Abian Room (4)
Makasih ya tadi kalian sudah mau anter ciel
Abian
Tidak masalah
Besok tunggu di halte, besok kita jemput
Ga ada penolakan
Finn
It's okay ga masalah
Istirahat sana
Liam
Okay ciel tak apa
Biasa bangun jam berapa?
Sampai halte biasa jam berapa?
Okay aku tunggu di halte, makasih ya, biasa aku bangun subuh jam 05.00 udah bangun buat nyiapin sarapan dan beberes yang laen, jam 06.00 biasa sudah perjalanan menuju sekolah
Liam
Ya sudah
Tunggu di halte besok pagi
Istirahat sana
Makasih ya, nite all
Ciel langsung mematikan hape lalu membereskan buku dan tugas nya sembari cek ulang apa saja yang di bawa besok agar tidak ada yang tertinggal.
Tok... Tok... Tok... "Ciel kakak masuk ya" ujar ka ev di depan pintu
"Masuk aja kak, pintu nya ga di kunci" jawab ciel yang masih sibuk membereskan tugas nya.
"Kak ev bawain makanan buat kamu, di makan dulu" ujar Kak ev yang masuk dengan membawa nampan berisikan makanan lalu menaruhnya di atas meja.
Ciel yang sedang sibuk membereskan tugas nya berhenti sejenak beralih menyantap makanan yang di bawakan oleh kak ev
"Terimakasih kak ev" ucap ciel sambil membereskan piring bekas makanannya.
"Sudah lanjutin belajarnya, bekas piringnya biar kakak yang bawa kedapur" ucap kak ev sambil mengambil nampan di atas meja lalu beranjak dari kamar nya ciel.
Tugas udah beres, buku yang di bawa besok sudah siap, di lirik nya jam di atas meja menunjukkan pukul 21.00.
Deg... Deg.. Deg... Jantung nya berulah kembali ciel merasakan sakit di dadanya, mencoba mengurut pelan dadanya sambil menarik nafas lalu menahan nya tiga detik, terus terusan aciel mengulangi lagi sampai di rasa mulai normal kembali ia segera meminum obatnya, tapi mendengar bunyi gledek yang sangat keras membuatnya sangat kaget hingga detakan jantung nya kembali berulah berdetak lebih cepat dari biasanya, ia hanya bisa pasrah terkulai lemas di atas lantai sambil merapalkan doa semoga ada salah satu abang nya yang mampir ke kamarnya.
Sebelum kegelapan merenggut nya, ciel sempat mendengar ada orang yang meneriakkan namanya saat itu juga ciel benar benar tidak sadarkan diri.
"ACIEL" seru kak ev yang syok melihat tubuh adiknya terkulai lemas di atas lantai dengan wajah yang pucat serta keringat yang membasahi tubuh adiknya. Ev segera mengangkat tubuh adiknya keatas kasur serta mengantikan baju nya yang basah, ia pun segera menelepon dokter keluarga untuk segera datang kerumah.
Setengah jam kemudian dokter yang di tunggu pun tiba langsung memasuki kamar aciel dengan di antar oleh maid suruhan ev, karna ev tidak meninggalkan ciel barang sedetik pun.
Dokter yang baru tiba segera memeriksa keadaan aciel, lalu ia berkata "Aciel tidak apa apa hanya saja ia terlalu kelelahan akibat memforsir dirinya, mohon di pantau pola hidupnya dan pola makanya, kalau tidak akan sangat berbahaya di masa mendatang, karna saat ini fungsi jantung aciel sudah sangat melemah" jelas sang dokter sambil menuliskan resep obat yang nanti akan di tebus untuk diminum.
Ev yang mendengar perjelasan dokter pun kaget ternyata selama ini adik nya menyembunyikan penyakit nya.
"Terimakasih dokter sudah datang untuk memeriksa adik saya" ucap ev sembari mengantar nya keluar rumah.
"Jangan lupa besok bawa aciel ke rumah sakit untuk cek up lebih lanjut, saya permisi dulu ya" ucap dokter lalu ia pun berlalu dari rumah kediaman kalingga mahantta.
Ev mengambil air hangat lalu kembali ke kamar aciel merebahkan dirinya di samping aciel, malam ini ev menginap di kamar aciel menemani aciel tidur.
"Tidak... Ayah... Ibu... Ayo bangun jangan pergi tinggalin ciel... Hiks... Ciel takut... Hiks..." Rancauan aciel membuat ev yang tidur di sebelah nya terbangun
"Ciel... Ciel... Bangun ciel..." Panggil kak ev sambil mengusap peluh keringat berserta air mata yang ada di wajah aciel, "TIDAK!!!" teriak aciel lalu terbangun dari tidurnya refleks memeluk kak ev yang berada di samping nya.
Ia menangis keras sampai sesegukan untungnya suara tangis nya teredam oleh badan kak ev kalau tidak sudah pasti abang yang lain akan masuk dan memarahi nya karna menganggu waktu tidur mereka, ev yang dipeluk langsung memberikan usapan di punggung aciel sambil memberikan kata kata penenang, tak lama ev merasakan jika aciel tertidur kembali.
Ia pun membenarkan cara tidur aciel agar badannya tidak sakit, di liriknya jam di atas meja menunjukkan pukul 02.30 ia melanjutkan tidur nya kembali.
TBC
-Hoshi-
KAMU SEDANG MEMBACA
뭐라고요
Historia Corta"Kapan mereka bisa menerima diriku?" "Hiks... Hiks... Hiks... "Tapi adek gimana, aku ga mau kehilangan adek" "Kalian ga lupa kan dia itu pembawa sial di rumah ini" "Jangan lupakan atas apa yang di lakukan anak itu, seharusnya semenjak orang tua kit...
