Aciel kini sedang bersiap diri, ia terbangun dari pukul 04.00 subuh. Sikembar berserta yang lain pun sudah terbangun, mendapati aciel tidak ada dikamar, mereka langsung mencari aciel.
Sedangkan yang lagi di cari ada di kamar lamanya dan sedang fokus membuat catatan apa aja yang akan dia beli nanti. Kini jam sudah menunjukkan pukul 05.00 subuh.
Ia segera turun kebawah mendapati kedua kakak kembarnya berserta dengan Kedua temannya yang duduk di ruang makan.
"Bi... tolong suruh mas ansel siap siap juga" ucap aciel yang melihat bibi sedang menuangkan air minum untuk dirinya.
"Kak ev sama abian di rumah aja ga usah ikut, bian tunggu finn sama keint datang ya" ucap aciel.
"Kak el yakin mau ikut? kak el di rumah aja ya ga usah ikut" taya aciel.
"No... Kak el ikut, kalau kak el ga ikut aciel gak boleh pergi" jawab el.
Mereka pun berangkat menuju pasar,membeli semua kebutuhan mingguan, setengah jam lebih mereka habiskan dipasar lalu kembali pulang pukul 06.30 mereka sampai di rumah
Ev yang mendengar mobil memasuki perkarangan rumah langsung bergegas keluar bersama dengan abian yang sendari tadi menunggu mereka balik.
Ketika mereka sampai aciel turun duluan langsung mengatur apa saja yang harus di turunkan.
"Bi, bahan untuk dua minggu di simpen dulu, abis itu langsung masak ya, mau di bawa entar siang" ucap aciel.
Tak lama finn dan kent pun sampai di rumah aciel, sedangkan diruang makan sudah ada si kembar, abian genk plus keint dan mas ansel serta mas victor
"Kak ev, liam, mas ansel dan mas victor tolong bantu bibi masak di dapur"
"Abian, finn, kent tolong bantu aku bikin bingkisan 50 bungkus" ucap aciel.
"Kak el sini ikut adek ke atas" ucap aciel sembari menarik el kekamar aciel lalu ia menyerahkan uang dan amplop kosong
"Kak el tolong bantu masukin uang ke dalam amplop ya, butuh 50 amplop, 20 isi 200, sisanya isi 100" jelas aciel lalu meninggalkan kak el sendirian di kamar.
Sedangkan aciel kembali kebawah membantu menyiapkan bingkisan. Setelah kelar di kerjakan langsung di susun ke dalam kardus lalu di masukkan ke dalam mobil.
Aciel menghampiri dapur lalu membantu mereka"Den mau bikin berapa bungkus?" tanya bibi
"Bisa jadi 300 bungkus ga bi? Kalau ga bisa ya udah sedapatnya aja" taya aciel.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 08.30, bang nara juga datang membawa pesenan roti yang aciel pesen, semua nya berkumpul di ruang tengah, ada si kembar, abian genk, kent dan bang nara
"50 bungkus makanan masukin ke mobil yang ada bingkisan, sisa nya masukin ke mobil abian" ucap ciel yang melihat mas ansel memasukan kantong plastik berisikan masakan
"Bian, kunci mobil kamu kasih ke bang nara aja biar dia yang setir mobil nya" ucap aciel.
"Bang nara nanti jalan duluan, biar kak el ngikutin abang, kita pake dua mobil, kak el, ev, aq satu mobil, sisa nya di mobil abian" ucap aciel.
Lalu mereka semua berangkat ke tempat tujuan satu setengah jam lebih mereka melakukan perjalanan akhirnya sampai di sebuah tempat.
"Semua barang di turunin semua kecuali nasi box turunin 50 bungkus saja selebih nya jangan di turunin" ucap aciel.
"Selamat datang den" ucap pengurus panti, anak anak pun telah di kumpulkan di ruang tengah lalu mereka membagikan bingkisan satu persatu bersama amplop yang berisi uang, sedangkan barang yang laen langsung di serahkan ke pengurus panti.
"Bang nara... Coba bang nara keliling cek panti ini apa aja yang harus di renov" ucap aciel
"Kak el... Sini ikut aciel bentar" ucap aciel sembari menggandeng tangan kak el lalu mereka menemui pengurus panti.
"Bu... Kenalin ini kakak saya, kedepan nya kakak saya yang menggantikan kepemilikan panti ini, jadi kalau ada apa apa bisa langsung menghubungi kakak saya" ucap aciel.
Hari makin siang sudah waktunya jam makan siang, mereka semua berkumpul di ruang tengah lalu makan bersama.
Aciel yang sudah selesai makan beranjak dari sana lalu ia duduk di sebuah ayunan yang berada di halaman samping panti.
"Aciel ngapain di sini" tanya liam yang melihat aciel sedang duduk sendiri ia pun mendekati aciel lalu duduk di sebelahnya.
"Ga papa liam, tugas aciel udah selesai, waktunya aciel istirahat" ucap aciel sambil tersenyum.
"Liam... Aku titip toko roti ya bantuin bang nara urus toko roti, tolong suruh kent bantu urus keuangan cafe kak ev, bisa tanya bang nara jika kurang paham, juga aciel titip kakak kembar ku tolong jagain kak el sama kak ev jangan sampai mereka sakit, liam juga jaga diri, jaga kesehatan juga jaga bian" ucap aciel yang sedang memegang tangan liam.
Liam yang mendengarkan hanya terdiam ada perasaan ga enak yang menganjal di hatinya tapi ga tau apa.
TBC
-Hoshi-
KAMU SEDANG MEMBACA
뭐라고요
Short Story"Kapan mereka bisa menerima diriku?" "Hiks... Hiks... Hiks... "Tapi adek gimana, aku ga mau kehilangan adek" "Kalian ga lupa kan dia itu pembawa sial di rumah ini" "Jangan lupakan atas apa yang di lakukan anak itu, seharusnya semenjak orang tua kit...
