Ditengah perjalanan menuju rumah aciel berhenti sebentar karna ada panggilan masuk.
"Halo, ya kak, aciel bentar lagi sampai" Ia menutup telepon nya lalu berlari terburu buru agar sampai di rumah nya.
PLAK!!.. Baru saja sampai depan gerbang rumah nya aciel hampir terhuyung ke samping karna tak siap menerima tamparan dari kakak ketujuh nya.
"Bagus jam segini baru sampai di rumah, ga tau diri! Udah bagus kita masih mau nampung anak pembawa sial, kenapa gak sekalian pergi aja gak usah balik lagi!" Ucap kak kei yang tadi telah melayangkan sebuah tanparan.
"Mau bikin kita orang mati kelaparan Hah!, kita orang udah nunggu lu balik dari tadi, lu tau kalau nathan sama keenan ga boleh telat makan, sono pergi beliin kita orang makanan di tempat biasa" ucap kei sambil melempar kan uang nya, aciel pun terburu buru memungut uang yang berserakan lalu berlari keluar kompleks demi membeli makanan untuk para abangnya.
Pov abian
"Kita puter balik ikutin aciel ya, perasaan gua rada ga enak" ucap abian sambil memutar balik mobil nya lalu memasuki kompleks perumahan yang tadi sempat ia lihat saat aciel memasuki kompleks.
Abian menjalankan pelan mobil nya yang jarak nya tidak terlalu jauh dengan aciel, setelah mengikuti aciel sampai aciel memasuki sebuah perkarangan rumah yang begitu besar, kedua netra nya membola saat melihat aciel di tampar oleh seorang lelaki yang tampang nya sangat familiar.
"Gila itu bukan nya kak kei ya" tanya liam yang melihat kejadian itu.
"Ada hubungan apa kak kei dengan aciel ujar abian dalam hati"
Abian pun tetap mengikuti aciel.
Pov end
Tin.. Tin.. Aciel yang sedang lari terburu buru langsung menoleh ke samping, mata nya membola melihat siapa orang yang membunyikan klason dari tadi.
"Cepetan masuk ke mobil kita anterin, ga mau kan kena amukan kakak kamu lagi", aciel terdiam bentar langsung masuk ke dalam mobil.
"Tolong ke restoran dekat simpang jalan raya ya" ucap aciel sambil melakukan panggilan keluar.
"Halo, pesen biasa ya buat keluarga kalingga mahantta, tolong secepatnya ya sebentar lagi saya sampai ditempat, terimakasih" ucap aciel yang telah memutuskan panggilan telepon nya.
Tak lama dering hape nya berbunyi kembali.
"Halo, ya kak"
"Kamu dimana dek"
"Aciel lagi jalan ke restoran biasa yang dekat simpang jalan raya"
"Kakak nyusul kesana ya, kakak juga lagi di jalan menuju rumah"
"Ya udah ciel tunggu kakak di sana"
"Kamu hati hati di jalan ya dek"
"Kakak juga hati hati di jalan" ucap nya lalu menutup telepon nya.
Tak lama mereka pun sampai di simpang jalan raya "Bian berhenti depan restoran itu" ucap aciel yang menujuk sebuah restoran di depan sana.
TBC
-Hoshi-
KAMU SEDANG MEMBACA
뭐라고요
Short Story"Kapan mereka bisa menerima diriku?" "Hiks... Hiks... Hiks... "Tapi adek gimana, aku ga mau kehilangan adek" "Kalian ga lupa kan dia itu pembawa sial di rumah ini" "Jangan lupakan atas apa yang di lakukan anak itu, seharusnya semenjak orang tua kit...
