"Kalian bertiga balik dulu aja ganti pakaian terus istirahat nanti sore kesini lagi, ada kita di sini yang jagain aciel" ujar kak el kepada ketiga teman adiknya nya itu. Mereka bertiga pun pamit izin untuk pulang.
"Hati hati di jalan ya, terimakasih sudah mengantar aciel ke rumah sakit dan memberikan info aciel ke kita" ucap kak el sambil mengantar mereka bertiga kedepan pintu ruang rawat lalu membungkukan badan nya tanda berterimakasih kepada mereka.
Terlihat ruangan yang sepi hanya terdengar suara detik jam, dan suara mesin ekg dengan patient monitor yang menunjukkan aktivitas jantung.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 aciel masih tertidur dengan lelapnya.
"Kriet..." suara pintu kamar rawat terbuka, ada seorang orang dokter berserta beberapa perawat yang memasuki ruangan aciel untuk kunjungan cek up pasien, ev yang sedang tidur terbangun ketika el sedang berbicara dengan dokter.
Aciel terbangun ketika merasakan sentuhan di daerah dadanya, ia melihat dokter yang sedang memerikanya.
"Halo aciel gimana ada yang sakit?" tanya dokter yang sedang memeriksa detak jantungnya.
"Jauh lebih baik dok, sudah tidak sakit lagi" jawab aciel yang mengedarkan pandangannya mencari seseorang, ia memfokuskan pelihatannya ketika melihat kak el berdiri di samping dokter.
"Kak el di sini?, kak ev mana?" taya aciel yang tak berani melihat wajah kakak nya yang dingin itu ia hanya terus menundukan kepalanya.
"Lihat orangnya jika berbicara" jawab el sembari mendekatinya lalu mengusak pucuk kepalanya.
"Adek jangan nunduk terus, emang leher adek ga sakit?" ujar ev yang bangun dari sofa lalu menghampirinya.
Aciel yang sendari tadi ketakutan akhirnya sedikit tenang setelah mendengar suara lembut dari kak ev, aciel kira ia hanya berdua dengan kak el, tapi ga taunya kak ev ga ninggalin aciel berdua dengan kak el.
"Adek kenapa bisa drop gini, obatnya engga diminum ya?" taya kak ev yang sedang mengusap rambutnya aciel.
Ketika aciel ingin menjawab tiba tiba, "Maafin kita kak ev, kita ga jaga aciel dengan benar, tadi aciel terpaksa ada ikut ambil nilai olahraga lari"
Sebelumnya aciel sudah meminta izin guru olahraga untuk di ganti ambil nilai nya, tapi gurunya tetap pada keputusan nya atau nilai olahraga di kosongin" ujar abian yang datang bersama liam dan finn.
"Besok El ke sekolah Aciel buat minta izin khusus pelajaran olahraga" ujar el dengan suara beratnya.
"Kak El sama kak Ev makan dulu, itu kita ada bawain nasi campur, kalian dari tadi belum makan kan" ucap bian sambil menyuruh liam memberikan kantong plastik yang berisi makanan berserta dua botol mineral water yang tadi di beli sebelum menuju rumah sakit.
"Terimakasih ya... Adek mau nasi campur ga?" ucap kak ev sambil menawarkan makanannya, tapi di tolak oleh aciel.
"Aciel ga mau kak, kakak makan aja abis itu kakak istirahat, wajah kak Ev terlihat sedikit pucat, jangan sampai sakit ya kak Ev.. Kak El.." cicit aciel pelan dengan perasaan bersalah karena sudah membuat kedua kakaknya repot.
Liam yang peka dengan aura yang di keluarkan oleh aciel, ia menyentil kening ciel pelan "Jangan negatif thinking ciel" ucap liam yang menyodorkan roti tawar.
TBC
-Hoshi-
KAMU SEDANG MEMBACA
뭐라고요
Short Story"Kapan mereka bisa menerima diriku?" "Hiks... Hiks... Hiks... "Tapi adek gimana, aku ga mau kehilangan adek" "Kalian ga lupa kan dia itu pembawa sial di rumah ini" "Jangan lupakan atas apa yang di lakukan anak itu, seharusnya semenjak orang tua kit...
