happy reading👙
"Kamu ada kelas jam berapa?" tanya Zavier yang sedang menyantap nasi goreng buatan istrinya.
Gabby mengangkat kepalanya menatap Zavier. "Aku cuti."
"Cuti? Dari kapan?"
"Udah lama."
"Kenapa?"
"Banyak tanya banget deh, Zav."
Zavier menghela napas. "Wajar kan aku nanya tentang istri aku?" Istrinya itu hanya bergumam malas.
"Jadi kenapa?"
"Aku mau terusin usaha Bunda dulu. Lagian aku juga butuh biaya buat hidup aku."
Setelah mendengar ucapan Gabby, Zavier terdiam. Ia sadar, harusnya ia bisa menafkahi Gabby. Tapi ia sendiri pun masih menjadi tanggungan orang tuanya.
"Sorry."
Alis Gabby bertaut. "For what?"
"Semuanya."
"Nggak jelas lo," cibir Gabby.
Zavier yang telah selesai sarapan itu bangkit dari duduknya; membawa piring kotor miliknya ke wastafel.
"Piring kotornya simpan aja, nanti biar sekalian aku cuci," ucap Gabby yang masih sarapan.
"Nggak apa-apa, biar aku aja."
Gabby tidak memedulikannya, ia memilih kembali menyantap sarapannya. Namun matanya teralihkan pada ponsel Zavier yang terus menyala di atas meja. Sepertinya lelaki itu sengaja meng-silent ponselnya.
"Ada telepon dari pacar kamu tuh," katanya seraya menyimpan piring kotornya lalu ia cuci di samping Zavier.
"Elea?" tanya Zavier.
Gabby mengendikkan bahunya tak acuh. "Emang ada lagi pacar kamu yang lain?"
"Ada." Jawaban Zavier sukses membuat Gabby menolehkan kepala padanya, hingga mengikis jarak keduanya. Lelaki itu sengaja semakin mendekatkan tubuh mereka.
"Kamu. Kamu kan pacar sekaligus istri aku di rumah," lanjutnya dengan senyum menggoda.
"Stress." Gabby bersikap terbalik dengan jantung yang berdetak lebih cepat.
Dengan tiba-tiba, Zavier melayangkan ciumannya yang membuat Gabby membatu. Jantungnya semakin berdegup kencang.
Lelaki itu mengulas senyum di sela ciumannya. Dengan lembut, Zavier mencecapi bibir istrinya. Memaksa Gabby agar membuka mulutnya dengan ia gigit kecil bibir perempuan itu. Merasa diberi akses, Zavier memasukkan lidahnya hingga bertemu dengan lidah Gabby.
Tangannya tidak tinggal diam. Ia menelusupkan tangannya dan menyentuh gumpalan di balik kaos Gabby.
"Udah lama aku mau cium kamu, Gab," bisiknya menatap dalam mata Gabby.
Sadar akan sikapnya, Gabby buru-buru mendorong tubuh Zavier agar menjauh. Ia harus menghentikannya sebelum Zavier bertindak lebih jauh. Dan yang lebih sialannya lagi, ia malah menikmati setiap sentuhan yang sudah lama ia rindukan itu.
"Why?" tanya Zavier karena mendapat penolakan dari Gabby.
"Aku kasih kamu kesempatan itu bukan berarti kita bisa melakukannya," ketus Gabby seraya merapihkan kembali pakaiannya.
Zavier hanya tertawa kecil. "Okay, i'm sorry."
Gabby menelan ludahnya kasar. Ia langsung memalingkan wajahnya yang memerah malu. Lalu ia pergi menjauhi Zavier.
"Udah sana berangkat."
Melihat aksi malu-malu Gabby membuat Zavier mengulum senyumnya. Gabby dan sikap malu-malunya itu membuatnya gemas. Selama kerenggangan hubungan mereka kemarin, ia benar-benar merindukan Gabby.
"Ya udah, aku pergi dulu," ucap Zavier pada Gabby yang tengah pura-pura memainkan ponselnya. "Nggak ada morning kiss, Gab?" lanjutnya menggoda sang istri.
"Cium aja pacar kamu itu."
Shit. Gabby benar-benar membuatnya gemas sendiri.
"Kamu yang kayak gini bikin aku nggak mau pergi deh, Gab. Mau lanjutin aja?"
Mata Gabby melotot. "Demi Tuhan, Zavier. Kepala kamu semalem nggak kepentok atau kenapa-kenapa kan? Aneh banget tau nggak sih tiba-tiba berubah gini."
"Selama ini juga aku nahan diri supaya nggak berbuat apa-apa sama kamu, Gab."
"Kamu berharap aku percaya?"
"Mau aku buktiin sekarang?" Zavier lagi-lagi mendekatkan wajah mereka yang membuat Gabby was-was sendiri.
"ZAVIERRRR!" kesal Gabby yang benar-benar sudah blushing karena ucapan Zavier.
tbc👙
hdeh hdeh zavierrrrr
KAMU SEDANG MEMBACA
Deapest Fall [END]
RomantiekStory of Gabby & Zavier *** Hidup bertahun-tahun sebagai sahabat Zavier membuat Gabby tidak bisa merasa bebas. Lelaki itu terlalu mencampuri urusan asmaranya. Hingga suatu hari, perlakuan yang Zavier lakukan membuat Gabby menjauhinya. Di mata Gabby;...
![Deapest Fall [END]](https://img.wattpad.com/cover/309159927-64-k936421.jpg)