"Ayo turun kita udah sampai, tunggu nya di dalam aja" ajak aciel yang sudah turun dari mobil bian lalu mereka berempat memasuki restoran itu.
"Mbak tolong minta buku menu minuman sama makanan ya" ucap ciel kepada salah satu pelayan.
"Nih buku menu makanan sama minuman kalian mau pesan apa?" tanya aciel kepada abian genk sambil menyerahkan daftar minuman dan makanan nya.
"Kita pesen minuman aja ciel" ucap bian mewakili temen yang lain.
"Mbak kita mau pesen ice lemon tea 2, jus jeruk 1 sama jus alpukat 2, untuk yang jus alpukat 1 di take away ya sekalin sama pesenan yang a/n kalingga mahantta"
"Kalian bertiga boleh ciel minta tolong?" Tanya ciel kepada ketiga teman nya itu.
"Minta tolong apa ciel" tanya bian sambil menegak minumanya.
"Ciel mohon sama kalian untuk merahasiakan masalah ini dengan yang lain nya, bisa kan?, aku punya alasan kenapa masalah ini harus di rahasiakan, mohon kalian menghargai privasi ku ya" pinta ciel dengan wajah yang memelas.
Tak lama pesenan yang di tunggu sudah siap berbarengan dengan kedatangan kak ev.
"Terimakasih mbak, minta bill nya, untuk minuman nya tolong dipisahkan ya jangan di satukan dengan pesanan yang tadi"
"Ciel" panggil kak ev sambil melambaikan tanggannya lalu menghampiri aciel.
"Ciel sudah lama nunggunya?" Tanya kak ev yang sibuk mengusak pucuk kepala ciel.
"Ciel ga lama nunggu nya kak" jawab ciel, kak kenalin mereka teman sekolah ciel. Abian, finn, liam. Halo kak salam kenal ucap bian genk, halo juga saya evano mahantta kakak nya aciel yang keenam balas kak ev.
"Balik yuk kak pesenan udah beres, kak keenan sama kak nathan ga boleh telat makan" ucap ciel ke kak ev sambil beranjak dari tempat duduk nya.
"Bian, liam, finn kita balik dulu ya" ucap aciel dan kak ev. Mereka pun berpisah di restoran.
Tak lama aciel dan ev sampe di rumah, "Kak ev, tadi ciel pesenin jus alpukat buat kakak, jangan lupa di minum" ucap ciel sambil membuka pintu gerbang untuk kak ev.
"Makasih ya adek" ucap kak ev sambil turun dari motor nya lalu mengusak pelan pucuk kepala ciel, mereka berdua pun masuki rumah.
Aciel segera bergegas menata makanan di piring lalu menyiapkan nya di meja makan, setelah itu dia memanggil kakak nya satu persatu.
Semenjak abian mengetahui penyakit yang aciel derita ia memutuskan untuk berdamai dan berteman dengan aciel. Ia menyadari jika perbuatannya bersama teman genk nya itu hanya membuat aciel yang menderita semakin menderita apa lagi ketika ia mengetahui keluarganya sangat membenci dirinya.
TBC
-Hoshi-
KAMU SEDANG MEMBACA
뭐라고요
Short Story"Kapan mereka bisa menerima diriku?" "Hiks... Hiks... Hiks... "Tapi adek gimana, aku ga mau kehilangan adek" "Kalian ga lupa kan dia itu pembawa sial di rumah ini" "Jangan lupakan atas apa yang di lakukan anak itu, seharusnya semenjak orang tua kit...
