happy reading👙
Sudah 2 bulan menikah, namun tidak ada perubahan di antara Gabby dan Zavier. Gabby sendiri tidak ambil pusing tentang hal itu. Ia sudah membiasakan diri dengan sikap Zavier yang semakin tak acuh padanya. Walaupun Gabby masih menjalankan kewajibannya sebagai istri. Seperti memasakkan Zavier dan menyiapkan segala kebutuhan Zavier.
"Zav, aku udah masakin ayam sambal ijo kesukaan kamu. Di makan, ya?"
Zavier yang baru keluar dari kamar itu melewati Gabby begitu saja. "Kenyang."
"Oh, ya udah," ucap Gabby yang sudah menduga akan seperti ini. Akhirnya ia makan sendiri sembari memperhatikan Zavier yang duduk di sofa dengan mata terfokus pada ponsel miliknya.
Dering ponsel milik Gabby membuat terkejut dirinya sendiri. Ia terlalu fokus memperhatikan Zavier.
Ternyata telepon dari ibu mertuanya. Tumben sekali. Karena wanita itu sudah lama sekali tidak menelepon apalagi mengunjunginya.
"Halo, Mam?"
"Ada Zav nggak, Gab?"
"Ada, Mam. Kenapa ya?"
"Bisa kasih dulu hp mu ke Zav? Mami ada perlu sama dia. Mami telepon nggak di angkat-angkat."
"Boleh, Mam. Sebentar." Tanpa mematikan sambungannya, Gabby berjalan menghampiri suaminya.
Gadis itu menyodorkan ponselnya. "Mami telepon." Zavier langsung menerimanya.
Gabby memperhatikan interaksi ibu dan anak itu. Zavier tidak banyak bicara. Ia hanya terus mengiyakan setiap ucapan Maminya.
"Lain kali suruh telepon ke gue langsung aja," katanya seraya mengembalikan ponsel Gabby.
"Kamu yang nggak angkat telepon dari Mami."
"Sibuk."
"Ya udah, nanti langsung angkat kalo Mami telepon lagi. Biar kamu nggak perlu ngomong sama aku."
"Berisik," ucap Zavier. Ia merogoh ponsel di saku celananya. Ada sebuah telepon masuk.
"Iya, bentar lagi aku jalan. Tunggu sebentar lagi, nggak akan lama kok."
Sepertinya orang yang menelepon Zavier itu Elea. Terdengar dari nada bicara Zavier yang sangat lembut. Gabby hanya diam memperhatikan.
"Mau ke mana?" tanya Gabby ketika melihat Zavier meraih kunci mobilnya.
"Penting banget lo tau?" Lagi, Gabby terdiam karena ucapan Zavier. Setelah itu Zavier melangkah keluar dari rumah meninggalkan Gabby sendiri.
Gabby hanya bisa mengembuskan napasnya panjang. Sikap Zavier yang seperti itu sudah tidak aneh lagi.
👙👙👙
"Mbak, saya mau cake nya ya," ucap seseorang yang membuat Gabby mengangkat wajahnya.
Sedikit kaget, namun ia tetap mengulas senyumnya. Orang itu pun sama kagetnya.
"Loh, Kak Ansel? Ini Bakery punya kamu?"
"Bukan, El. Ini punya nyokap gue."
Elea mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.
"Oh iya, jadi lo mau yang mana?"
"Kamu kan udah temenan lama sama Kak Zav, pasti tau dong kesukaannya Mami Kak Zav?"
Gabby mengerutkan dahinya bingung. Jika ia tahu pun, apa hubungannya?
Mengerti akan kebingungan Gabby, Elea langsung menjelaskan maksudnya.
"Kebetulan aku diundang ke acara keluarganya Kak Zav, jadi aku mau kasih buah tangan gitu Kak. Cuma aku nggak tau Mami suka apa."
Batin Gabby bersahutan. Acara keluarga? Kenapa Gabby tidak tau? Dan juga kenapa mertuanya itu tidak berbicara apa-apa padanya? Lagi, Zavier sepertinya memang serius pada Elea dilihat dari lelaki itu yang akan membawa Elea di hadapan keluarganya.
"Kak?" panggil Elea menyadarkan Gabby yang sibuk dengan batinnya.
"Eh, iya? Gimana-gimana, El? Lo mau yang mana jadinya?"
Terdengar Elea terkekeh. "Kakak lagi ada masalah ya? Sampai nggak fokus gini."
"Maaf, ya."
Elea mengangguk. "It's okay, Kak."
"Jadi gimana, Kak? Mami sukanya apa?"
"Mam- Tante Herma suka yang ada rasa-rasa kejunya, El."
"Gitu, ya? Ya udah deh, Kak. Kamu yang pilih aja."
"Kok gue? Lo aja, El. Nanti takutnya gue salah pilih."
"Nggak apa-apa, Kak. Aku percayakan aja sama kamu. Kan kamu udah kenal Mami lama." Setelah mengiyakan, Gabby langsung mengambil cake kesukaan Herma.
"Mau bayar cash atau debit?"
"Debit aja, Kak," ucapnya seraya mengeluarkan debit card miliknya.
"Makasi ya, El. Semoga acaranya lancar."
"Thanks juga, Kak."
Sepeninggal Elea, Gabby berkecamuk dengan isi pikirannya sendiri. Ia masih tidak terpikirkan, mengapa ia sampai tidak tau ada acara keluarga? Herma juga tidak menelepon hal-hal itu, apalagi Zavier. Apa karena ia hanya istri Zavier yang sangat disembunyikan? Pernikahan mereka juga hanya disaksikan oleh beberapa orang. Itupun benar-benar kerabat dekat yang ada di sekitaran itu saja.
Gabby menyadarkan dirinya sendiri untuk tahu tempat dimana dirinya berada. Yang harus ia lakukan hanya bertahan hidup sendiri tanpa meminta bantuan dari orang lain lagi.
tbc👙
KAMU SEDANG MEMBACA
Deapest Fall [END]
Romance[FOLLOW SEBELUM BACA!!!] ||Zavier-Gabby|| Hidup bertahun-tahun sebagai sahabat Zavier membuat Gabby tidak bisa merasa bebas. Lelaki itu terlalu mencampuri urusan asmaranya. Hingga suatu hari, perlakuan yang Zavier lakukan membuat Gabby menjauhinya. ...
![Deapest Fall [END]](https://img.wattpad.com/cover/309159927-64-k936421.jpg)