Sebuah mobil memasuki perkarangan rumah, setengah jam menempuh perjalanan, akhirnya sikembar sampai dirumah.
"Ev... Masuk duluan sana istirahat dulu baru mandi" ucap el sembari mematikan mesin mobilnya lalu bergegas turun, mereka berdua memasuki rumah.
Ev langsung naik menuju kamarnya,sedangkan el menghampiri maid tertuanya.
"Bi... Bisa tolong bantuin el, tapi sebelumnya tolong panggilan mas ansel sama mas victor? Langsung suruh mereka kekamar ya bi, sekalian sama bibi juga" pinta el sembari mengisi air hangat di gelasnya lalu membawanya kekamar.
"Ev... Ini minum dulu airnya mumpung masih hangat" ucap el meyerahkan gelas yang berisi air hangat.
Tak berselang lama pintu kamarnya diketuk "Tok... Tok... Tok... Masuk" ucap el.
"Mas vic sama mas ansel tolong pinggirin meja kecil yang ada ditengah ranjang, pinggirin aja dulu kepinggir" ucap el sambil menunjukkan apa aja yang mau di pindah, bibi yang melihat sedang ada perubahan tata letak kamar langsung mengambil sapu dan pengki, menyapu bagian yang kotor.
El pergi kekamar sebelahnya mengukur luas ranjang yang akan di pindahkannya.
"Ev... Kamu rebahan di sofa dulu ya, ranjang ev mau el geser bentar" pinta el yang di turuti oleh ev yang sedang mengantuk hanya nurut apa yang di suruh el.
"Mas tolong geser kepojok dulu ranjang nya ev, terus kita kesebelah pindahin rajang ini ke kamar kita mas, taruh ranjang nya di tengah tengah mas, kalau ranjang ini udah di taro di tengah ntar ranjang ev dorong lagi di pepetin sama ranjang yang di tengah, jangan ada cela ya mas" pinta el sembari ikut mengatur posisi nya.
"Bi tolong seprei kita ganti semua termasuk sepreinya aciel ya bi, terus mas tolong sekalian pindahin lemari pakaian aciel kesini" ucap el meminta tolong kepada mereka.
Berapa jam terlewati, proses pemindahan barang telah selesai.
"Ev... Ev... Bangun udah sore ini" ucap el sambil mengusap pelan lengan ev, ev yang terbangun pun langsung duduk sebentar lalu beranjak ke kamar mandi, setelahnya ev keluar kamar mandi dengan badan yang lebih segar.
"El mandi dulu bentar, ev siap siap aja" ucap el yang memasuki kamar mandi, ev terdiam melihat ada perubahan dengan kamar mereka, adanya penambahan barang barang dikamarnya.
El yang keluar kamar mandi terseyum tipis melihat kembaranya yang masih bingung dengan keadaan sekitarnya.
"Kenapa ev, kamar kita jadi sempit yah?" ucap el sambil memakai baju lalu mengeringkan rambutnya yang basah.
"Besok aciel pulang dari rumah sakit, langsung bawa ke sini, aciel tidur sekamar sama kita, kamar aciel nanti di jadiin ruang belajar buat dia sama temen temen nya kalau datang berkunjung" ucap el menjawab kebingungan ev.
"Seriusan el? Aciel tidur disini bareng kita? El ga keberatan?" tanya ev menatap el yang sedang mengeringkan rambutnya yang basah.
"Ia ev, aciel tidur sekamar sama kita, mulai besok kamar ini juga kamarnya aciel" jawab el menghampiri kembarannya lalu memeluknya.
Ev tersenyum sembari membalas pelukan kembaran nya itu.
Ia tak menyangka jika el melakukan hal ini, tadi nya ev berpikiran aciel pindah kekamar mereka agar bisa memantau keadaan aciel setiap saat, tadinya ev ingin meminta izin el agar aciel bisa tidur sekamar dengan mereka berdua tapi ia urungkan niatnya karna takut kemabaran nya tidak setuju dengan pemikirannya , tapi ternyata di luar dugaan el sudah melakukan nya tanpa ev minta sama sekali.
"Baju ganti aciel udah siap? hoodienya juga di bawa sekalian juga jangan lupa bawa baju ganti buat kita juga, besok kita berangkat kuliah dari sana aja jadi gak bolak balik" ujar el sembari merapihkan barang apa aja yang di bawa.
"Sudah siap semua el? dompet, hape, jam tangan jangan ketinggalan el, ayo berangkat entar keburu kemalaman, sekalian nanti mampir dulu beliin makanan buat temen nya aciel" ucap ev sambil menenteng tas yang berisi keperluan mereka dan aciel.
TBC
-Hoshi-
KAMU SEDANG MEMBACA
뭐라고요
Kurzgeschichten"Kapan mereka bisa menerima diriku?" "Hiks... Hiks... Hiks... "Tapi adek gimana, aku ga mau kehilangan adek" "Kalian ga lupa kan dia itu pembawa sial di rumah ini" "Jangan lupakan atas apa yang di lakukan anak itu, seharusnya semenjak orang tua kit...
