38

489 30 0
                                        

Ev merasa jika jalan pikirannya salah karna terburu buru mengambil keputusan ia pun menghampiri aciel yang sedang duduk dipangku oleh theo dan masih menangis sesegukan

"Adek... Kak ev minta maaf ya karna kakak udah terburu buru mengambil keputusan, itu semua karna kak ev ga mau lihat adek semakin sakit, kakak ga mau kehilangan adek karna kak sangat menyayangi adek" ucap kak ev sembari menenangkan dan mengelus punggung aciel

Melihat aciel yang belum berhenti menangis ev langsung memindahkan aciel kepangkuannya lalu memeluk nya erat sembari mengelus punggung nya "Udah jangan nangis lagi ya, nanti makin sesak dadanya, maafin kakak ya dek" ucap ev

Perlahan aciel mulai memejamkan kedua matanya meninggalkan jejak bekas air mata yang menghiasi wajahnya ia pun terlelap di pelukan kakak kesayangannya itu

Ev juga meminta maaf kepada mereka karna tindakannya yang terburu buru membuat sang adek menangis karna mendengar ucapannya

"Abang sudah meminta dokter agar adek di masukkan ke dalam daftar prioritas penerima donor organ, tinggal menunggu kabar dari dokter." ucap aarav

"Sekarang yang terpenting menjaga kondisi adek agar tidak drop karna lusa jadwal adek operasi setelah melakukan cek up sekali lagi" ucap brian

"Ev... Adek tertidur, bawa ke kamar ev, kasian itu badan adek" ucap theo yang melihat adek tertidur di pelukan ev.

"Ev duluan ya" ucap ev sembari mengendong adek ala koala dan membawanya ke kamar.

Mereka pun juga sama memutuskan kembali kekamarnya masing masing untuk beristirahat karna hari yang mulai menjelang malam

Esok hari saat sang fajar mulai terbit aciel yang terbangun lalu melihat jam yang baru menunjukkan baru pukul setengah lima pagi, ia dengan perlahan memindahkan tangan kak ev yang berada di atas perutnya lalu pelan pelan segera beranjak ke kamar mandi dan membasuh wajahnya setelah itu ia pun turun kebawah.

Aciel yang turun langsung aja dia menuju kedapur mempersiapkan bahan bahan untuk membuat sarapan mumpung semua abangnya masih tertidur pulas.

"Astaga den aciel ngapain den" tanya bibi yang terkejut melihat tuan mudanya sedang sibuk di dapur

"Aciel mau bikin sarapan buat nanti abang sama kakak sarapan bi"

"Aduh den udah bibi aja, entar kalau den el liat bisa marah den, aden kan ga boleh kecapaian" ucap bibi yang  menghampirinya.

Maklum aja semenjak kesehatan aciel yang mulai menurun semua abangnya menjadi lebih protectiv terlebih abangnya yang kembar sangat sangat protectiv terhadap aciel.

Aciel yang sangat ingin memasak sarapan untuk semua abangnya memaksa sang bibi untuk memperbolehkan nya, akhirnya sang bibi memperbolehkan nya memasak setelah aciel mengeluarkan jurus rayuannya.

Tapi dengan syarat aciel yang harus duduk memperhatikan sang bibi yang memasak mengantikan aciel, karna sang bibi tidak mau tuan mudanya ini kelelahan apa lagi besok jadwal aciel operasi transplantasi jantung.

Mau tidak mau aciel menyetujui syarat dari sang bibi tapi untuk urusan membumbui harus dia yang setujui oleh bibi, dan akhirnya acara memasak pun selesai tinggal menata rapih di meja makan.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi sembari menunggu semua abang nya turun untuk sarapan, aciel mendatangi kamar tempat bang xander berada untuk mengajaknya sarapan bersama.

"Bang... Abang... Bangun yuk udah pagi kita sarapan bareng" ajak aciel yang mencoba membangunkan bang xander yang masih tertidur akhirnya xander terbangun ketika mendengar suara seseorang yang mencoba membangunkannya.

"Pagi adek"

"Pagi juga abang, cuci muka dulu gih terus kita sarapan bareng"

Xander pun langsung bangun dari tempat tidurnya dan berlalu ke kamar mandi, ia segera mengosok gigi serta membasuh wajahnya tak lama xander beserta aciel pun turut bergabung dengan mereka yang sudah menunggunya di ruang makan

"Pagi semuanya" ucap bang xander serta aciel

"Pagi juga bang xander dan dek... Ayo duduk kita mulai sarapan" aciel dan xander pun mengambil posisi tempat duduknya, sedangkan aciel yang duduk di antara kak el dan kak ev sedangkan xander memilih duduk di samping elvano.

"Bi, tolong siapin bubur yang tadi aciel masak, terus sekalian di anter ke kamar keenan ya" ucap aciel yang melihat sang bibi sedang menuangkan air minum untuk dirinya.

"Adek masak? jangan bilang ini semua juga adek yang masak ya" selidik el yang melihat aciel menundukkan kepalanya karna ia yang keceplosan

"Adek... Kan kak el udah bilang kalau adek ga boleh kecapaian, adek bandel ya ga mau dengarin omongan kakak"

"Maaf kak... Tapi adek lagi pengen bikin sarapan buat kalian" cicit aciel

TBC

-Hoshi-

뭐라고요Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang