17

855 53 0
                                        

Di depan ruangan aciel ada abian dan liam yang duduk "Kalian kenapa duduk diluar" tanya ev yang melihat mereka duduk di luar.

"Infusan aciel sudah habis, sekarang  sedang di lepas oleh perawat, jadi kita menunggu di luar sekalian kita menungguin kalian, kita mau tau perkembangan aciel gimana kak" jawab liam.

"Untuk saat ini kondisi aciel baik baik saja hanya saja aciel harus dalam extra pengawasan tidak boleh sampai kelelahan" jawab el yang menjelaskan keadaan aciel.

"Hari ini aciel sudah diperbolehkan pulang, kalian mau balik duluan atau ikut kita balik?" tanya el.

"Aku ikut kalian balik aja" ujar liam

"Kalau gitu ayo kita siap siap" ucap ev

"Abian sama Finn mau ikut kerumah aciel ga?" tanya liam

"Sorry gak bisa ikut, bentar lagi kent jemput, udah mau sampai sini karna kita masih ada urusan" tolak finn sambil mengecek notif hape nya.

"Gua ikut balik kerumah aciel" ucap abian yang sembari membantu membereskan barang barang yang akan di bawa balik.

"Sudah tidak ada yang tertinggal kan?" tanya ev yang sedang membantu aciel duduk di kursi rodanya lalu mereka pun segera meninggalkan rumah sakit.

"Adek istirahat dulu di mobil nanti kalau udah sampai kita bangunin,  hoodienya di pakai dek biar hangat" ucap el yang sedang fokus menyetir.

Tak lama mereka semua sampai di rumah dan ev segera turun membuka pintu samping mobil, terlihat aciel yang tertidur ev segera mengendong nya perlahan agar tidak terbangun sedang kan el yang melihat ev sedang mengendong aciel ia langsung membuka kan pintu rumah lalu di ikutin oleh abian dan liam yang membawa barang yang di bawa dari rumah sakit.

Ketika memasuki rumah sikembar di kagetkan dengan abang serta adik nya yang sedang duduk di ruang tengah.

"Kalian abis darimana?, anak itu kenapa bisa sama kalian ngapain pake segala di gendong, jangan bilang kalian udah mulai perhatian sama dia? Kalian ga sadar dia yang udah bunuh orang tua kita" tegas aarav kakak tertuanya yang terlihat tidak suka.

"Ev duluan bawa adek kekamar, bian dan liam kalian bantuin kak ev dulu,  entar kak el nyusul" ucap el kepada mereka tanpa menghiraukan ucapan kakak tertuanya.

Ev segera menuju kamarnya bersama liam dan bian, sedangkan el ke dapur mengambil air hangat "Bi, tolong  buatin minuman untuk tamu, nanti diantar ke kamar ya bi, makasih"

El segera beranjak kekamarnya dengan membawa segelas air hangat "Jadi sekarang udah mulai perduli sama anak pembawa sial itu?" ucap arsen yang menghadang jalan nya el

"Kalau kalian tidak perduli dengan dia, kalian tinggal menganggapnya tidak ada dan jangan pernah ikut campur dengan urusan el mau pun ev! Satu lagi, perlu kalian inget bahwa kematian orangtua kita itu karna takdir bukan karna dia" tegas el dengan mengeluarkan aura dingin nya yang seketika itu membuat mereka semua sedikit takut dengan sikap el yang dingin.

"Ev... Minum dulu air hangatnya" ucap el sambil memberikan gelas berisi air hangat, ia tersenyum tipis melihat aciel yang sedang tidur pulas.

"Liam sama abian istirahat dulu aja, kalian bisa rebahan di sofa itu" ucap el sembari mengubah sofa menjadi  tempat tidur yang bisa di isi dua orang.

"El bersih bersih dulu, ev istirahat dulu aja, tadi berat ga gendong adek" tanya el sembari mendekati kembaran nya lalu mengusak pucuk kepalanya ev.

"Adek sangat ringan, dia harus menambah napsu makan nya, el bersih bersih dulu sana" ucap ev sembari meluruskan kaki nya. El segera beranjak kekamar mandi.

"Permisi den ev ini minuman untuk tamunya" ucap bibi yang datang sambil meletakan dua gelas minuman di atas meja belajar lalu undur diri. El yang selesai bersih bersih keluar dari kamar mandi lalu merebahkan diri di samping kiri aciel sedangkan ev yang melihat el sudah selesai gantian kini dia yang bersih bersih.

TBC

-Hoshi-

뭐라고요Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang