Story of Gabby & Zavier
***
Hidup bertahun-tahun sebagai sahabat Zavier membuat Gabby tidak bisa merasa bebas. Lelaki itu terlalu mencampuri urusan asmaranya.
Hingga suatu hari, perlakuan yang Zavier lakukan membuat Gabby menjauhinya.
Di mata Gabby;...
"Udah siap belum? Aku udah di depan," ucapnya pada seseorang di seberang sana.
"Iya bentar, Kak. Ini aku lagi turun."
Zavier, lelaki yang saat ini tengah menunggu kekasihnya itu sedikit merapihkan pakaiannya. Hari ini ia harus menghadiri acara keluarganya. Sebenarnya ia malas, tapi Herma memintanya untuk datang.
Ketika sedang fokus melihat penampilannya, seseorang mengetuk kaca mobilnya sedikit keras. Tanpa harus membuat orang itu menunggu, ia langsung membuka kuncinya. Orang itu pun langsung masuk ke dalam mobil begitu kunci terbuka.
"Gimana penampilan aku, Kak? Aneh nggak sih?"
Mendengar pertanyaan Elea, Zavier mengalihkan pandangannya. Ia melihat penampilan Elea yang selalu cantik di matanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aneh darimananya, El? Kamu cantik gini masa dibilang aneh? Nggak terima loh aku kalo pacar aku yang paling cantik ini disebut aneh."
Tak bisa ditutupi, wajah Elea tersipu mendengar kalimat panjang Zavier.
"Gombal."
"Jujur gini dibilang gombal. Kamu cantik banget, Sayanggggg." Zavier gemas sendiri melihat tingkah malu-malu kekasihnya.
Karena gemas, lelaki itu mendekatkan wajahnya dengan wajah sang pacar. Ia menciumnya yang membuat sang empu terkejut namun tak urung membalas ciumannya.
Elea mendorong tubuh Zavier agar menjauh. "Udah, nanti make up aku berantakan."
Zavier menarik kedua sudut bibirnya. Dengan perlahan ia menginjak pedal gas mobilnya, menjauh dari pelataran rumah Elea.
"Oh iya, aku bawain cake buat Mami kamu. Mami kamu bakal suka nggak ya?"
"Cake apa memangnya?"
"Aku beli Kasekuchen¹."
"Itu cheese cake favorit Mami. Kamu kok hebat banget sih pilih cake itu?" tanya Zavier melirik sekilas ke samping.
"Kak Ansel yang pilihin."
"Kok bisa?" Raut wajah senang Zavier tadi seketika berubah ketika mendengar nama itu.
Tanpa menyadari perubahan wajah Zavier, Elea tersenyum lebar. "Tadi aku beli di Bakery nya. Aku nggak tau kalo Bakery yang sepupu aku rekomendasikan itu ternyata punya Kak Ansel."
Zavier hanya ber'oh' ria. Ia malas membahas apapun yang ada sangkut pautnya dengan Gabby.
Setelah hampir 1 jam dalam perjalanan, akhirnya mobil milik Zavier masuk pekarangan rumah saudaranya; sang pemilik acara.
"Aku udah cantik, kan?" tanya Elea sebelum turun.
Zavier menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya karena Elea terus menerus menanyakan hal yang sama. "Cantik, Elea sayang. Kamu selalu cantik di mata aku."
Gadis itu tersenyum puas mendengar pernyataan dari kekasihnya.
"Sorry," cengirnya.
Lalu keduanya turun dari mobil. Elea melingkarkan tangannya ke lengan Zavier.
"Aku kok gugup ya, Kak?"
Zavier mengusap lembut jemari Elea yang memeluk lengannya. "It's okay. Mereka nggak gigit kok."
"Aku takut Mami kamu nggak suka aku."
"Mami baik kok, El. Kamu jangan mikir yang enggak-enggak."
Elea mengerucutkan bibirnya. "Iya deh."
Di dalam sana ternyata sudah banyak orang. Keluarga Zavier memang terbilang keluarga besar. Untunglah rumah saudaranya ini sangat besar melebihi rumahnya.
"Zavier?" panggil seseorang di depan sana seraya menggerakkan tangannya meminta Zavier mendekat.
Masih dengan menggandeng Elea, Zavier menyeret kakinya menuju orang tersebut.
"Kamu apa kabar? Sudah lama Eyang tidak bertemu denganmu," ucap seorang wanita tua yang memanggil dirinya Eyang.
Zavier tersenyum. "Baik, Eyang. As you see."
"Siapa?" tanyanya pada Zavier.
Dengan kikuk, Elea menyalami wanita itu; berinisiatif lebih dulu. Ia tersenyum merekah.
"Elea, Eyang. Pacarnya Kak Zavier?"
Alis wanita itu mengernyit, namun tak urung membalas senyuman yang Elea berikan.
"Pacar? Kamu udah nggak sama Gabby, ya?" Pertanyaan yang keluar dari bibir wanita tua itu membuat Elea terdiam.
Sadar akan sikap Elea yang tiba-tiba diam, Zavier langsung angkat suara. "Zavier udah bilang dari dulu kan kalo kita cuma temenan?"
Eyang mengendikkan bahunya tak acuh. Lalu matanya tak sengaja menangkap keberadaan cucu kesayangannya. Ia memanggil agar cucunya itu mendekat.
"Allll," panggilnya antusias.
Lelaki bertubuh jangkung itu melangkahkan kakinya lebar mendekati sang nenek. Ia langsung memeluknya erat tanpa peduli orang sekitar.
"Eyang, apa kabar? Udah lama aku nggak ketemu Eyang. Kangen banget," ucapnya seraya mendaratkan kecupan hangat di wajah neneknya.
Semenjak kedatangan orang yang Eyang panggil Al, wajah Zavier berubah datar. Giginya pun sudah beradu karena menahan dirinya agar tidak lepas kendali.
Sedangkan Elea membulatkan matanya kaget melihat orang di depannya itu.
"Zavier mau ketemu Mami dulu, Eyang," pamitnya menarik tangan Elea agar pergi dari sana.
Dahi Elea mengkerut. "Kok bisa Kak Fenly di sini? Dia sepupu kamu?"
tbc👙
¹: cheese cake khas jerman
part ini sama part selanjutnya bakal jadi sudut pandang Zavier yhhhh🙏🏻
buat next part aku blum ngetik apa2, tp udh ad ide si cuma mles ngetik🙏🏻