"Kita berangkat kuliah dulu ya, hari ini cuma ada dua pertemuan kelas, adek tunggu kita balik, nanti kita pulang kerumah sama sama, adek jangan bandel ya" ucap kak el
"Iya kak hati hati di jalan, adek tunggu kalian balik" ujar ciel.
Mereka tidak langsung ketempat kuliah, melainkan mampir dulu kesekolah aciel seperti yang sudah el janjikan semalam dengan abian. Tak lama mereka pun sampai di sekolah aciel.
"Ev mau ikut turun apa di sini aja? El cuma bentar ketemu kepala sekolahnya aciel" tanya el yang bersiap untuk turun dari mobil.
"Ev tunggu aja di mobil sekalian ev ngerjain tugas yg kemaren belum beres" jawab ev yang sedang fokus dengan buku di tangannya.
El pun segera turun dari mobil lalu menghampiri abian yang sudah menunggu di koridor sekolah.
Abian mengantarkannya hanya sampai depan ruang kepala sekolahnya saja, ia pun segera kembali kekelasnya.
"Tok.. Tok.. Tok.. Permisi bisa saya bertemu dengan kepala sekolah" tanya el sambil membungkuk sopan.
"Saya sendiri kepala sekolahnya, ada keperluan apa tuan menemui saya" tanya pak kepala sekolah sembari mempersilakan duduk.
"Sebelumnya perkenalkan nama saya elvano mahantta, maksud dan tujuan saya datang kesini karna ingin meminta izin khusus untuk murid bapak yang bernama chist aciel aileen siswa kelas 11A agar diizinkan tidak mengikuti kegiatan praktek olahraga, saya minta agar aciel di berikan tugas lisan ketika pelajaran olahraga, saya juga membawa hasil kesehatan aciel untuk di pertimbangkan" ucap el sembari menyerahkan rekapan kesehatan aciel.
"Mohon permintaan saya dipertimbangkan dikarenakan kondisi aciel yang tidak memungkinkan dan juga apapun yang berhubungan dengan aciel tolong langsung di sampaikan kepada saya sebagai wali dari aciel dan saya juga memohon kepada bapak untuk tidak membocor kan kepada siapapun itu mengenai penyakitnya dan statusnya aciel, karna ini permintaan langsung dari aciel sendiri, mohon kerjasama ya pak dan terima kasih karna saya harus undur diri sekarang" ucap el lalu beranjak dari tempat duduk dan menjabat tangan dengan kepala sekolah.
El kembali kemobilnya dan mereka meninggalkan sekolahan lalu bergegas menuju keuniversitasnya.
Sementara itu di rumah sakit aciel kaget melihat abian genk yang sudah datang padahal masih waktunya sekolah. "Udah makan belum ciel, nih kita bawain makanan" ucap abian.
"Kalian bolos sekolah ya?" tanya aciel sembari melirik jam di hape nya masih menunjukkan pukul 10.00.
"Kita ga bolos, di sekolah ada rapat guru jadi semua siswa/i di bubarin, kita juga bawain catatan materi hari ini biar ga ketinggalan" jawab liam.
"Dokter udah kunjungan lagi belum ciel, dokter bilang apa?" tanya abian yang duduk dekat ranjang aciel.
"Dokter udah kunjungan tadi jam 09.00, ga ada keluhan apa apa, hanya saja sudah boleh pulang kalau infusan ini udah habis" ucap ciel sambil menunjukkan infusan nya yang tinggal setengah.
"Udah makan belum? makan dulu yuk, ini kita ada bawa nasi campur sama nasi tim, aciel mau makan yang mana? " tanya liam yang memberikan pilihan makanannya.
"Belum, mau nasi tim aja liam, tapi setengah aja ya" jawab aciel sembari mendudukan dirinya dibantu oleh abian yang ada di sampingnya.
Liam segera menyiapkannya lalu memberikannya kepada aciel, ia menerimanya lalu memakannya dengan perlahan.
"Lah kalian udah di sini?, bolos ya?" tanya ev sembari menghampiri aciel yang sedang makan lalu mengusap kepalanya, sedangkan el mecium keningnya.
"Kalian tunggu disini ya, kita keruangan dokter dulu" ucap el langsung bergegas keruang dokter bersama kembarannya.
"Tok.. Tok.. Tok.. Ya silakan masuk" terdengar suara dari dalam yang mempersilakan mereka masuk.
"Permisi dokter, kita mau tau bagaimana perkembangan aciel untuk saat ini dok" tanya el.
"Perkembangan aciel untuk saat ini tidak ada masalah sehabis infusannya aciel sudah diperbolehkan pulang tapi perlu ingat dia tidak boleh sampai kelelahan, saya juga sudah mendaftar kan aciel menjadi penerima pendonor jantung prioritas, semoga ada jantung yang cocok dengan aciel maka dari itu untuk saat ini aciel harus extra dalam penjagaanya, karna kapan pun dia bisa drop dan berakibat fatal" jawab dokter yang menjelaskan dan memberi kan sedikit ketenangan agar kedua saudaranya itu tidak begitu panik.
Sikembar pun kembali ke ruang aciel setelah bertemu dengan dokter dan melakukan administrasi.
TBC
-Hoshi-
KAMU SEDANG MEMBACA
뭐라고요
Cerita Pendek"Kapan mereka bisa menerima diriku?" "Hiks... Hiks... Hiks... "Tapi adek gimana, aku ga mau kehilangan adek" "Kalian ga lupa kan dia itu pembawa sial di rumah ini" "Jangan lupakan atas apa yang di lakukan anak itu, seharusnya semenjak orang tua kit...
