"Xander...Turut berdukacita ya..." ucap el menghampiri nya sambil menepuk bahu teman nya
"Kapan proses pemakamannya?" tanya el
"Makasih el, mungkin setelah proses donor selesai, ayo kita temui dokter adek kamu" ajak xander
Akhirnya mereka pergi menemui dokter yang menangani aciel lalu berkonsultasi mengenai pendonor
"Kita akan mengadakan test kecocokan terlebih dahulu, hasil nya bisa di tunggu kurang lebih satu jam" ucap dokter.
"Tok... Tok... Tok... Dokter pasien di ruang ICU kejang kejang" ujar sang perawat, mereka pun berlari menuju ruang icu.
Kedua netra el membola ketika melihat semua abang dan adek nya berada di depan ICU, tapi tidak melihat keberadaan kembarannya, di saat bersamaan ketika dokter memasuki ruang ICU, seorang perawat membawa keluar ev yang berteriak histeris, el yang melihat nya langsung memeluknya dan menenangkannya.
"Ev...Tenang ya adek kuat dia pasti bertahan buat kita" ucap el sambil mengelus punggungnya dan memberikan kata kata penenang tapi tak lama ev pun pingsan tak sadarkan diri.
El yang menyadari kembaran nya pingsan langsung memanggil dokter untuk memeriksa nya, Ev pun segera di bawa ke ruang rawat di temenin oleh liam, sedangkan el yang di temanin xander menunggu dokter keluar, tak lama pintu ICU pun terbuka.
El yang melihat dokter keluar dari ruang ICU langsung menghampiri "Dokter... bagaimana keadaan adek saya" ucap el yang terlihat tidak tenang
"Tenang, pasien sudah berhasil melewati masa koma nya, pasien sebentar lagi akan sadar dan akan di pindahkan keruang rawat, anda dapat melihatnya tapi jangan sampai kelelahan karna pasien baru saja melewati masa koma nya" ucap dokter.
El yang mendengarnya pun bernafas lega lalu meminta agar aciel di satukan kamar rawat nya dengan kembaran nya, tak lama beberapa perawat keluar mendorong bangkar yang di tempati aciel menuju ruang rawat, mereka semua mengikuti dari belakang.
"Adek... Makasih sudah mau bertahan" ucap el yang menangis sambil mengelus rambut aciel lalu mencium keningnya, sedangkan di luar ruang rawat masih ada mereka yang terdiam setelah melihat keadaan aciel, ketika mereka ingin masuk langsung di larang oleh el.
"Ciel..."ucap liam yang tidak dapat berkata kata dia hanya melihat keadaan aciel yang sekarang, dalam hati nya ia bersyukur aciel berhasil melewati semuanya.
Tanpa sadar air mata el jatuh ketika ia melihat aciel yang perlahan membuka kedua matanya "Adek...Apa yang sakit bilang kak el" ucap el sembari memegang sebelah tangan aciel yang terbebas dari infusan
"K...kak el... Ja...ngan...Me...na...gis..." aciel yang melihat el menangis mengangkat tangan nya perlahan mengusap air mata el yang turun.
"Kakak panggilin dokter ya" ucap el, tapi di tahan oleh aciel
"Ha...us... Kak" ucap aciel, lalu el pun dengan perlahan memberikan minumnya
"Su...dah...Kak... Kak...ev...ma...na?" tanya aciel, el langsung menujuk ke arah saudara nya yang sedang terbaring terlelap, tepat di samping ranjangnya, juga ada liam yang sedang tertidur.
"Kak...ev...ke...na...pa" tanya aciel
"Hanya kelelahan saja bentar lagi juga bangun, adek istirahat lagi ya" ucap el sembari mengelus rambut nya
Melihat aciel yang tertidur lagi, ia pun mencium pelan kening aciel lalu keluar menemui teman nya sedang menunggu di luar ruangan, juga di luar masih terlihat mereka yang tidak mau pergi meninggalkan rumah sakit.
"El...Gimana adik kamu" ucap xander yang melihat el keluar dari ruangan
"Sudah sadar tapi tertidur lagi, kalau ev masih belum sadar" ucap el yang mendudukan dirinya di sebelah xander.
Tak lama seorang perawat menghampiri mereka "Saudara elvano... Anda di tunggu dokter di ruanganya" ucap perawat.
El bersama xander pun beranjak menuju ruangan dokter.
"Hasil nya sudah keluar, selamat aciel mendapatkan donor yang cocok, kita akan mulai melakukan operasi Ketika keaadaan aciel mulai stabil" ucap dokter.
Melihat mereka masih di depan ruang rawat langsung el menyuruh mereka pulang "Kalian pulang lah" ucap el ketus.
"Maafkan kita el, kita mau lihat keadaan nya" ucap salah satu dari mereka.
"Pulang lah, kenapa kalian perduli, bukan kah ini yang kalian mau agar dia pergi" ucap el yang menahan emosi nya
Tak lama liam keluar dari ruang rawat memberitahukan el kalau ev sudah sadar lalu el pun masuk bersama xander.
Liam yang melihat mereka masih ada "Kalian pulang lah, besok kalian bisa balik lagi jika ingin melihatnya, untuk sekarang masih belum bisa di ganggu dulu" ucap liam, akhirnya mereka pun memutuskan balik kerumah.
"Ev...akhirnya sadar juga ada yang sakit?" taya el yang menghampiri nya, ev hanya menggelengkan kepalanya
"Adek...Gimana?" taya ev, el pun menggeser tubuhnya
Memperlihatkan aciel yang tertidur dengan nasal cannula di hidungnya serta kabel kabel di tubuh sang adik "Adek udah sadar, tapi tidur lagi" ucap el.
"Liam... Makasih udah jagain adek dari semalam, kamu pulang dulu istirahat nanti balik lagi ke sini, kabarin yang lain juga kalau aciel udah sadar" ucap el dan liam pun menurut lalu pamit pulang.
"Xander... Boleh minta tolong jagain aciel dan ev bentar? aku mau balik sebentar kerumah mengambil keperluan mereka" ucap el
"Tenang aja aku akan menjaga mereka berdua, hati hati di jalan el" ujar xander
"Ev... El balik bentar ya mau ambil keperluan kalian nanti balik lagi kesini" ucap el
TBC
-Hoshi-
KAMU SEDANG MEMBACA
뭐라고요
Short Story"Kapan mereka bisa menerima diriku?" "Hiks... Hiks... Hiks... "Tapi adek gimana, aku ga mau kehilangan adek" "Kalian ga lupa kan dia itu pembawa sial di rumah ini" "Jangan lupakan atas apa yang di lakukan anak itu, seharusnya semenjak orang tua kit...
