KLTK (Kenangan Lama Teringat Kembali)

2.2K 266 27
                                        


Tiga ribu kata dulu, semoga bisa mengobati rindu. Btw, sorry ya, aku paling susah nulis cerita dengan karakter Sasuke yang gak banyak omong. Serius, maaf kalau Sasuke menjadi agak out of character dia di sini. Bola mata Sasuke sakit murni buatan sendiri pakai keluar cairan hitam saking parahnya. Fanfic ini dikarang sebebas-bebasnya, sengawur-ngawurnya. Hahha.

***

Cahaya keperakan samar menembus celah jendela kayu, Sakura bisa merasakan sinar itu menelusup ke dalam bola mata. Ia bergerak bangun dari ranjang yang berderit, mencoba memahami apa yang telah terjadi. Diedarkannya pandangan menyeluruh ke kamar dengan lantai tatami yang sudah usang, dinding kayu yang tampak lusuh, sudut ruangan yang hanya memiliki satu lemari kayu tradisional. Jelas ia tidak berada di dalam kamar apato yang nyaman.

Sembari memijat pelipis kepala, ia mencoba merangkai keping ingatan yang hilang. Ingatan terakhir membuat ia tersentak dan lekas bangkit dari ranjang. Bergerak menyingkir secepat yang ia bisa, meraba tanto yang tersimpan di balik pinggang. Saat ia hendak melarikan diri, pintu kamar bergeser menampilkan seorang gadis berambut merah yang langsung ia kenali.

Lemparan kunai itu nyaris mengenai leher Karin bila gadis itu tidak cepat menyingkir. Bola matanya terbelalak, lalu ia melambaikan tangan kanan ke atas. Memberi kode.

"Hentikan, Jalang! Jangan membuat keributan di penginapan ini!" sergah Karin kesal.

Tangan kanan Sakura yang memegang tanto urung mengendorkan kewaspadaan. Gadis bermata hijau itu memandang Karin dengan curiga, lalu ia bergerak lebih dekat ke jendela. Memikirkan cara untuk kabur secepatnya, bila ia bisa.

"Bukan hanya keselamatanmu saja, tapi pikirkan tentang bayimu!"

Gerakan Sakura melemah seiring kalimat yang terlontar dari bibir lawan bicara. Ia menatap tidak percaya, lalu mengalihkan perhatian pada sudut lain.

"Bagaimana kau bisa tahu?" bisiknya lirih.

Karin tertawa agak jahat, lalu menatap penuh kemenangan pada Sakura. "Kau lupa, aku ninja sensor. Mendeteksi chakra adalah keahlianku, maka aku bisa menemukan ada kehidupan lain di dalam tubuhmu dengan mudah."

Sakura tidak punya daya untuk membantah, maka ia mengalihkan perhatian pada cahaya keperakan yang berasal dari sinar rembulan di luar sana.

"Apa yang kalian inginkan dariku?" tanyanya. Tentu ia sempat berpikir bahwa pertemuan di perbatasan Konoha merupakan kali terakhir ia bisa mengucap selamat tinggal pada kehiduapan fana.

Karin mendengkus semakin kesal. "Kau akan tahu sebentar lagi. Ayo!"

Alis Sakura bertaut, tapi ia tidak punya pilihan lain. Lebih baik mati daripada membantu musuh, tapi ia punya kehidupan lain yang harus dijaga. Ia ingin melihat janin itu tumbuh, kemudian mengecup kedua pipinya setelah lahir ke dunia. Ada keinginan terbesar yang membuat ia harus menahan diri untuk sementara waktu.

Sakura mengikuti langkah Karin yang berjalan lebih dulu menuju ke pintu kayu bercat hitam yang berada di seberang kamarnya tadi. Tentu ia sudah punya dugaan, maka ia mengambil napas panjang dan menghembuskannya perlahan saat pintu itu terbuka.

Di dalam kamar yang berukuran tiga kali empat meter itu, seorang ninja pelarian tengah berbaring dengan beberapa perban membalut tubuh. Mungkinkah efek pertarungan dengan Tenzou sebelumnya? Sakura mengernyit tebal. Sayang sekali, ia tidak bisa mengingatnya dengan baik. Saat merasakan ketukan di punggung itu, kesadarannya mendadak lenyap dan ia sudah berada di penginapan usang ini.

Napas laki-laki berambut hitam yang memiliki luka di mana-mana itu cukup beraturan, lalu Sakura meneliti aliran chakra di tubuhnya. Tidak begitu stabil, tapi Sasuke baik-baik saja. Namun, perhatian Sakura langsung teralih pada bagian wajah Sasuke yang tampak lebih pucat. Bola mata itu terpejam, tapi ia bisa melihat ada bekas aliran darah di ujung kelopak masing-masing.

BlueTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang