08

1.3K 92 0
                                        

"Kriet... Tak..." Bunyi pintu kamar yang terbuka dan tertutup pelan.

"Tap... Tap... Tap..." Langkah kaki yang mendekati tempat tidur aciel lalu merasakan gerakan kecil adanya orang yang tidur di samping nya.

Aciel yang merasakan gerakan kecil terbangun bentar tapi tertidur lagi tanpa menyadari jika kedua abang kembar nya tidur di samping kiri dan kanan aciel.

Pov elvano
"ACIEL" terdengar suara teriakan kembarannya el pun bergegas keluar kamar melihat apa yang terjadi, dia melihat jika kembaran sedikit panik melihat aciel yang tergeletak di lantai

el yang urung membantu kembaran nya pun kembali kekamar tanpa menutup rapat, tak lama el mendengar suara dokter yang menjelaskan penyakit yang di derita oleh aciel.

"Aciel tidak apa apa hanya saja ia terlalu kelelahan akibat memforsir dirinya, mohon di pantau pola hidupnya dan pola makanya, kalau tidak akan sangat  berbahaya di masa mendatang, karna saat ini fungsi jantung acil sudah sangat melemah"

El yang mendengar penjelasan dokter pun kaget jika aciel memiliki riwayat jantung, ketika ev mengantar dokter keluar, el diam diam masuk ke kamar aciel melihat kondisi aciel ia melihat wajah aciel yang sedikit pucat lalu ia segera meninggalkan kamar aciel, melihat wajah aciel yang pucat el merasakan gelisah mungkin ini yang di rasakan kembaran nya juga.

Malam ini el tidak bisa tidur tenang,  sedikit dikit dia terbangun gelisah karena kembarannya tidak di samping nya. Saat el terbangun lalu mengambil minum ia mendengar suara tangisan dan rancauan aciel dan suara kembarannya yang berusaha membangunkan adiknya dari mimpi buruk "Tidak... Ayah... Ibu... Ayo bangun jangan pergi tinggalin ciel...  Hiks... Ciel takut... Hiks..."
"Ciel... Ciel.. Bangun ciel..."

El yang berdiri di depan kamar aciel semakin gelisah mendengar nya suara racauan sampai akhirnya ia tidak mendengarkan suara lagi kamar aciel.

El pelan pelan masuk kekamar aciel melihat aciel dan kembarannya yang tertidur ia pun ikut tidur di samping kiri aciel, biar lah malam ini dia tidur bertiga, perasan yang tak nyaman pun berubah menjadi rasa kantuk yang luar biasa.
Pov end

Jam sudah menunjukkan pukul 04.50 aciel yang terbiasa bangun subuh, ia terbangun dengan perasaan campur aduk, rasa senang, rasa takut, rasa bahagia, aciel kira ia bermimpi tidur dengan kedua kakak kembarnya, menyadari jika ke dua kakak kembarnya tidur dengan nyenyak, ia bangun perlahan tanpa membuat suara menyingkirkan tangan kedua kakaknya yang tanpa sadar tidur memeluk aciel, setelah aciel terbebas dari si kembar ia pelan pelan keluar kamar menuju dapur lalu melakukan rutinitasnya membuat sarapan untuk para abangnya dan ia juga menyiapkan sarapan untuk ketiga teman nya itu.

Pagi ini aciel membuat nasi goreng pedas, dan membuat sandwitch, semua nya sudah tertata rapih di atas meja, melihat jam menunjukkan  pukul 05.55, dia bergegas kembali kekamar, ciel membuka pintu kamarnya pelan melihat kedua kakaknya masih tidur nyenyak ciel pun segera menuju kamar mandi membawa handuk dan seragam, aciel yang sudah siap dengan seragam nya

Ia keluar dari kamar mandi, masih melihat kedua kakaknya tertidur, dengan gerakan pelan ciel mengambil tas nya lalu memakai jam tangan nya di lirik jam sudah pukul 06.45 ciel beranjak keluar kamar, tapi sebelum nya ciel mencium pelan di kening kedua kakak kembarnya lalu membisikan "Terimakasih kak, aciel  berangkat dulu, adek sayang kalian" bisik aciel berlalu keluar kamar.

"Bi, aciel berangkat ya" ucap aciel sambil memasukan 4 bekal ke dalam paper bag nya

"Iya den hati hati di jalan" jawabnya.

TBC

-Hoshi-

뭐라고요Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang