalkan itu, Ansel."

"Wow, bagus dong. Dia cowok baik, Ley. Nggak kayak mantan-mantan lo itu yang always ngajak having sex."

"Ouhhh c'mon, Ansel. Lo nggak usah semembosankan itu cowok."

Gabby terkekeh. "Kenalin ke gue dong. Siapa tahu gue sama dia cocok."

"Kenalin ke siapa?" tanya seseorang tiba-tiba di tengah obrolan Gabby dan Aleeza seraya memeluk pinggang Gabby.

Aleeza tersenyum mengejek pada Gabby. Matanya seakan berbicara 'inget lo masih ada dia'.

"Hai, Zav?" sapa Aleeza melambaikan tangannya ramah dengan cengiran lebar.

Zavier hanya mengangguk. "Siapa yang mau dikenalin ke siapa?"

Owkay, sepertinya Zavier masih penasaran dengan obrolan mereka tadi.

Gabby memberi isyarat pada Aleeza agar menjelaskannya pada lelaki di sampingnya itu.

"Itu tadi gue minta dikenalin ke anak kelasnya Ansel. Siapa sih tadi namanya, Ans? Fenly ya?" Gabby mengangguk mengiyakan. Aleeza memilih orang yang tepat. Untung saja Aleeza memilih nama Fenly. Apalagi tadi pagi Zavier sudah dibuat jengkel dengan nama itu.

Akhirnya Zavier mengangguk paham dan ber'oh' ria.

"Kelas lo udah selesai?" tanya Zavier seraya melirik arloji di pergelangan tangan kirinya yang sudah menunjukkan pukul 3 sore.

"Udah sih."

"Ya udah yuk balik."

"Tapi, Zav ... gue mau jalan sama Aleeza. Iya kan, Ley?" Gabby memberi tanda agar Aleeza mengiyakan dan peka kode darinya.

Aleeza mengangguk. "Iya, Zav. Gue sama Ansel mau jalan hari ini."

Alis Zavier terangkat sebelah. "Kalo nggak salah, lo masih ada kelas sampe jam 5 deh, Al."

"Kan gue nanti tunggu Aleeza sekalian ngerjain tugas dulu di perpus, Zav," pungkas Gabby meyakinkan Zavier.

"Oh oke," ucap Zavier seraya melepaskan rangkulan tangannya pada pinggang Gabby. "Gue cabut."

Setelah itu Zavier pergi menjauh dari Aleeza dan Gabby dengan wajar datarnya. Sepeninggal Zavier, kedua gadis itu bernapas lega.

"Mampus, Ansel. Rasanya gue kayak mau meninggal liat muka Zavier. Lo juga tiba-tiba banget bilang mau jalan sama gue. Gimana kalo tadi gue gak ngeh sama kode lo? Mau ngajak mati bareng lo?"

Gabby terkekeh mendengar ungkapan dramatis sahabatnya. "Sorry, Ley. Gue mau jalan hari ini sama Fenly. Lo tau sendiri gimana karakter Zavier."

"Lo juga tau kalo Zavier nggak akan diem aja liat lo jalan sama cowok lain, Ans."

"Iya-iya, Ley. Makanya jangan bilang dia kalo gue pacaran sama Fenly owkay?"

"Sinting." Gabby tergelak. "Gue nggak ikut-ikutan loh ya, Ans. Gue nggak mau mati muda gara-gara kelakuan lo itu."

"Iyaaaa. Udah ya gue mau ke parkiran dulu. Fenly udah tunggu gue. See you, Aleeza."

Tbc👙

Gimana part ini?

Jangan lupa dukungannya yaaa. See u next time~

Deapest Fall [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang