Sore ini seperti perkataan Gio sebelumnya, Kenan yang akan mengantar jemput Vannya bekerja untuk sementara waktu. Kenapa tidak memilih layanan ojek online, jawabnnya karena Gio bersikap over protective.
Dan pria itu merasa lebih tenang ketika Kenan yang mengantar Vannya karena gadisnya tetap berada dalam pengawasannya.
Kini tidak hanya berdua, saat ini ada Jessi yang ikut serta menjadi penumpang di mobil Kenan. Karena Vannya sangat ingin makan es krim sore ini, jadi Jessi terpaksa ikut terseret demi membuat pekerjaan Kenan lebih mudah.
Kenan tahu akan seberapa melelahkan mengurus dan memenuhi keinginan Vannya seorang diri, maka dari itu lebih baik mengorbankan Jessi untuk membantunya.
Sampailah tiga orang itu di salah satu kedai gelato yang menjual pistachio ice cream yang sedang ramai diperbincangkan.
"Van, kalau Gio tau gue anter lo makan es krim tapi belum makan malam, bisa bisa gue dipenggal sama orang itu" Kenan menatap khawatir dua gadis di depannya yang kini sibuk menikmati sendokan es krim mereka
"Vannya bukan bayi kali, lo sama Gio tu lebay banget kayak bapak bapak" Jessi merotasikan matanya malas, pasalnya Kenan terus saja mengoceh sejak diperjalanan bahwa makan ice cream sebelum mengisi perut dengan makan berat adalah hal yang tidak boleh dilakukan
"Aturan tadi kita makan malam dulu" kekeuh Kenan mulai merasa pening
"Elah, keburu tutup ni toko nungguin kita cari makan. Kayak gak tau Vannya kalau milih makan kayak apa aja" timpal Jessi sekali lagi
"Aman Kenan, aku udah bilang mas Gio dan dia oke aja" ujar Vannya sembari memberikan senyuman manis demi membuat Kenan lebih tenang
Tapi kalimat manis tidak berpengaruh apapun pasalnya Kenan terus diteror Gio untuk segera mengantarkan Vannya pulang dan memastikan gadis itu mengisi perutnya "Lo aman aman aja, gue yang gak aman Vannya"
"Lo kalo ribut terus pulang aja sana, ganggu orang makan es krim aja" Jessi mulai kesal dengan kebawelan Kenan yang seakan tiada henti, ia hanya ingin menikmati es krimnya dengan tenang
"Udah jangan berantem, nanti habis ini kita makan berat ya. Aku tiba tiba pengen sate ayam" Vannya lebih dulu menengahi sebelum membuat perseteruan Kenan dan Jessi semakin panjang
"Siap nyonya, ginikan gue jadi lebih tenang" Kini Kenan baru berusaha menikmati es krimnya, pasalnya sejak tadi ia memaksa
Vannya untuk makan malam, gadis itu terus menolak dan mengatakan hanya ingin makan es krim. Bisa habis Kenan terkena amukan Gio karena tidak menjaga Vannya sebagaimana perintah bossnya itu.
"Omong omong mas Gio lo kemana? Kenapa
jadi Kenan yang rajin jadi supir lo?" Tanya Jessi penasaran
"Ah itu... aku emang mau cerita soal itu" ada nada menggantung penuh pertimbangan dari kalimat Vannya, ia sedang memilah kata untuk mengungkapkan kejadian buruk belakangan ini
Jessi dan Kenan sama sama penasaran. Kenan yang biasanya akan tahu apapun yang menyangkut persoalan Gio, tapi kali ini ia masih tidak mendapatkan informasi apapun. Kenan hanya tahu bahwa mood bossnya sedang tidak baik, dan Gio sedang gencar menemui pengacaranya untuk mengurus kasusnya yang tidak berkesudahan itu.
"Mba Resya udah tahu kalau aku main belakang sama mas Gio" Vannya berujar pelan sambil menyendok besar besar suapan es krimnya demi membuat perasaannya merasa lebih baik
Sejujurnya hatinya kembali sedih mengingat kejadian beberapa hari lalu yang terus menghantuinya dengan berbagai macam ketakutan, salah satu ketakukan terbesarmya adalah harus kehilangan Gio.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hollow
Romance[cheating !!!! 18+] Kepindahan Vannya ke ibukota mengantarkannya bertemu dengan pria sempurna, seperti Elgio Gevano Harison yang merupakan kekasih tetangga apartemennya. Awalnya Vannya mengartikan perasaannya kepada Gio, sebagai rasa kagum semata. T...
