Hari mulai sore, mereka semua berpamitan lalu kembali kerumah. Mereka akhirnya berpisah di panti sesampai di rumah hari sudah malam.
Ketika mereka masuk ke dalam semua abangnya sedang kumpul di ruang tengah. "BAGUS JAM SEGINI BARU BALIK, GA LIAT SEKARANG JAM BERAPA" murka arsen yang melihat ev dan aciel baru masuk rumah.
"EV... KAMU SEKARANG SUDAH IKUT TERBAWA PENGARUH BURUK SAMA ANAK ITU SAMPAI SAMPAI KALIAN IKUTAN PULANG MALAM BEGINI,INGET ITU ANAK PEMBAWA SIAL EV!! KALIAN GA PANTES BERADA DEKAT DENGAN ITU ANAK" ucap arsen.
"ADEK BUKAN PEMBAWAL SIAL, BANG ARSEN GA BERHAK BILANG BEGITU KE ADEK" ucap ev yang sudah menahan emosi nya dari kemarin
"BAGUS EV SEKARANG UDAH BERANI BENTAK BENTAK ORANG LEBIH TUA" ucap aarav yang mendekati ev lalu menamparnya, tapi tamparan nya tidak mengenai ev melainkan mengenai aciel yang saat itu langsung menghadang ev.
El yang sedang menurunkan barang mendengar suara gaduh langsung ia masuk terburu buru, netra nya membola saat melihat aarav yang ingin menampar ev tapi malah mengenai aciel.
"ADEK... " teriak el yang emosi langsung menghampiri aarav lalu memukul nya, aarav yang tidak terima langsung membalas nya tapi lagi lagi aciel menghadang dengan tubuh nya, sayang pukulan aarav mengenai bagian dada aciel
"Bugh... Arrghh..." teriak aciel
"Adek... Kenapa lindungin kakak, mana yang sakit adek bilang" tanya el
"Kak el... Jangan berantem, aciel ga apa apa" ucap aciel sambil tersenyum tapi tiba tiba
"Uhuk... Uhuk... Uhuk... Hoek" aciel terbatuk batuk lalu memuntahkan darah segar
"ADEK... Jangan tutup matanya, bertahan kita kerumah sakit sekarang ya" ucap el yang menangis melihat aciel yang memuntahkan darah lalu ambruk seketika, untung nya langsung di tangkap oleh el.
Ev yang melihat itu semua langsung menghajar kakak pertamanya
"PUAS KALIAN, JIKA TERJADI APA APA SAMA ADEK, KITA GA AKAN SEGAN SEGAN MENGHAJAR KALIAN SEMUA" murka ev
"El buru bawa ade ke rumah sakit" ucap ev sembari menarik kakaknya yang syok melihat darah yang di muntahkan aciel, lalu mereka segera pergi ke rumah sakit dengan kecepatan penuh.
"Dokter... Suster... Tolong adek saya" teriak el yang sangat kalut dengan keadaan aciel, mereka mengikuti nya hingga depan UGD.
Tak lama hape el berdering berkali kali, el yang melihat panggilan dari liam langsung mengangkatnya "Aciel masuk UGD, kalian kesini aja" ucap el.
"Kak... Aciel kenapa" tanya abian yang baru saja datang bersama liam, finn dan keint, lalu el pun menjelaskan semuanya membuat mereka yang mendengar nya geram.
Sudah setengah jam tapi belum ada tanda tanda dari dalam "Ev gagal menjaga aciel" rancau ev dengan pandangan yang kosong membuat el segera memeluk ev sembari menenangkan nya.
Tak lama dokter keluar dari ruang UGD "Keluarga pasien" tanya dokter.
"Kita kakaknya, gimana dengan adek saya dok" tanya el yang masih memeluk ev.
"Kabar baiknya kita berhasil melewati masa kritisnya, tapi kabar buruk nya adek kalian koma akibat benturan keras di dadanya dan kondisi jantung nya yang semakin parah, kita harus secepatnya mendapatkan pendonor, untuk saat ini adek anda masih bisa bertahan dengan bantuan alat alat, tapi tidak bisa bertahan lama karna kondisi jantungnya yang sangat lemah, bisa kapan aja berhenti berdetak" ucap dokter membuat semuanya syok.
Kini aciel sudah dipindahkan ke ruang icu dan mereka satu persatu melihat keadaan aciel yang sangat menyakitkan, selang yang masuk dari mulut nya serta kabel yang terpasang di tubuhnya, juga infusan yang terpasang di tangan nya
Mereka memutuskan pulang karna tidak bisa menjaga di icu lalu memutus kan untuk besok pagi balik lagi
Si kembar yang sampai rumah melihat abang serta adek nya masih di ruang tengah tapi di abaikan oleh si kembar.
TBC
-Hoshi-
KAMU SEDANG MEMBACA
뭐라고요
Storie brevi"Kapan mereka bisa menerima diriku?" "Hiks... Hiks... Hiks... "Tapi adek gimana, aku ga mau kehilangan adek" "Kalian ga lupa kan dia itu pembawa sial di rumah ini" "Jangan lupakan atas apa yang di lakukan anak itu, seharusnya semenjak orang tua kit...
